Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*
    Menimbang Peran AI di Ruang Kelas: Peluang Pembelajaran Interaktif atau Ancaman Integritas Akademik

    Menimbang Peran AI di Ruang Kelas: Peluang Pembelajaran Interaktif atau Ancaman Integritas Akademik

    15 September 2026
    Menjaga Kesehatan Mental Atlet Papan Atas di Tengah Tekanan Ekspektasi Kejuaraan Dunia

    Menjaga Kesehatan Mental Atlet Papan Atas di Tengah Tekanan Ekspektasi Kejuaraan Dunia

    15 September 2026
    Rangkaian Amalan Ringan Berpahala Melimpah untuk Pekerja Bermobilitas Tinggi di Perkotaan

    Rangkaian Amalan Ringan Berpahala Melimpah untuk Pekerja Bermobilitas Tinggi di Perkotaan

    15 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 16 September 2026
    Trending
    • Menimbang Peran AI di Ruang Kelas: Peluang Pembelajaran Interaktif atau Ancaman Integritas Akademik
    • Menjaga Kesehatan Mental Atlet Papan Atas di Tengah Tekanan Ekspektasi Kejuaraan Dunia
    • Rangkaian Amalan Ringan Berpahala Melimpah untuk Pekerja Bermobilitas Tinggi di Perkotaan
    • Seni Memilah Barang Koleksi: Antara Investasi Menguntungkan dan Tumpukan Barang Terdevaluasi
    • Menyingkap Tabir Kecurangan Odometer Putaran Saat Berburu Mobil Bekas Impian Anda
    • Menepi Sejenak dari Layar Gawai Demi Menemukan Kembali Ketenangan Jiwa yang Hilang
    • Strategi Merawat Keseimbangan Hidup dan Karir Tanpa Mengorbankan Kesehatan Mental Serta Kebahagiaan Pribadi
    • Panduan Lengkap Merawat Kesehatan Rambut Agar Tetap Indah Berkilau di Iklim Tropis
    • Menanamkan Kecerdasan Finansial Sejak Dini Melalui Kebiasaan Sederhana dalam Keluarga
    • Strategi Menabung Mikro: Cara Sederhana Menghentikan Kebocoran Finansial Harian yang Sering Terabaikan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kajian Islam»Menolak Pudar: Strategi Cerdas Muslim Thailand Melawan Diskriminasi Sistemik

    Menolak Pudar: Strategi Cerdas Muslim Thailand Melawan Diskriminasi Sistemik

    redaksiredaksi3 Mei 202654 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Di tengah gemerlap kuil emas dan dentingan lonceng Buddha yang menggema di seantero Thailand, sekelompok remaja Muslim di wilayah selatan—Pattani, Yala, dan Narathiwat—tengah menempuh perjuangan sunyi untuk mempertahankan jati diri mereka. Sebagai negara “Gajah Putih” dengan 95% penduduk beragama Buddha, Thailand membangun identitas nasionalnya di atas tiga pilar kokoh: kebangsaan, monarki, dan agama Buddha. Kebijakan ini, meski efektif menyatukan bangsa, nyatanya menjadi pedang bermata dua bagi minoritas Muslim Melayu. Diskriminasi sistemik merayap pelan melalui marjinalisasi bahasa Melayu, pembatasan praktik ibadah, hingga lunturnya akar budaya di bawah tekanan asimilasi yang masif.

    Karya ilmiah sarat makna yang disusun oleh tim International Conference Santri Mendunia (ICSM) 2026—terdiri dari Maulayya Shalwaa Alfajry Kia, Risman Mulyana, Afra Avifa Ramadani, Anis Nuraini, Harbiah Hilda Amalia, Ibrahim Hikmal Akbar, Aisyah Habibillah, dan Gea Izza Fatin Nafisa—menggali lebih dalam bagaimana institusi pesantren bertransformasi menjadi benteng terakhir sekaligus kekuatan adaptif dalam melawan arus tersebut. Narasi ini mengajak kita membayangkan bagaimana rasanya tumbuh di tanah tempat agama mayoritas bukan sekadar keyakinan pribadi, melainkan fondasi negara. Melalui kebijakan homogenisasi budaya di kurikulum sekolah, media, hingga festival nasional, pemerintah Thailand terus mendorong identitas “Thai-ness” yang berakar kuat pada tradisi Buddha.

    Bagi komunitas Muslim di wilayah selatan yang populasinya hanya berkisar 5-10 persen, diskriminasi sering kali muncul secara halus namun sistemik. Hal ini tercermin dari sekolah-sekolah negeri yang minim jam pelajaran agama Islam, pembatasan penggunaan hijab, hingga tekanan untuk mengubah nama Melayu menjadi nama Thai. Sanusi Ulath (2024) menyebut fenomena ini sebagai “Diskriminasi Sistemik” yang didesain secara sengaja. Dampaknya sangat krusial; generasi muda terancam kehilangan identitas Islam mereka dan perlahan digantikan oleh citra “warga Thailand yang baik” sesuai standar mayoritas.

    Namun, di tengah tekanan tersebut, pesantren di Thailand Selatan muncul dengan wajah baru yang berbeda dari pondok sederhana pada umumnya. Mereka telah bertransformasi menjadi mesin pertahanan identitas yang canggih. Kurikulum inti yang berbasis Al-Qur’an, Hadis, dan akidah akhlak bukan lagi sekadar hafalan tekstual, melainkan internalisasi nilai ke dalam jiwa para santri. Sebagaimana dicatat oleh Kahfi (2025), ini adalah pembentukan karakter afektif-spiritual yang tangguh agar santri memiliki daya tahan terhadap tekanan asimilasi luar.

    Bagian paling menarik dari fenomena ini adalah adaptasi cerdas yang dilakukan pihak pesantren. Mereka tidak menutup diri, melainkan mengintegrasikan pelajaran umum seperti matematika dan sains, kewirausahaan bisnis halal, hingga literasi digital untuk membangun counter-narasi secara daring. Taufikin (2025) memuji langkah ini sebagai “pedagogi Islam abad ke-21” yang berhasil mencetak lulusan hibrida: seorang hafiz yang juga pendiri startup, yang mampu bersaing global tanpa pernah meninggalkan kewajiban salat tepat waktu.

    Lebih jauh lagi, pesantren di Pattani berperan vital dalam menjaga memori historis Melayu dengan tetap mengajarkan bahasa Jawi dan mendiskusikan narasi perjuangan antikolonial. Upaya ini membuahkan hasil nyata berupa santri yang memiliki kebanggaan mendalam terhadap identitas Islam sekaligus kompetensi global. Makalah ini pada akhirnya menegaskan bahwa pesantren bukanlah institusi yang stagnan atau kuno, melainkan sebuah “meaning-making space”—ruang pembentuk makna yang melahirkan identitas dinamis bagi Muslim di masa depan.

    Pendidikan Islam sering kali dituduh eksklusif, namun realitanya justru sebaliknya. Melalui konsep ta’ayush (hidup harmonis), pesantren menerapkan fiqih moderat yang mengedepankan persamaan di atas perbedaan. Hal ini terlihat dari keterlibatan santri dalam aksi sosial, seperti membersihkan kuil Buddha bersama warga lokal hingga aktif dalam dialog antarbudaya. Studi kasus oleh Sama-alee et al. (2023) di Mueang Pattani menunjukkan bahwa kolaborasi antara pesantren dan sekolah dasar berhasil meningkatkan toleransi dan meredam konflik.

    ‎‎Ini membuktikan bahwa pendidikan pesantren tidak memicu separatisme, melainkan menjadi jembatan harmoni dalam masyarakat multikultural Thailand. Kebijakan pemerintah Thailand yang diskriminatif sering kali menganggap pesantren sebagai “hambatan persatuan.”

    ‎Menanggapi hal itu, pesantren memilih adaptasi fleksibel, alih-alih konfrontasi, meski harus menghadapi tantangan nyata berupa keterbatasan dana, regulasi ketat, hingga marginalisasi. Sathian (2020) mengingatkan bahwa identitas Melayu-Muslim harus dinegosiasikan secara adil, bukan dipaksa hilang.

    *Mengapa Ini Relevan Bagi Kita?

    ‎Di Indonesia, pesantren adalah raksasa dunia dengan jutaan santri. Belajar dari dinamika di Thailand, pilihannya hanya satu: adaptasi atau tergerus zaman. Di era AI dan TikTok, pesantren harus bertransformasi menjadi “benteng digital”—menjaga iman sekaligus mencetak pemimpin global.Makalah ICSM ini bukan sekadar kajian akademik, melainkan sebuah manifesto: identitas Islam yang kuat tidak berarti isolasi, melainkan kontribusi yang harmonis. Thailand membuktikan bahwa sebagai minoritas pun, komunitas Muslim bisa unggul selama memiliki strategi yang cerdas.

    ‎Akhirnya, karya ilmiah ini menegaskan bahwa moderasi dan adaptabilitas adalah kunci eksistensi pendidikan Islam di kancah global. Kasus Thailand Selatan memberikan pelajaran berharga bahwa identitas yang kuat justru lahir dari negosiasi dan kontribusi nyata bagi kemanusiaan. Pesantren adalah masa depan dan masa depan itu dimulai dari keberanian untuk beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.

    ‎Karya Ilmiah (Paper) ICSM B5

    Kelompok 4 – SAVOR

    Disusun oleh:
    Maulayya Shalwaa Alfajry Kia
    Risman Mulyana
    Afra Avifa Ramadani
    Anis Nuraini
    Harbiah Hilda Amalia
    Ibrahim Hikmal Akbar
    Aisyah Habibillah
    Gea Izza Fatin Nafisa

    Karya Ilmiah lengkap berjudul: “The Role of Pesantren Education in Shaping Islamic Identity of Muslim Youth in Thailand” (ICSM Batch 5, 2026).

     

    Maulaya Shalwa Kia Menolak Pudar: Strategi Cerdas Muslim Thailand Melawan Diskriminasi Sistemik Santri Mendunia Strategi Cerdas Muslim
    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Rangkaian Amalan Ringan Berpahala Melimpah untuk Pekerja Bermobilitas Tinggi di Perkotaan

    Rangkaian Amalan Ringan Berpahala Melimpah untuk Pekerja Bermobilitas Tinggi di Perkotaan

    By adm_imr15 September 20261 Views
    Menatap Bahaya Ghibah Digital: Alasan Mengapa Tabayyun Menjadi Benteng Terakhir Etika Jemari Kita

    Menatap Bahaya Ghibah Digital: Alasan Mengapa Tabayyun Menjadi Benteng Terakhir Etika Jemari Kita

    By adm_imr14 September 20261 Views

    Kyiv Tetapkan 21 Agustus sebagai Hari Berkabung, 12 Warga Tewas dalam Serangan Rusia

    By adm_imr25 Agustus 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru
    Menimbang Peran AI di Ruang Kelas: Peluang Pembelajaran Interaktif atau Ancaman Integritas Akademik

    Menimbang Peran AI di Ruang Kelas: Peluang Pembelajaran Interaktif atau Ancaman Integritas Akademik

    15 September 2026
    Menjaga Kesehatan Mental Atlet Papan Atas di Tengah Tekanan Ekspektasi Kejuaraan Dunia

    Menjaga Kesehatan Mental Atlet Papan Atas di Tengah Tekanan Ekspektasi Kejuaraan Dunia

    15 September 2026
    Rangkaian Amalan Ringan Berpahala Melimpah untuk Pekerja Bermobilitas Tinggi di Perkotaan

    Rangkaian Amalan Ringan Berpahala Melimpah untuk Pekerja Bermobilitas Tinggi di Perkotaan

    15 September 2026
    Seni Memilah Barang Koleksi: Antara Investasi Menguntungkan dan Tumpukan Barang Terdevaluasi

    Seni Memilah Barang Koleksi: Antara Investasi Menguntungkan dan Tumpukan Barang Terdevaluasi

    15 September 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?