Kericuhan Saat Konser Denny Caknan di SUBEC Surabaya
Acara Soft Launching Creative Hub Surabaya Expo (SUBEC) yang diadakan di kawasan eks Hi-Tech Mall atau THR Surabaya berakhir dengan kekacauan. Acara yang diselenggarakan pada Minggu (5/7/2026) malam, bertajuk Konser Pesta Rakyat, menghadirkan penyanyi campursari populer Denny Caknan sebagai bintang tamu utama.
Denny Caknan, yang berasal dari Ngawi, Jawa Timur, dikenal lewat lagu-lagu populer seperti Kartonyono Medot Janji dan Los Dol. Antusiasme penonton sangat tinggi, sehingga memicu kericuhan di lokasi acara. Ribuan penonton memadati area konser hingga menyebabkan gerbang utama jebol, memicu aksi saling dorong dan membuat puluhan orang menjadi korban.
Berdasarkan data Polrestabes Surabaya, sebanyak 21 orang harus mendapatkan penanganan medis, termasuk seorang anggota Babinsa yang bertugas mengamankan acara. Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya mengungkapkan dua petugas gabungan masih menjalani perawatan intensif akibat mengalami patah tulang.
Kronologi Kericuhan
Awalnya, rangkaian acara berlangsung tertib. Gerbang utama dibuka sejak pukul 16.00 WIB dengan pemeriksaan ketat oleh petugas gabungan. Usai jeda salat Maghrib dan Isya, jumlah penonton di luar venue terus bertambah hingga memadati area pintu masuk.
Pukul 19.27 WIB, ribuan orang yang tertahan di luar venue memaksa masuk. Dorongan massa menyebabkan pintu gerbang utama jebol, sehingga area konser mendadak dipenuhi penonton. Pukul 19.45 WIB, kerumunan massa tetap ingin memaksa masuk meskipun ada pagar betis dari petugas pengamanan.
Situasi semakin memanas pada pukul 19.57 WIB. Massa yang tidak mengindahkan arahan petugas terus merangsek masuk hingga memenuhi seluruh area venue. Meski sempat diwarnai ketegangan, aparat keamanan melakukan penyekatan di pintu masuk SUBEC untuk menghalau penonton menuju area depan panggung. Penampilan Denny Caknan yang dimulai sekitar pukul 20.20 WIB tetap berlangsung hingga selesai.
Konser Pesta Rakyat tersebut resmi berakhir pada pukul 21.45 WIB. Massa kemudian berangsur membubarkan diri dengan pengawalan aparat keamanan.
Korban Masih Dirawat
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, mengatakan sebagian besar korban telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis. “Saat ini pasien yang dirawat tersisa 10 orang. Dua pasien di antaranya mengalami luka trauma akibat tertimpa pintu yang jatuh. Sementara korban lainnya ada yang terinjak di bagian perut sehingga mengalami nyeri,” ungkap dr. Billy.
Dalam perkembangan terbaru, Dinkes Surabaya menyebut kondisi korban terus membaik. Dari belasan korban yang sebelumnya dirawat, kini hanya dua orang yang masih menjalani perawatan intensif.
“Untuk kondisi yang lainnya sehat semua, aman, dan sudah dipulangkan,” terang dr. Billy.
Dua korban yang masih dirawat merupakan petugas gabungan yang mengalami cedera berat saat kericuhan berlangsung, yakni seorang anggota TNI dan seorang petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Surabaya.
Menurut dr. Billy, keduanya mengalami patah tulang akibat tertimpa pagar besi ketika gerbang roboh diterjang massa. “Yang anggota TNI mengalami patah tulang kaki, sedangkan petugas Damkar mengalami patah tulang leher. Penyebabnya trauma karena terjatuh dan tertindih pagar besi pembatas,” paparnya.
Saat ini, kedua korban masih menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI) sebelum dilakukan tindakan operasi.
Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kesehatan juga memastikan seluruh biaya pengobatan kedua petugas tersebut akan ditanggung hingga proses pemulihan selesai.







