Perburuan Gelar Top Skor Piala AFF 2026 yang Semakin Ketat
Perburuan gelar pencetak gol terbanyak dalam Piala AFF 2026, yang kini berganti nama menjadi ASEAN Championship, berjalan sangat sengit. Mitchell Baker, striker muda Timnas Indonesia, berhasil memimpin daftar dengan mengoleksi 4 gol dari dua pertandingan. Ia diikuti oleh Paulo Josue (Malaysia) dan Nguyen Dinh Bac (Vietnam) yang masing-masing mencetak 3 gol. Sementara itu, beberapa pemain lain seperti Than Paing (Myanmar), Ilhan Fandi (Singapura), Kakana Khamyok (Thailand), dan Hendrio (Vietnam) masing-masing memiliki 2 gol.
Mitchell Baker menunjukkan performa luar biasa sejak awal turnamen. Dalam laga perdana Timnas Indonesia melawan Kamboja, ia mencetak hattrick. Gol pertama datang dari sundulan pada menit ke-6 babak pertama, kemudian dia menggandakan keunggulan Indonesia pada menit ke-15, dan menutup hat-tricknya di menit ke-56 babak kedua. Performanya ini membuatnya dinobatkan sebagai Man of the Match dalam laga tersebut.
Dalam laga kedua, Mitchell juga mencetak satu gol tambahan saat Indonesia mengalahkan Timor Leste dengan skor 3-0. Gol ini menjadi penutup kemenangan tim. Sejumlah media luar negeri bahkan menyebutnya sebagai “Haaland-nya Indonesia” karena performanya yang luar biasa.
Kiprah Paulo Josue yang Tidak Mampu Menyalip Mitchell Baker
Pemain veteran Malaysia, Paulo Josue, gagal menyalip Mitchell Baker dalam perburuan top skor. Meskipun telah mengoleksi tiga gol dari tiga pertandingan, ia tidak mampu mencatatkan gol dalam laga melawan Thailand. Meski tampil penuh selama 90 menit, ketatnya pertahanan lawan membuatnya tidak mampu mencetak gol. Hasilnya, Malaysia kalah 2-0 dari Thailand.
Paulo Josue sebelumnya mencatatkan dua gol dalam laga pembuka melawan Myanmar dan satu gol dalam laga melawan Laos. Namun, ia harus puas dengan tiga gol setelah gagal mencetak gol dalam laga melawan Thailand.
Performa Nguyen Dinh Bac yang Juga Menguntit
Pemain Vietnam, Nguyen Dinh Bac, juga menguntit Mitchell Baker dengan koleksi tiga gol. Ia gagal menambah gol dalam laga melawan Singapura yang berakhir imbang tanpa gol. Meski begitu, ia tetap menjadi ancaman serius dalam perburuan gelar top skor.
Peluang Mitchell Baker untuk Menambah Gol
Mitchell Baker masih memiliki peluang besar untuk menambah koleksi golnya dalam dua laga terakhir babak penyisihan Grup A. Timnas Indonesia akan menghadapi Vietnam dan Singapura. Pertandingan melawan Vietnam akan digelar di Stadion Pakansari Bogor pada Senin (3/8/2026) pukul 20.30 WIB, sedangkan laga melawan Singapura akan berlangsung di Stadion Jalan Besar, Kallang, Singapura pada Jumat (7/8/2026) pukul 20.00 WIB.
Daftar Sementara Pencetak Gol Terbanyak
Berikut adalah daftar sementara pencetak gol terbanyak dalam Piala AFF 2026:
- 4 Gol: Mitchell Baker (Indonesia)
- 3 Gol: Paulo Josue (Malaysia), Nguyen Dinh Bac (Vietnam)
- 2 Gol: Than Paing (Myanmar), Ilhan Fandi (Singapura), Kakana Khamyok (Thailand), Hendrio (Vietnam)
Profil Mitchell Baker
Mitchell Baker memiliki nama lengkap Mitchell Lee Baker. Ia lahir di Melbourne, Australia, pada 11 Desember 2006. Ayahnya adalah warga negara Australia asal Geelong, sedangkan ibunya berasal dari Yogyakarta dan Semarang. Mitchell memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ibu.
Karier sepak bolanya dimulai saat usia 10 tahun bersama Hong Kong Football Club. Tiga tahun kemudian, ia melanjutkan pembinaan di Australia bersama Northcote City dan Melbourne Victory. Pada usia 15 tahun, Mitchell pindah ke Amerika Serikat untuk bergabung dengan Black Rock FC. Ia kemudian memperkuat tim Georgetown University sambil menjalani pendidikan.
Berkat performa yang konsisten, Mitchell terpilih dalam MLS SuperDraft oleh klub Major League Soccer (MLS), Colorado Rapids. Awal 2026 menjadi langkah penting dalam kariernya setelah Colorado Rapids memilih namanya melalui MLS SuperDraft. Ia dijadwalkan bergabung dengan klub tersebut pada akhir tahun 2026 ini.
Bergabung dengan Timnas Indonesia
Mitchell Baker baru saja resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) setelah menjalani pengambilan sumpah pada 13 Juli 2026. Dengan status sebagai WNI, Mitchell kini membuka lembaran baru bersama Timnas Indonesia. Setelah resmi menjadi WNI, ia langsung bertolak ke Bali untuk mengikuti pemusatan latihan tahap dua.
PSSI menyiapkan Mitchell Baker sebagai salah satu opsi di lini serang Timnas Indonesia untuk menghadapi ASEAN Championship 2026. Kehadirannya diharapkan menambah variasi permainan di bawah arahan John Herdman.
Biodata Mitchell Baker
- Nama Lengkap: Mitchell Lee Baker
- Tanggal Lahir: 11 Desember 2006
- Usia: 19 Tahun
- Tempat Lahir: Melbourne, Australia
- Tinggi Badan: 196–197 cm
- Posisi Bermain: Penyerang Tengah / Striker (Target Man)
Garis Keturunan Indonesia
Mitchell memperoleh hak kewarganegaraan Indonesia melalui garis keturunan ibunya, Maureen Lee Baker:
- Kakek: Han Koen Lie, lahir di Yogyakarta pada 19 Januari 1937.
- Nenek: Li Nio The Lie, lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 27 Mei 1940.
- Ayah: Daniel Robert Baker, seorang warga negara Australia asal Geelong.
Perjalanan Karier Klub
Meskipun usianya masih sangat muda, Mitchell memiliki rekam jejak karier lintas benua yang cukup kaya.
- Awal Karier (Hong Kong & Australia): Bergabung dengan akademi Hong Kong Football Club pada usia 10 tahun. Tiga tahun setelahnya, ia pindah ke Australia untuk membela Northcote City dan akademi Melbourne Victory (2020–2022).
- Karier di Amerika Serikat: Pada tahun 2022–2024, ia merantau ke AS untuk bergabung dengan Black Rock FC junior. Ia lalu bermain di kompetisi sepak bola perguruan tinggi AS (NCAA) bersama Georgetown University (Georgetown Hoyas) pada 2024.
- Draft MLS & Masa Peminjaman: Berkat penampilan tajamnya di level universitas, ia terpilih pada urutan ke-10 dalam ajang MLS SuperDraft 2025 oleh klub kasta tertinggi Amerika Serikat, Colorado Rapids. Sebelum resmi bergabung dengan skuad utama Colorado pada akhir 2026, ia dipinjamkan ke klub Vermont Green FC untuk menambah jam terbang.
Karakteristik Permainan
Sebagai penyerang bertipe target man, keunggulan utama Mitchell terletak pada kekuatan fisiknya yang menjulang tinggi. Ia sangat diandalkan dalam memenangkan duel udara, menyapu umpan silang dengan sundulan, serta memiliki kemampuan menahan bola (hold-up play) untuk memantulkan umpan ke rekan setimnya. Kehadirannya memberikan variasi taktik baru bagi pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.




