Proyek Jalan Tol Jogja-Solo Paket 2.2 Mulai Pengaruhi Sekolah
Proyek pembangunan jalan tol Jogja-Solo Paket 2.2 terus berjalan cepat dan kini mulai menjangkau lahan fasilitas pendidikan. Salah satu yang terkena dampak adalah SD Negeri Nglarang di Tlogoadi, Mlati, Sleman. Rencananya, ruang kelas sekolah akan mulai dibongkar pada Senin (27/4/2026) besok.
Bangunan sekolah tersebut akan dimanfaatkan sebagai perluasan kaki timbunan jalan tol. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa harus dipindahkan sementara ke tempat lain. Saat ini, para siswa belajar di perpustakaan dan aula sekolah.
Kepala SDN Nglarang, Endah Sri Sulistyowati, menjelaskan bahwa pembongkaran akan menyasar tiga ruang kelas, yaitu kelas 4, 5, dan 6. Untuk memastikan KBM tetap berjalan, pihak sekolah telah melakukan penataan ruang. Kelas 4 dipindahkan ke ruang perpustakaan, sedangkan kelas 5 dan 6 menempati ruang aula yang disekat.
“Untuk kelas yang di aula saya himbau guru bergantian dalam menyampaikan materi, agar tidak beradu suara,” kata Endah saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2026).
Langkah Pemenuhan Kesehatan dan Keselamatan Siswa
Terkait faktor kesehatan dan keselamatan siswa, sekolah telah menyiagakan masker hasil bantuan dari Puskesmas Mlati 2 dan BPBD Sleman untuk mengantisipasi timbulnya debu proyek. Perkembangan terkait aktivitas proyek di lingkungan sekolah ini akan terus dipantau. Apabila kondisi di halaman sekolah dinilai membahayakan siswa, pihak sekolah siap mengambil langkah darurat.
“Jika ada material proyek di halaman yang membahayakan, siswa akan Belajar Dari Rumah (BDR) sementara. Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait izin tersebut,” ujarnya.
Pembongkaran Dilakukan Bertahap
Dinas Pendidikan Sleman disebut telah meninjau langsung ke lokasi. Endah mengaku, berdasarkan informasi yang diterima bakal ada bantuan toilet portabel untuk menunjang fasilitas sanitasi selama masa transisi pembelajaran. Sejauh ini, ia mengungkapkan, bangunan sekolah masih berdiri. Sebab proses pembongkaran rencananya akan mulai dilakukan Senin (27/4) yang diawali menggunakan tukang.
Pembongkaran dilakukan bertahap dan dilakukan setelah pembelajaran. “Bangunan sekarang belum dibongkar, baru akan dipasang pagar putih untuk pelindung. Senin besok baru akan dilakukan pembongkaran tenaga manusia. Senin depannya lagi baru dengan alat berat, itu info dari pihak tol. Kalau untuk tempat pembangunan SD baru juga belum ada info kapan di bangun,” kata dia.
Lahan Relokasi Siap Disiapkan
Sekedar informasi, SD Negeri Nglarang menjadi satu di antara sekolah di Sleman yang terdampak pembangunan jalan tol. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman juga telah mematangkan lahan relokasi. Lahan relokasi disiapkan di dusun Nglarang, tepatnya di sisi utara jalan bebas hambatan tersebut seluas 4.800 meter persegi. Lahan relokasi juga berproses seiring dimulainya aktivitas pembongkaran gedung sekolah.
Kerahkan 20 Orang untuk Proses Pembongkaran
Pejabat Humas PT Adhi Karya, Agung Murhandjanto menjelaskan bahwa proses pembongkaran gedung sekolah dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, pihaknya akan mengerahkan sekitar 20 tenaga manusia untuk menyelamatkan aset bangunan yang sebelumnya telah dilakukan identifikasi dan inventarisasi.
“Sesuai kesepakatan dengan Pemkab Sleman, kami lakukan inventarisasi dulu. Kusen, gawang, kayu, dan genteng yang masih bagus akan dilepas secara manual karena itu aset BKAD. Setelah bersih, baru dindingnya dirobohkan dengan alat berat,” jelas Agung.
Pihak pelaksana proyek menargetkan proses pembersihan bangunan rampung dalam 3 hingga 4 hari. Terkait kekhawatiran gangguan suara, Agung menjamin pengerjaan alat berat dan penimbunan tanah akan menyesuaikan jadwal sekolah.
“Pengerjaan berat akan kita mulai siang hari setelah jam pelajaran selesai agar lebih aman bagi anak-anak. Fokus kami saat ini adalah melokalisir lahan kerja, supaya KBM tidak terganggu,” ujar Agung.







