Sejarah Perang Dingin dan Peran Tokoh-Tokoh Tak Terkenal di NASA
Perang Dingin adalah periode sejarah yang penuh dengan ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Meskipun tidak ada konfrontasi langsung, kedua negara saling bersaing dalam berbagai bidang, termasuk teknologi luar angkasa. Keduanya membangun pesawat roket dan melakukan eksplorasi ruang angkasa untuk menunjukkan keunggulan ideologi masing-masing.
Di tengah persaingan ini, banyak tokoh-tokoh penting yang sering kali dilupakan. Salah satunya adalah Katherine Goble Johnson, Mary Jackson, dan Dorothy Vaughan. Ketiganya adalah perempuan kulit hitam yang bekerja di NASA pada masa itu, yang masih dipengaruhi oleh segregasi rasial.
Katherine Goble Johnson bekerja sebagai ahli matematika di NASA. Ia ditempatkan di area yang terpisah karena warna kulitnya. Meski begitu, ia tetap memberikan kontribusi besar dalam perhitungan orbit pesawat luar angkasa. Pada suatu hari, ia dipindahkan ke Space Task Group, tempat ia membantu menghitung perhitungan kritis agar pesawat dapat lepas landas dan mendarat dengan aman.
Mary Jackson juga memiliki peran penting. Ia ditempatkan di divisi teknisi pesawat roket, menjadi salah satu perempuan kulit hitam pertama di sana. Meski menghadapi diskriminasi, ia mendapatkan dukungan dari bos barunya yang merupakan orang keturunan Yahudi. Dengan bantuan itu, ia bisa mengambil kelas malam untuk mendapatkan gelar teknik, meskipun lokasi kelas tersebut hanya memiliki murid laki-laki kulit putih.
Katherine juga menghadapi perlakuan tidak adil dari rekan-rekannya. Tidak hanya karena warna kulitnya, tapi juga karena ia perempuan. Suatu hari, ia harus berlari jauh-jauh ke gedung lama hanya untuk menggunakan toilet, karena tidak ada fasilitas yang tersedia di gedung baru. Karena hujan, ia pulang basah kuyup, dan akhirnya meledak karena frustrasi.
Dorothy Vaughan juga menunjukkan ketertarikan pada komputer IBM 7090, yang bisa mempermudah pekerjaannya. Namun, karena akses terbatas, ia harus belajar sendiri. Ini menunjukkan semangat dan dedikasinya dalam menghadapi tantangan.
Film “Hidden Figures” (2016) mengangkat kisah nyata ketiga perempuan ini. Film ini menggambarkan situasi rasisme dan diskriminasi yang terjadi di Amerika Serikat pada masa itu. Selain itu, film ini juga menyoroti kontribusi mereka dalam sejarah NASA.
Film ini mendapatkan penghargaan seperti Penghargaan Saturn 2017 dan Penghargaan BET 2017. Selain itu, film ini juga masuk dalam banyak nominasi. Skor IMDb-nya mencapai 7.6/10, sedangkan Tomatometer Rotten Tomatoes memberikan skor 93%. Hal ini menunjukkan bahwa film ini sangat diapresiasi oleh penonton dan kritikus.
Film “Hidden Figures” bukan hanya tentang sejarah teknologi, tetapi juga tentang perjuangan dan ketangguhan perempuan kulit hitam dalam menghadapi diskriminasi. Mereka membuktikan bahwa kemampuan dan dedikasi tidak tergantung pada warna kulit atau jenis kelamin.







