Kematian Satpam di Tangan Pencuri di Malang
Seorang petugas keamanan (satpam) perumahan di kawasan Cemorokandang, Kota Malang, Jawa Timur, meninggal dunia setelah terlibat dalam duel sengit dengan kawanan pencuri. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 9 Mei 2026 sekitar pukul 18.30 WIB.
Korban yang diketahui bernama Matsuhadi tewas akibat luka tusuk di bagian perut. Kejadian ini berawal dari laporan warga mengenai dua orang mencurigakan yang membawa material bangunan seperti kusen jendela dan seng galvalum dari salah satu rumah di perumahan tersebut.
Kronologi Kejadian
Menurut pengakuan Harianto, anak korban, Matsuhadi langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku setelah menerima laporan. “Yang tahu Umi (Ibu), itu bilang sama Bapak kalau ada orang bawa kusen, takutnya perumahan belakang yang kebobolan,” cerita Harianto.
Matsuhadi memilih untuk mengejar para pelaku, sementara Harianto sendiri mengambil jalur lain. “Bapak ambil senter, lihat ke perumahan belakang, ternyata kebobolan bener. Di situlah terjadi pengejaran. Pengejarannya juga sama saya, tapi saya ke arah perkebunan, Bapak saya suruh ke arah jalan raya. Bapak mungkin punya feeling, Bapak langsung ke arah Madyopuro,” tambahnya.
Di bawah jembatan layang (flyover) Cemorokandang, Matsuhadi berhasil menyusul para pelaku. Di lokasi itulah terjadi perkelahian antara korban dan dua orang pencuri tersebut. Matsuhadi yang hanya bersenjatakan sebuah senter berusaha melawan, namun salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam sejenis pisau dan menusuk perut korban. Setelah menusuk korban, para pelaku langsung melarikan diri.
Upaya Medis dan Kehidupan Korban
Dalam kondisi terluka parah, korban sempat dibawa ke rumah kerabatnya yang tak jauh dari lokasi kejadian sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Meskipun tim medis telah berupaya melakukan tindakan operasi, nyawa Matsuhadi tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Jumat pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Harianto, anak korban, mengenang ayahnya sebagai sosok yang pendiam dan sangat pekerja keras. “Bapak itu sehari-harinya tani, kerja bangunan, kalau malam jaga satpam itu,” ujarnya saat ditemui di rumah duka.
Pihak keluarga berharap agar para pelaku segera ditangkap dan mendapatkan hukuman yang setimpal.
Penyelidikan Polisi
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rakhmad Aji Prabowo, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan mendalam. “Saat ini yang baru kita ketahui terkait barang bukti atau barang curian yang dibawa pelaku ini terkait barang-barang bangunan seperti kusen dan galvalum. Pelaku sempat ditegur oleh korban, terjadi adu mulut, dan akhirnya terjadi penusukan,” jelas AKP Rakhmad.
Tim kepolisian saat ini telah mengantongi beberapa petunjuk, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi, dan tengah memburu para pelaku yang melarikan diri. Tim kepolisian berkomitmen untuk segera menuntaskan kasus ini.







