Waktu Sholat Maghrib dan Pentingnya Membaca Doa Setelah Sholat
Waktu sholat Maghrib merupakan salah satu dari lima waktu sholat fardhu yang memiliki keistimewaan tersendiri. Waktu ini dianggap singkat, namun memiliki makna yang dalam dalam kehidupan seorang Muslim. Oleh karena itu, pada waktu Maghrib mengajarkan tentang kedisiplinan dan ketekunan dalam menjalankan ibadah.
Jika Anda mendirikan sholat fardhu 5 waktu Maghrib, jangan lupa menyempurnakannya dengan membaca doa setelah sholat Maghrib. Salah satu fungsi utamanya adalah mencegah seseorang dari perbuatan dosa dan juga maksiat. Selain itu, doa setelah sholat Maghrib juga bisa menjadi sarana untuk memperoleh keberkahan dan keselamatan.
Sholat Maghrib memiliki keutamaan dan manfaat besar dalam Islam, baik dari sisi spiritual maupun fisik. Waktunya yang singkat dan berada di peralihan antara siang dan malam menjadikannya istimewa. Apalagi jika Anda melengkapi sholat dengan membaca doa setelah sholat Maghrib.
Keistimewaan Waktu Maghrib
- Waktu Mustajab untuk Berdoa dan Memperoleh Keberkahan
Waktu Maghrib sering disebut sebagai waktu yang penuh berkah. Setelah matahari terbenam, suasana yang tenang dan damai memberikan kesempatan bagi seorang Muslim untuk merefleksikan diri, bersyukur atas nikmat yang diberikan sepanjang hari, dan memohon ampunan.
Diterimanya Taubat: Sholat Maghrib menjadi waktu yang istimewa untuk bertaubat. Disebutkan dalam beberapa riwayat, waktu ini adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam AS setelah memakan buah khuldi.
Waktu Emas untuk Berdoa: Waktu antara Maghrib dan Isya’ juga dikenal sebagai salah satu waktu yang mustajab. Berdiam diri di masjid pada waktu ini untuk berdzikir, membaca Al-Qur’an, dan berdoa sangat dianjurkan.
- Melatih Kedisiplinan dan Ketaatan
Waktu sholat Maghrib adalah yang paling singkat di antara sholat fardhu lainnya. Hal ini melatih umat Islam untuk disiplin dan tidak menunda-nunda ibadah.
Pentingnya Sholat Tepat Waktu: Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa umatnya akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka tidak mengakhirkan sholat Maghrib sampai munculnya bintang di langit. Hal ini menunjukkan bahwa menyegerakan sholat Maghrib di awal waktu adalah perbuatan yang sangat dianjurkan.
- Perlindungan dan Penghapus Dosa
Pencegah dari Perbuatan Keji: Sebagaimana sholat lainnya, sholat Maghrib juga berfungsi sebagai benteng yang kuat untuk mencegah seseorang dari perbuatan dosa dan maksiat, baik yang keji maupun yang mungkar.
Perlindungan dari Setan: Melaksanakan sholat Maghrib di awal waktu, terutama secara berjamaah, juga dapat memberikan perlindungan diri dan keluarga dari godaan serta tipu daya setan.
Bacaan Doa Setelah Sholat Maghrib
Berikut ini bacaan doa setelah sholat maghrib dalam bahasa Latin dan artinya dalam bahasa Indonesia:
Latin:
“BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM. ALHAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN, HAMDAN YUWAAFII NI’AMAHU WAYUKAAFII MAZIIDAHU. YA RABBANAA LAKAL HAMDU KAMAA YAN BAGHII LIJALAALI WAJHIKAWAAZHIIMI SULTHAANIKA. ALLAHUMMA SHALLI ‘AL A A SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA’ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD”.
Artinya:
“Dengan nama Allah Pengasih dan Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Dengan puji yang sebanding dengan nikmat-Nya dan menjamin tambahannya. Ya Allah Tuhan Kami, bagi-Mu segala puji dan segala apa yang patut atas keluhuran DzatMu dan Keagungan kekuasaanMu. “Ya Allah! Limpahkanlah rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad dan sanak keluarganya.”
Latin:
“ALLAHUMMA RABBANAA TAQABBAL MINNAA SHALAATAANA WASHI YAAMANAA WARUKUU’ANAA WASUJUUDANAA WAQU’UUDANAA WATADLARRU’ANAA, WATAKHASYSYu’ANAA WATA’ABBUDANAA, WATAMMIM TAOSHIIRANAA YAA ALLAH YAA RABBAL’AALA MIIN”.
Artinya:
“Ya Allah terima shalat kami, puasa kami, ruku’ kami, sujud kami, duduk rebah kami, khusyu’ kami, pengabdian kami, dan sempurnakanlah apa yang kami lakukan selama shalat ya Allah. Tuhan seru sekalian Alam”.
Bacaan Dzikir Setelah Sholat Sesuai Ajaran Rasulullah
Mengutip dari Surya.co.id, berikut ini adalah rangkaian bacaan dzikir sesudah shalat maktubah yang disusun oleh pengasuh Pondok Pesantren Langitan Tuban, KH Muhammad bin Abdullah Faqih (rahimahullâh), sebagaimana dikutip dari Majmû‘ah Maqrûât Yaumiyah wa Usbû‘iyyah.
Beliau mengutipnya antara lain dari hadits riwayat Muslim, Bukhari, Abu Dawud, serta kitab Bidâyatul Hidâyah dan lainnya. Berikut beberapa bacaan dzikir yang disarankan:
Membaca istighfar sebanyak tiga kali:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ ×٣Memuji Allah dengan kalimat:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَامLalu membaca:
اَللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَاالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ .Berdoa agar diberi kemampuan untuk mengingat (dzikir), bersyukur, dan beribadah secara baik kepada Allah:
اَللَّـهُمَّ اَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.Dilanjutkan dengan membaca:
لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ.Memohon perlindungan dari ganasnya neraka:
اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِMembaca Ayat Kursi
Membaca Surat al-Baqarah ayat 285-286
Disambung dengan penggalan dari Surat Ali Imran
Membaca Surat al-Ikhlas, Surat al-Falaq, Surat an-Nas, lalu Surat al-Fatihah
Membaca tasbih, hamdala, dan takbir masing-masing sebanyak 33 kali
Kemudian dilanjutkan dengan:
اَللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُيُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّابِا للهِ الْعَلِـىِّ الْعَظِيْمِ. أَفْضَلُ ذِكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُWirid kemudian ditutup dengan doa sesuai dengan harapan masing-masing.






