Pengertian dan Keutamaan Shalat Sunnah Awwabin
Shalat sunnah Awwabin merupakan salah satu bentuk ibadah yang dianjurkan dalam agama Islam. Ibadah ini memiliki makna khusus, yaitu bagi orang-orang yang kembali kepada Allah SWT. Menurut pendapat Imam Syafi’i, shalat sunnah Awwabin dikerjakan setelah shalat Magrib hingga sebelum waktu shalat Isya tanpa diselingi aktivitas lain. Hal ini menunjukkan bahwa shalat ini harus dilakukan secara khusyuk dan tidak terganggu oleh kegiatan yang lain.
Jumlah rakaat dalam shalat sunnah Awwabin bisa bervariasi, mulai dari dua rakaat hingga 20 rakaat. Namun, yang paling umum adalah dua rakaat. Dianjurkan juga untuk memperbanyak zikir setelah shalat Magrib sebelum memulai shalat sunnah Awwabin. Zikir tersebut sangat penting karena menjadi sarana untuk mengingat Allah dan mempersiapkan diri secara spiritual sebelum beribadah.
Keutamaan Shalat Sunnah Awwabin
Keutamaan shalat sunnah Awwabin sangat besar, sebagaimana dijelaskan dalam beberapa hadis. Salah satunya menyebutkan bahwa enam rakaat shalat sunnah Awwabin setelah shalat Magrib tanpa berkata buruk di antaranya bernilai seperti ibadah selama 12 tahun. Hadis ini menunjukkan betapa besar ganjaran yang diberikan oleh Allah SWT bagi siapa saja yang mengerjakan shalat sunnah Awwabin dengan benar dan khusyuk.
Beberapa ulama juga menjelaskan bahwa shalat sunnah Awwabin memiliki waktu yang utama untuk dikerjakan. Ada dua pendapat yang berbeda dalam fikih mengenai waktu shalat ini. Pendapat pertama mengatakan bahwa shalat Awwabin adalah shalat Dhuha, terutama ketika matahari mulai terasa terik. Hadis riwayat Muslim menyebutkan:
“Shalatnya orang-orang yang kembali kepada Allah adalah ketika anak-anak unta mulai merasakan panasnya pasir.”
Pendapat kedua, yang berasal dari Imam Syafi’i, menyatakan bahwa shalat sunnah Awwabin dikerjakan sebanyak 20 rakaat antara Magrib dan Isya, serta sekurang-kurangnya 2 rakaat. Hadis riwayat Tirmidzi juga menyebutkan bahwa:
“Barangsiapa mengerjakan shalat sunnah enam rakaat setelah shalat Maghrib dan di antara shalat-shalat itu tidak berkata dengan kata-kata yang buruk, maka shalatnya sebanding ibadah dua belas tahun.”
Tata Cara Melaksanakan Shalat Sunnah Awwabin
Untuk melaksanakan shalat sunnah Awwabin, seseorang perlu membaca niat terlebih dahulu. Niat yang dianjurkan adalah:
“Aku niat mengerjakan shalat sunnah Awwabin dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Setelah itu, shalat dilakukan dua-dua rakaat. Pada setiap rakaat, dianjurkan untuk memperbanyak membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 6 sampai 10 kali. Setelah selesai, shalat ditutup dengan membaca surat Al-Falaq dan An-Nas.
Selain itu, dalam beberapa tradisi, shalat sunnah Awwabin juga disebut sebagai shalat ghaflah, yaitu shalat di waktu orang-orang lalai. Hal ini menunjukkan bahwa shalat ini dilakukan pada saat manusia sedang lengah dan tidak memperhatikan ibadah.
Zikir Setelah Shalat Magrib
Sebelum melakukan shalat sunnah Awwabin, dianjurkan untuk memperbanyak zikir setelah shalat Magrib. Zikir tersebut bisa berupa doa-doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Contohnya adalah:
“Marhabba bi-malaaikati al-nahar, marhabba bi-malaaikati al-layl, marhabba bi-almalaaikati al-kariimati al-katibin, sakhtu fii sahiifatii: Anna asyhadu an la ilaha illa Allah wahdahu la syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluhu, wa asyhadu anna jannata haq, wal nar haq, wal hauddu haq, wasyifa’atu haq, was siratu haq, walmizani haq, wa anna al-sa’at atiyya la riyba fiiha, wa anna Allaha yab’asu man fi al-quburi.”
Zikir ini memiliki makna yang dalam dan mengandung banyak pengakuan akan kebesaran Allah SWT. Dengan memperbanyak zikir setelah shalat Magrib, seseorang dapat memperkuat imannya dan mempersiapkan diri untuk beribadah secara lebih khusyuk.
Kesimpulan
Shalat sunnah Awwabin memiliki makna dan keutamaan yang sangat besar dalam agama Islam. Dengan mengerjakannya, seseorang dapat mendapatkan ganjaran yang luar biasa dan meningkatkan kualitas ibadahnya. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk memahami tata cara dan waktu pelaksanaannya agar dapat melaksanakannya dengan benar dan khusyuk.







