Perjalanan Fotografer Bengkulu yang Mengubah Hobi Jadi Penghasilan
Andes Syaputra, seorang fotografer asal Bengkulu, membuktikan bahwa hobi dapat menjadi sumber penghasilan. Dengan memanfaatkan keahliannya dalam memotret berbagai aktivitas olahraga, ia berhasil menghasilkan pendapatan tambahan melalui aplikasi Fotou.
Awal Mula Minat Fotografi
Minat Andes terhadap fotografi dimulai saat ia masih duduk di bangku SMK dengan jurusan penyiaran (broadcasting). Di sekolah, ia mulai belajar mengoperasikan kamera dan akhirnya memiliki kamera pertamanya, yaitu Canon 550D. Setelah lulus SMK, ketertarikannya terhadap dunia fotografi terus berkembang, sehingga ia melanjutkan pendidikan di jurusan film.
Pada masa sekolah, memiliki kamera menjadi sesuatu yang istimewa. Tidak banyak pelajar yang memiliki kamera, sehingga aktivitas memotret menjadi pengalaman yang menarik bagi Andes.
Memperoleh Penghasilan dari Fotografi
Perjalanan Andes memperoleh penghasilan dari fotografi melalui aplikasi Fotou dimulai sekitar akhir 2024. Ia melihat orang-orang yang selesai melakukan aktivitas olahraga mencari foto mereka melalui aplikasi tersebut.
“Di FotoYu lebih mudah menjangkau orang yang membutuhkan foto. Orang yang beraktivitas olahraga di pantai, stadion, atau acara bisa mencari fotonya melalui aplikasi,” jelasnya.
Fotografer cukup mengunggah hasil jepretan ke FotoYu. Selanjutnya, orang yang merasa memiliki foto tersebut dapat mencari dan membeli hasil dokumentasi.
Penghasilan yang Menanjak
Menurut Andes, penghasilan dari aktivitas tersebut mulai terasa ketika dirinya semakin rutin memotret. Pada akhir 2025, ia bahkan mengaku bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta dalam satu minggu ketika aktivitas memotret dilakukan secara rutin.
Harga foto bervariasi. Untuk foto harian, para fotografer di Bengkulu memiliki kisaran harga sekitar Rp30 ribu. Sementara itu, harga foto dalam sebuah acara tertentu dapat mencapai sekitar Rp35 ribu.
Selain foto, Andes juga menerima pekerjaan dokumentasi video dengan harga yang berbeda, tergantung kebutuhan dan durasi.
Tips untuk Fotografer Pemula
Bagi fotografer pemula, Andes menyarankan untuk tidak terburu-buru membeli kamera dan lensa dengan harga tinggi. “Kalau belum punya kamera, sewa saja dulu. Banyak tempat yang menyewakan kamera. Kalau belum punya lensa, jangan dipaksakan membeli,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan fotografer tidak hanya ditentukan oleh mahalnya peralatan. Kemampuan menangkap momen juga menjadi faktor penting. Ia menyarankan fotografer pemula mempelajari dasar-dasar fotografi, seperti pengaturan ISO, kecepatan rana, bukaan diafragma, serta pengoperasian kamera secara manual.
Etika dalam Memotret
Selain kemampuan teknis, Andes mengingatkan fotografer untuk memahami etika ketika memotret orang di ruang publik. Menurutnya, fotografer perlu memperhatikan respons orang yang akan dipotret. Jika seseorang menunjukkan tanda tidak ingin difoto, fotografer sebaiknya menghormati dan tidak memaksakan diri.
“Komunikasi itu penting. Kalau orang tidak mau difoto, cukup dihapus. Tidak perlu diperpanjang,” katanya.
Masalah Penggunaan Foto Tanpa Izin
Andes juga menyoroti persoalan penggunaan foto tanpa membeli. Ia mengaku pernah menemukan orang yang menghilangkan tanda air (watermark) dari foto yang dihasilkan fotografer. Menurutnya, tindakan tersebut merugikan fotografer karena setiap foto membutuhkan peralatan, waktu, tenaga, dan proses penyuntingan.
Lokasi Aktivitas Fotografer Olahraga
Di Bengkulu, aktivitas fotografer olahraga saat ini banyak dilakukan di kawasan Pantai Panjang. Selain itu, beberapa fotografer juga memotret aktivitas masyarakat di sejumlah lokasi olahraga dan acara lari.
Kombinasi Hobi dan Penghasilan
Andes mengaku penghasilan dari fotografi cukup membantu kondisi ekonominya. Bahkan, sebagian penghasilan dari memotret digunakan untuk mendukung hobinya yang lain, termasuk membeli perlengkapan olahraga.
“Dari hobi untuk hobi. Hasil memotret digunakan untuk mendukung hobi lari,” ungkapnya.
Kesimpulan
Andes menilai setiap orang sebenarnya dapat mengembangkan hobi menjadi sumber penghasilan apabila memiliki keterampilan yang dapat ditawarkan. Tidak hanya fotografi, menurutnya, kemampuan di bidang musik, pembawa acara, pembuatan konten, hingga keterampilan lainnya juga dapat menjadi peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Bagi fotografer yang ingin mulai menjual karya melalui Fotou, Andes berpesan agar tidak terlalu memikirkan keterbatasan peralatan. “Kalau mau mulai, mulai saja dulu. Belum punya kamera, sewa. Yang penting belajar dan terus menghasilkan karya,” katanya.
Ia juga mengingatkan para fotografer untuk tetap menjaga kesehatan dan keseimbangan antara pekerjaan, hobi, serta kehidupan pribadi. “Selagi menghasilkan, gas terus. Yang penting tetap sehat dan tetap waras,” pungkas Andes.






