Pengertian dan Keutamaan Sholawat Munjiyat
Sholawat Munjiyat memiliki makna yang dalam, yaitu “penyelamat” dan diyakini sebagai wasilah perlindungan dari berbagai bahaya serta kesulitan hidup. Sholawat ini dikenal memiliki keutamaan untuk mempermudah terkabulnya hajat, menghapus keburukan, serta meningkatkan derajat seseorang di mata Allah SWT.
Secara umum, Sholawat Munjiyat sering dibaca sebagai pembuka doa, terutama setelah melakukan shalat hajat atau dalam rangkaian tahlil. Dalam lingkungan pesantren, sholawat ini menjadi salah satu yang paling populer diamalkan oleh umat Islam. Selain sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, sholawat ini juga dikenal sebagai sarana keselamatan dan pengabul hajat.
Asal Usul Nama “Munjiyat”
Nama “Munjiyat” secara bahasa berarti “Penyelamat”. Sejarah penamaannya merujuk pada peristiwa yang dialami oleh seorang pemuka tarekat Syadziliyah, yaitu Syekh Shalih Musa ad-Dharir. Dalam kitab Al-Fajr al-Munir, diceritakan bahwa saat itu Syekh Musa tengah berada di tengah laut ketika badai hebat bernama Aqlabiyah menyerang kapalnya. Di tengah ketakutan para penumpang akan tenggelam, Syekh Musa bermimpi bertemu Rasulullah SAW yang mengajarkan kalimat Sholawat Munjiyat. Setelah sholawat tersebut dibaca bersama-sama, badai pun reda atas izin Allah SWT.
Lafal Sholawat Munjiyat
Berikut adalah lafal Sholawat Munjiyat dalam teks Arab dan Latin:
Teks Arab:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَـــا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَـــاتِ
Teks Latin:
Allâhumma shalli ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin shalâtan tunjînâ bihâ min jamî’il ahwâli wal âfât wa taqdhî lanâ bihâ jamî’al hâjat wa tuthahhirunâ bihâ min jamî’is sayyiât wa tarfa’unâ bihâ ‘indaka a’lad darajât wa tuballighunâ bihâ aqshal ghâyat min jamî’il khairâti fil hayâti wa ba’dal mamât
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, dengan suatu shalawat yang dengannya Engkau menyelamatkan kami dari segala ketakutan dan bencana, dan dengannya Engkau penuhi segala kebutuhan kami, dan dengannya Engkau bersihkan kami dari segala keburukan, dan dengannya Engkau angkat derajat kami di sisi-Mu ke derajat yang paling tinggi, serta dengannya Engkau sampaikan kami kepada puncak segala tujuan dari seluruh kebaikan dalam kehidupan ini dan setelah kematian.”
Cara Mengamalkan Sholawat Munjiyat
Sholawat Munjiyat biasanya dibaca sebagai pembuka doa, terutama dalam rangkaian doa Tahlil atau setelah melaksanakan Shalat Hajat. Meski dapat diamalkan secara mandiri, para ulama menyarankan agar pengamalan selawat ini dilakukan di bawah bimbingan guru (mujiz) agar lebih afdal dan proporsional.
Anjuran untuk berselawat ini sendiri ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Ahzab ayat 56, yang menyatakan bahwa Allah dan para malaikat-Nya pun berselawat kepada Nabi.
Keutamaan dan Manfaat Sholawat Munjiyat
Membaca sholawat ini diyakini memiliki banyak manfaat, di antaranya:
- Menyelamatkan dari berbagai cobaan dan keadaan yang menakutkan.
- Mempermudah terkabulnya keinginan besar.
- Menghapus keburukan dan mengangkat derajat seseorang di sisi Allah.
Dengan membaca Sholawat Munjiyat, umat Islam diharapkan dapat mendapatkan perlindungan, keselamatan, serta keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.







