Pengoperasian Sementara KMP Balibo untuk Mengangkut Kendaraan Logistik
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan mengoperasikan sementara KMP Balibo di lintasan Bira–Pamatata untuk mengurai antrean kendaraan logistik. Pengoperasian kapal tersebut dilakukan sambil menunggu proses pengalihan KMP Awu-Awu ke lintasan Bira–Pamatata.
General Manager ASDP Selayar–Bulukumba, Fauzie Akhmad, mengatakan KMP Balibo telah menjalani ramp check dan dinyatakan memenuhi syarat untuk kembali beroperasi. Namun, operasional kapal tersebut hanya bersifat sementara. “KMP Balibo kami operasikan sementara untuk mengurai antrean kendaraan logistik Bira-Pamatata,” kata Fauzie saat bertemu Bupati Kepulauan Selayar Muhammad Natsir Ali di Rumah Jabatan Bupati, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, rencana penggantian KMP Balibo dengan KMP Awu-Awu telah mendapat persetujuan dari ASDP Pusat. Saat ini, KMP Awu-Awu masih melayani lintasan Batulicin–Garongkong yang menghubungkan Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.
Spesifikasi KMP Awu-Awu
KMP Awu-Awu merupakan kapal penyeberangan jenis roll on-roll off (Ro-Ro) milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Kapal ini direncanakan menggantikan KMP Balibo untuk melayani lintasan Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar, menuju Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba.
Saat ini, KMP Awu-Awu masih beroperasi di lintasan Pelabuhan Andi Mattalatta Garongkong, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, menuju Pelabuhan Batulicin, Kalimantan Selatan. Kapal tersebut melayani angkutan penumpang sekaligus kendaraan antarpulau.
Berdasarkan spesifikasinya, KMP Awu-Awu dibangun pada 2009. Kapal ini memiliki panjang keseluruhan 55,5 meter dengan lebar 14 meter. Sementara kapasitas tonase kotor atau gross tonnage (GT) mencapai 571 GT. Setelah proses administrasi selesai, kapal tersebut akan dipindahkan untuk melayani lintasan Pamatata–Bira.
Bupati Larang KMP Balibo Angkut Penumpang
Bupati Kepulauan Selayar Muhammad Natsir Ali menyatakan menyetujui pengoperasian sementara KMP Balibo. Namun, ia memberikan syarat tegas kepada ASDP. Menurutnya, KMP Balibo hanya boleh mengangkut kendaraan logistik, khususnya truk pengangkut kebutuhan pokok. Kapal tersebut tidak diperkenankan mengangkut penumpang.
“Saya memberi izin dengan catatan KMP Balibo hanya beroperasi sementara dan khusus melayani kendaraan logistik seperti truk,” kata Natsir. Ia juga meminta ASDP segera merealisasikan pengoperasian KMP Awu-Awu di lintasan Pamatata–Bira.
Menurutnya, kehadiran kapal pengganti diperlukan agar pelayanan penyeberangan kembali normal dan lebih aman.
Pernah Minta Operasional KMP Balibo Dihentikan
Sikap tegas Bupati Selayar terhadap KMP Balibo bukan kali ini saja. Sebelumnya, Muhammad Natsir Ali telah meminta PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menghentikan sementara operasional KMP Balibo di lintasan Pamatata–Bira. Permintaan tersebut disampaikan melalui surat resmi Nomor 285/500.11/VII/2026 tertanggal 18 Juli 2026 yang ditujukan kepada Senior General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Makassar.
Langkah itu diambil setelah KMP Balibo kembali mengalami gangguan teknis saat berlayar pada Sabtu (18/7/2026). Dalam surat tersebut, Bupati menegaskan gangguan teknis itu bukan yang pertama kali terjadi. Menurutnya, KMP Balibo telah beberapa kali mengalami kerusakan saat beroperasi sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan penumpang dan awak kapal.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar meminta operasional kapal dihentikan sementara hingga dilakukan evaluasi menyeluruh sesuai standar keselamatan pelayaran dan tersedia kapal pengganti yang layak beroperasi.
“Keselamatan masyarakat tidak boleh dikompromikan. Pelayanan penyeberangan harus tetap berjalan, tetapi aspek keamanan dan keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama,” tegas Natsir. Ia juga mendesak PT ASDP segera mengoperasikan KMP Awu-Awu sebagai pengganti.
Menurutnya, lintasan Pamatata–Bira merupakan jalur strategis yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat Kepulauan Selayar, baik untuk angkutan penumpang maupun distribusi barang dan kebutuhan pokok.
Insiden yang Pernah Terjadi
Pengoperasian sementara KMP Balibo diharapkan dapat memperlancar distribusi kebutuhan pokok ke Kabupaten Kepulauan Selayar sekaligus mengurangi antrean kendaraan barang di Pelabuhan Bira dan Pelabuhan Pamatata. Sebelumnya, KMP Balibo beberapa kali mengalami insiden saat melayani penyeberangan Bira–Pamatata.
Dua pekan lalu, kapal tersebut mengalami mati mesin di tengah laut ketika mengangkut penumpang. Peristiwa itu terjadi saat cuaca buruk disertai angin kencang dan gelombang tinggi sehingga sempat memicu kepanikan penumpang. Sebelumnya, KMP Balibo juga pernah menabrak dermaga Pelabuhan Pamatata hingga mengakibatkan kerusakan fasilitas pelabuhan dan sejumlah sepeda motor milik penumpang.






