Dampak Pemadaman Listrik terhadap Peternakan Ayam di Kalimantan Tengah
Pemadaman listrik yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) memberikan dampak signifikan terhadap keberlangsungan usaha peternak ayam. Bagi para pelaku usaha ini, pasokan listrik sangat penting untuk mengoperasikan berbagai sistem penunjang seperti penerangan, ventilasi, dan peralatan lainnya yang memengaruhi kondisi kandang serta produktivitas ternak.
Dampak dari pemadaman listrik tidak hanya menghambat aktivitas operasional, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Hal ini menyebabkan beberapa langkah diambil oleh pihak terkait untuk membantu meringankan beban para peternak. Salah satunya adalah bantuan berupa unit generator set (genset) yang diberikan kepada pelaku UMKM peternak ayam yang terdampak.
Bantuan Generators Set untuk Peternak Ayam
Anggota Komisi I DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Andina Thresia Narang, memberikan bantuan berupa genset kepada pelaku UMKM peternak ayam yang terkena dampak pemadaman listrik. Menurut Andina, sektor UMKM, termasuk peternakan rakyat, menjadi salah satu penopang perekonomian daerah sehingga keberlangsungan operasionalnya perlu mendapat perhatian serius.
Ia menjelaskan bahwa bagi peternak ayam, pasokan listrik dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem penerangan, ventilasi, hingga berbagai peralatan penunjang yang memengaruhi kondisi kandang dan produktivitas ternak. “Pemadaman listrik tidak hanya menghambat aktivitas usaha, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi para peternak. Karena itu, saya berharap bantuan genset ini dapat menjadi solusi agar usaha tetap berjalan dan produktivitas tetap terjaga,” ujar Andina.
Andina juga menambahkan bahwa aspirasi masyarakat akan terus menjadi perhatian melalui Rumah Aspirasi maupun berbagai kegiatan kunjungan ke daerah. Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk pelaku UMKM, memerlukan solusi yang dapat langsung dirasakan manfaatnya.
Tanggapan dari Pelaku Usaha
Para penerima bantuan menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Mereka menilai keberadaan genset akan membantu menjaga operasional peternakan ketika terjadi pemadaman listrik, sehingga risiko kerugian akibat terganggunya aktivitas usaha dapat ditekan.
Andina berharap semakin banyak pelaku UMKM di Kalimantan Tengah mampu mempertahankan usahanya dan meningkatkan produktivitas meski menghadapi berbagai tantangan di lapangan. “Harus ada sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi kerakyatan serta menciptakan iklim usaha yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” tandas Andina.
Percepatan Pemulihan oleh PLN
Di sisi lain, PT PLN (Persero) mempercepat pemulihan sejumlah unit pembangkit yang mengalami gangguan pada Sistem Interkoneksi Kalimantan. Tujuannya adalah untuk mengembalikan keandalan pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng).
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Iwan Soelistijono, mengatakan PLN mengerahkan personel terbaik dan memperkuat koordinasi dengan pengelola pembangkit agar pasokan listrik segera kembali normal. “Bersama pengelola pembangkit dan seluruh pemangku kepentingan, PLN mengerahkan personel terbaik serta memperkuat koordinasi teknis agar pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dapat segera kembali optimal,” kata Iwan.
Gangguan pada Pembangkit Listrik
Sebelumnya, gangguan terjadi pada generator PLTU Asam-Asam serta kebocoran pipa boiler dan turbin di dua unit pembangkit milik Independent Power Producer (IPP). Kondisi tersebut mengurangi kapasitas pasokan listrik sehingga berdampak pada terbatasnya suplai listrik di sebagian wilayah Kalselteng.
Fokus utama PLN saat ini adalah mempercepat penyelesaian perbaikan di seluruh unit pembangkit yang terdampak. Seluruh tim bekerja tanpa henti bersama pengelola pembangkit untuk mempercepat proses perbaikan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kualitas pekerjaan.
PLN menargetkan sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mulai berangsur pulih pada pekan pertama Agustus 2026 seiring unit-unit pembangkit kembali beroperasi secara bertahap setelah menyelesaikan seluruh tahapan pengujian.
Pengaturan Beban dan Imbauan Pengguna
Selama proses pemulihan berlangsung, PLN menerapkan pengaturan beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah untuk menjaga stabilitas Sistem Interkoneksi Kalimantan sekaligus memberikan ruang bagi proses perbaikan pembangkit. PLN juga mengimbau pelanggan menggunakan listrik secara bijak, terutama pada pukul 18.00–21.00 WITA, dengan mematikan peralatan yang tidak digunakan, mengatur suhu pendingin ruangan di atas 24 derajat Celsius, serta memanfaatkan peralatan hemat energi.
Iwan memastikan PLN akan terus menyampaikan perkembangan proses pemulihan melalui kanal komunikasi resmi dan mengerahkan seluruh sumber daya agar pasokan listrik di Kalselteng dapat kembali normal secepatnya. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan pengertian seluruh pelanggan. Partisipasi masyarakat dalam menggunakan listrik secara efisien akan membantu menjaga keseimbangan sistem selama proses pemulihan berlangsung,” kata dia.




