Ringkasan Berita
Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025 menunjukkan bahwa Kota Bontang menjadi daerah dengan rata-rata pengeluaran makanan per kapita per bulan tertinggi di Kalimantan Timur. Tingginya angka ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti aktivitas ekonomi, biaya hidup, distribusi logistik, serta karakteristik wilayah, terutama di kawasan industri, perkotaan, dan daerah pedalaman.
Secara keseluruhan, rata-rata pengeluaran masyarakat Kalimantan Timur mencapai Rp2.117.354 per kapita per bulan. Pengeluaran ini mencakup berbagai kebutuhan, termasuk makanan, bukan makanan, hingga kebutuhan harian lainnya. Data tersebut sering digunakan sebagai indikator untuk melihat dinamika ekonomi rumah tangga di berbagai wilayah.
Faktor yang Mempengaruhi Pengeluaran Makanan
Pengeluaran per kapita merupakan rata-rata biaya yang dikeluarkan setiap individu dalam satu bulan untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Khusus untuk pengeluaran makanan, komponen yang dihitung meliputi pembelian bahan pangan, makanan dan minuman jadi, serta berbagai kebutuhan konsumsi harian rumah tangga.
Wilayah perkotaan dengan aktivitas ekonomi tinggi biasanya mencatat pengeluaran makanan lebih besar dibanding wilayah lainnya. Namun, beberapa daerah nonperkotaan juga menunjukkan angka tinggi akibat faktor distribusi barang, biaya logistik, dan karakteristik ekonomi daerah setempat.
Kota Bontang Jadi Daerah dengan Pengeluaran Makanan Tertinggi
Kota Bontang menempati posisi pertama sebagai daerah dengan pengeluaran makanan per kapita per bulan tertinggi di Kalimantan Timur tahun 2025. Berdasarkan data BPS, rata-rata pengeluaran makanan masyarakat Kota Bontang mencapai Rp1.042.229 per kapita per bulan. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibanding seluruh kabupaten dan kota lain di provinsi tersebut.
Selain pengeluaran makanan yang tinggi, Bontang juga mencatat pengeluaran bukan makanan sebesar Rp1.617.463 per kapita per bulan. Dengan demikian, total pengeluaran masyarakat Bontang mencapai Rp2.659.692 per kapita per bulan. Besarnya angka tersebut tidak terlepas dari karakteristik Kota Bontang sebagai kawasan industri besar di Kalimantan Timur. Kota ini dikenal sebagai pusat industri pupuk dan gas nasional dengan tingkat aktivitas ekonomi yang tinggi.
Kabupaten Kutai Timur Masuk Posisi Kedua
Di posisi kedua terdapat Kabupaten Kutai Timur dengan rata-rata pengeluaran makanan sebesar Rp1.036.549 per kapita per bulan. Kutai Timur juga menjadi salah satu daerah dengan total pengeluaran tertinggi di Kalimantan Timur, yakni mencapai Rp2.164.066 per kapita per bulan. Sementara pengeluaran bukan makanan masyarakat di wilayah tersebut tercatat sebesar Rp1.127.517.
Kutai Timur merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas pertambangan dan perkebunan cukup besar di Kalimantan Timur. Kondisi ekonomi daerah yang ditopang sektor industri ekstraktif turut memengaruhi tingkat konsumsi masyarakat.
Kota Balikpapan Menjadi Kota dengan Konsumsi Tinggi
Kota Balikpapan berada di posisi ketiga dengan rata-rata pengeluaran makanan mencapai Rp1.018.331 per kapita per bulan. Sebagai salah satu kota terbesar di Kalimantan Timur sekaligus pintu gerbang utama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan memiliki aktivitas ekonomi yang sangat tinggi.
Pengeluaran bukan makanan masyarakat Balikpapan bahkan tercatat lebih besar dibanding pengeluaran makanan, yakni mencapai Rp1.516.917 per kapita per bulan. Secara total, rata-rata pengeluaran masyarakat Balikpapan mencapai Rp2.535.248 per kapita per bulan, menjadikannya salah satu daerah dengan biaya hidup tertinggi di provinsi tersebut.
Berau dan Mahakam Ulu Lengkapi Lima Besar
Kabupaten Berau menempati posisi keempat dalam daftar daerah dengan pengeluaran makanan tertinggi di Kalimantan Timur. Rata-rata pengeluaran makanan masyarakat Berau tercatat sebesar Rp994.927 per kapita per bulan. Sementara pengeluaran bukan makanan mencapai Rp1.252.842 sehingga total pengeluaran masyarakat mencapai Rp2.247.769 per kapita per bulan.
Di posisi kelima terdapat Kabupaten Mahakam Ulu dengan rata-rata pengeluaran makanan sebesar Rp977.726 per kapita per bulan. Meski pengeluaran bukan makanan di Mahakam Ulu hanya Rp817.073, angka konsumsi makanan di wilayah ini tergolong tinggi. Total pengeluaran masyarakat Mahakam Ulu mencapai Rp1.794.799 per kapita per bulan.
Daftar 5 Daerah dengan Pengeluaran Makanan Tertinggi di Kalimantan Timur
Berikut lima daerah dengan rata-rata pengeluaran makanan per kapita per bulan tertinggi berdasarkan Susenas Maret 2025:
Kota Bontang
Pengeluaran makanan: Rp1.042.229
Pengeluaran bukan makanan: Rp1.617.463
Total pengeluaran: Rp2.659.692Kabupaten Kutai Timur
Pengeluaran makanan: Rp1.036.549
Pengeluaran bukan makanan: Rp1.127.517
Total pengeluaran: Rp2.164.066Kota Balikpapan
Pengeluaran makanan: Rp1.018.331
Pengeluaran bukan makanan: Rp1.516.917
Total pengeluaran: Rp2.535.248Kabupaten Berau
Pengeluaran makanan: Rp994.927
Pengeluaran bukan makanan: Rp1.252.842
Total pengeluaran: Rp2.247.769Kabupaten Mahakam Ulu
Pengeluaran makanan: Rp977.726
Pengeluaran bukan makanan: Rp817.073
Total pengeluaran: Rp1.794.799
Rata-rata Pengeluaran Masyarakat Kalimantan Timur
Secara keseluruhan, rata-rata pengeluaran makanan masyarakat Kalimantan Timur pada tahun 2025 mencapai Rp956.141 per kapita per bulan. Sementara rata-rata pengeluaran bukan makanan tercatat sebesar Rp1.161.212. Dengan demikian, total rata-rata pengeluaran masyarakat Kalimantan Timur mencapai Rp2.117.354 per kapita per bulan.
Daerah dengan Pengeluaran Lebih Rendah
Meski beberapa daerah mencatat pengeluaran tinggi, ada pula wilayah dengan angka konsumsi lebih rendah dibanding rata-rata provinsi. Kabupaten Paser misalnya mencatat pengeluaran makanan sebesar Rp873.834 dan total pengeluaran Rp1.708.582 per kapita per bulan. Sementara Kutai Kartanegara memiliki pengeluaran makanan Rp912.088 dengan total Rp1.825.441. Kota Samarinda sebagai ibu kota provinsi mencatat pengeluaran makanan Rp916.417 dan total pengeluaran Rp2.097.669. Penajam Paser Utara yang menjadi wilayah penyangga utama IKN mencatat pengeluaran makanan Rp911.325 dan total Rp2.032.000 per kapita per bulan. Kutai Barat juga mencatat pengeluaran makanan cukup tinggi sebesar Rp959.711 dengan total pengeluaran Rp1.917.102.
Gambaran Kondisi Ekonomi dan Biaya Hidup
Data pengeluaran konsumsi rumah tangga sering digunakan sebagai salah satu indikator untuk melihat kondisi ekonomi masyarakat suatu daerah. Semakin tinggi pengeluaran masyarakat, biasanya menunjukkan tingkat aktivitas ekonomi yang juga tinggi. Namun, hal tersebut juga dapat menggambarkan meningkatnya biaya hidup di wilayah tertentu.
Wilayah perkotaan seperti Balikpapan dan Bontang umumnya memiliki pengeluaran tinggi karena biaya kebutuhan sehari-hari, layanan, dan harga barang relatif lebih mahal dibanding daerah lain. Sementara di wilayah pedalaman seperti Mahakam Ulu, tingginya pengeluaran makanan bisa dipengaruhi distribusi logistik dan keterbatasan akses transportasi.
Data Susenas Maret 2025 ini menjadi gambaran penting mengenai pola konsumsi masyarakat Kalimantan Timur di tengah pertumbuhan ekonomi daerah yang terus berkembang, termasuk dampak pembangunan Ibu Kota Nusantara di kawasan tersebut.



