Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    4 Fakta Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2, 231 Penumpang Selamat

    6 Agustus 2026

    Evaluasi Bernardo Tavares jelang laga melawan Arema FC! Lawan Persebaya Surabaya di semifinal Piala Presiden 2026

    6 Agustus 2026

    MRT Siapkan TOD Lebak Bulus, Poins Square Berpeluang Bangkit Kembali

    6 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 6 Agustus 2026
    Trending
    • 4 Fakta Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2, 231 Penumpang Selamat
    • Evaluasi Bernardo Tavares jelang laga melawan Arema FC! Lawan Persebaya Surabaya di semifinal Piala Presiden 2026
    • MRT Siapkan TOD Lebak Bulus, Poins Square Berpeluang Bangkit Kembali
    • Kronologi Perampokan Wanita dengan Golok dan Kondisi Mulut Dilakban ke Polsek
    • Dzikir dan Doa Setelah Sholat: Arab, Latin, Terjemahan
    • 7 Kesalahan Umum Latihan Maraton yang Harus Dihindari
    • Tempat makan enak dekat Mangkunegaran Solo dengan nuansa estetik
    • Penginapan Alam Segar di Bandung, 7 Pilihan Staycation Ideal
    • Harga Emas Hari Ini, Antam Naik Rp7 Ribu/Gram, Ini Daftar Terbaru
    • Iran Ancam Serang Lagi Jika AS Serang: Ladang Minyak Negara Lain Jadi Target
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Tips»Ketersediaan becak listrik masih kurang menggantikan banyaknya bentor di Malioboro

    Ketersediaan becak listrik masih kurang menggantikan banyaknya bentor di Malioboro

    adm_imradm_imr6 Agustus 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Ketersediaan Becak Listrik di Yogyakarta Masih Kurang

    Jumlah armada becak kayuh bertenaga listrik (becak listrik) untuk menggantikan becak motor (bentor) di Yogyakarta disebut masih terbatas. Padahal, pemberlakuan kebijakan kawasan pedestrian penuh (full pedestrian) di Malioboro semakin dekat. Jelang pemberlakuan full pedestrian Malioboro pada akhir November 2026—di mana kawasan itu harus steril dari kendaraan bermotor—masih ada ketimpangan antara jumlah ketersediaan armada becak alternatif atau bentrik dengan banyaknya pengemudi bentor.

    Kondisi tersebut membuat Pemda DIY dalam dilema. Pasalnya, Pemda DIY berkejaran dengan target sterilisasi kawasan dari kendaraan bermotor, di sisi lain mata pencaharian ratusan pengemudi bentor tidak bisa dikesampingkan. Ketersediaan bentrik sebagai pengganti becak motor masih jauh dari cukup sehingga dikhawatirkan memicu hilangnya mata pencaharian ratusan pengemudi bentor tersebut.

    Distribusi Bentrik

    Berdasarkan data Dishub DIY, sejak 2023 pemerintah memang telah berupaya mendistribusikan armada pengganti. Hingga saat ini, baru tersalurkan sekitar 90 unit melalui koperasi pengemudi becak, 200 unit dari program kementerian, serta 50 unit bantuan terbaru dari PT KAI. Angka ini dinilai paguyuban masih belum cukup menutupi jumlah riil bentor yang beroperasi di lapangan.

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Chrestina Erni, menegaskan bahwa pihaknya belum berani mengeluarkan hak diskresi operasional bagi pengemudi bentor yang belum mendapatkan unit bentrik. Diketahui sebelumnya telah dilakukan audiensi antara jajaran Dishub DIY bersama Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PBMY) di Ruang Rapat Dishub DIY, Kamis (30/7/2026) lalu. Pertemuan yang turut dihadiri Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Anna Rina Herbranti, Ketua Umum PBMY Parmin, Komandan Satgas Malioboro Heru Santoso, serta Ketua Koperasi Jasa Becak Wisata Yogyakarta Petrus Juli Hartono ini menjadi ruang adu gagasan antara aturan dan urusan perut masyarakat terdampak.

    “Pemerintah Daerah DIY tetap berkomitmen melaksanakan transformasi becak motor menuju becak listrik sebagai bagian dari upaya penataan kawasan Sumbu Filosofi dan Malioboro yang mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, serta pelestarian kawasan. Hingga saat ini penyediaan becak listrik telah dilakukan secara bertahap melalui dukungan berbagai pihak, baik dari Pemerintah Daerah DIY, PT KAI, PIP, maupun bantuan Presiden Republik Indonesia,” papar Erni.

    Rencana Penertiban

    Erni secara terbuka mengakui adanya ketimpangan antara jumlah pengemudi bentor dengan ketersediaan armada pengganti jelang tenggat waktu November mendatang. “Namun kami juga memahami bahwa jumlah yang tersedia saat ini belum dapat mengakomodasi seluruh pengemudi becak motor. Terkait aspirasi PBMY mengenai operasional bentor selama masa transisi, kami menerima dan mencatat seluruh masukan tersebut. Selanjutnya aspirasi tersebut akan kami laporkan dan koordinasikan bersama pimpinan Pemerintah Daerah DIY serta Pemerintah Kota Yogyakarta. Mengenai kebijakan operasional di kawasan Malioboro, keputusan akan diambil secara bersama sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga kami belum dapat menyampaikan adanya kebijakan diskresi sebelum terdapat keputusan resmi dari pimpinan,” tegasnya.

    Selain menuntut kelonggaran di bulan November, para pengemudi juga menyoroti kebijakan Car Free Day (CFD) yang kini rutin digelar setiap Sabtu dan Minggu pukul 05.00–09.00 WIB. Penutupan jalan secara penuh dinilai mencekik urat nadi ekonomi para pengemudi becak, juru parkir, hingga pelaku UMKM di jam-jam krusial tersebut.

    Terkait desakan kompensasi ekonomi dan potensi konflik di lapangan jika pada November nanti transisi belum mencapai 100 persen, Erni memberikan pandangannya. Ia menjamin bahwa penertiban akan menjauhi langkah represif. “Kami memahami bahwa yang menjadi perhatian utama para pengemudi adalah keberlangsungan mata pencaharian mereka selama proses transisi. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah DIY memandang bahwa transformasi menuju becak listrik tidak hanya berbicara mengenai penggantian kendaraan, tetapi juga harus memperhatikan aspek sosial dan ekonomi masyarakat,” ungkap Erni.

    Lebih lanjut, ia memastikan pendekatan penyelesaian di lapangan akan bertumpu pada dialog. “Apabila dalam masa transisi masih terdapat pengemudi yang belum memperoleh becak listrik, maka pendekatan yang kami kedepankan adalah komunikasi, sosialisasi, dan koordinasi dengan seluruh pihak, termasuk paguyuban pengemudi. Pada prinsipnya, Pemerintah Daerah DIY menginginkan agar proses penataan kawasan Malioboro dapat berjalan sesuai ketentuan, namun tetap mengedepankan pendekatan yang humanis, persuasif, dan dialogis sehingga tujuan penataan kawasan dapat tercapai tanpa mengabaikan aspek sosial kemasyarakatan,” tuturnya.

    “Pemerintah Daerah DIY tidak memandang penataan kawasan Malioboro dan perlindungan mata pencaharian masyarakat sebagai dua hal yang saling bertentangan. Justru keduanya harus berjalan beriringan melalui proses transisi yang terukur, dialog yang terbuka, dan koordinasi yang baik antar seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Erni.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Bawa urine dalam botol, pilot Malaysia coba tipu petugas narkoba internasional

    By adm_imr6 Agustus 20261 Views

    Pemain Bintang Malaysia Gagal Kalahkan Baker di Piala AFF 2026

    By adm_imr5 Agustus 20261 Views

    Peternak Ayam Terancam Akibat Gangguan Pasokan Listrik di Kalimantan Tengah

    By adm_imr5 Agustus 20263 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    4 Fakta Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2, 231 Penumpang Selamat

    6 Agustus 2026

    Evaluasi Bernardo Tavares jelang laga melawan Arema FC! Lawan Persebaya Surabaya di semifinal Piala Presiden 2026

    6 Agustus 2026

    MRT Siapkan TOD Lebak Bulus, Poins Square Berpeluang Bangkit Kembali

    6 Agustus 2026

    Kronologi Perampokan Wanita dengan Golok dan Kondisi Mulut Dilakban ke Polsek

    6 Agustus 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?