Balinale Perkenalkan Kategori Tapestry of Indonesia sebagai Ruang Sineas Lokal Kenalkan Budaya ke Dunia
Bali International Film Festival (Balinale) terus memperluas perannya sebagai wadah bagi sineas lokal untuk menampilkan karya-karya mereka di panggung internasional. Salah satu inisiatif terbaru yang diluncurkan adalah kategori penghargaan Tapestry of Indonesia, yang bertujuan menjadi ruang khusus bagi film-film pendek Indonesia untuk memperkenalkan budaya dan tradisi bangsa kepada dunia.
Kategori ini pertama kali diperkenalkan pada Balinale 2026, dengan fokus pada film dokumenter maupun naratif yang mengangkat isu-isu lokal. Donny Damara, Senior Festival Advisor Balinale, menilai bahwa kategori ini menjadi bukti bahwa cerita-cerita dari sudut pandang lokal memiliki daya tarik universal. Ia menyampaikan bahwa melalui Tapestry of Indonesia, para sineas diberi kesempatan untuk menceritakan Indonesia dengan jujur dan autentik.
“Lewat Tapestry of Indonesia, kami ingin memberi ruang bagi para sineas untuk menceritakan Indonesia dari sudut pandang mereka sendiri. Cerita tentang masyarakat, tradisi, budaya, hingga keberagaman kita punya daya tarik yang universal,” ujarnya.
Penghargaan perdana dalam kategori Tapestry of Indonesia diberikan kepada film Amazing Fantastic Extraordinary People karya Nadina Habsjah dan Yusgunawan Marto. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Ahmad Mahendra, kepada sutradara Nadina Habsjah, produser Adhytia Putra, dan penulis Amanda Simandjuntak.
Dukungan Kementerian Kebudayaan untuk Pengembangan Sineas Lokal
Balinale mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan dalam upaya memperluas peluang sineas Indonesia menembus industri perfilman global. Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan antara jajaran Kementerian Kebudayaan dengan Komite Balinale yang dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ahmad Mahendra, Direktur Film, Musik, dan Seni Irini Dewi Wanti, Pendiri sekaligus Direktur Festival Deborah Gabinetti, serta Donny Damara.
Pertemuan ini menjadi ajang evaluasi penyelenggaraan Balinale 2026 sekaligus membahas persiapan festival edisi ke-20 yang akan digelar pada 1–7 Juni 2027. Beberapa program baru juga dipersiapkan, seperti kolaborasi internasional, inisiatif seni dan pendidikan, serta penguatan kemitraan industri untuk memperbesar peluang sineas Indonesia di pasar global.
Ahmad Mahendra menegaskan bahwa Kementerian Kebudayaan akan terus mendukung Balinale, yang sejak 2024 menyandang status Academy Award Qualifying Festival untuk kategori Best Short Film. Ia menilai bahwa Balinale merupakan pintu masuk bagi sineas Indonesia menuju panggung perfilman dunia.
Visi Balinale: Mempertemukan Komunitas Filmmaker Internasional dan Talent Lokal
Deborah Gabinetti, Founder dan Director Balinale, menjelaskan bahwa festival yang telah berjalan hampir dua dekade ini dibangun untuk mempertemukan komunitas perfilman internasional dengan talenta Indonesia. Ia berharap kolaborasi yang terus terjalin bersama Kementerian Kebudayaan mampu melahirkan semakin banyak kesempatan bagi sineas lokal untuk berkembang.
“Balinale didirikan untuk menciptakan peluang yang bermakna bagi para pembuat film Indonesia dengan membawa komunitas film internasional ke Indonesia sekaligus membawa cerita-cerita Indonesia ke seluruh dunia,” kata Deborah.
Melalui kolaborasi yang terus terjalin dengan Kementerian Kebudayaan, festival ini diharapkan mampu menghadirkan lebih banyak kesempatan bagi talenta lokal untuk berkembang dan membawa cerita Indonesia ke audiens global.
Antusiasme Tinggi pada Balinale 2026
Balinale 2026 mencatat antusiasme tinggi dengan menerima lebih dari 1.300 pendaftaran film dari berbagai negara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 94 film dari 38 negara masuk seleksi resmi, termasuk 23 film Indonesia. Festival itu juga menghadirkan 20 pemutaran perdana dunia, 10 pemutaran perdana internasional, dan 26 pemutaran perdana Asia.
Sekadar informasi, pendaftaran film untuk Balinale edisi ke-20 dijadwalkan dibuka mulai 1 Oktober 2026.






