Program DAK-TPPKT 2025 di Desa Campurejo, Gresik: Membangun Kawasan Permukiman yang Lebih Layak Huni
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan Program Pengentasan Kawasan Permukiman Kumuh melalui Dana Alokasi Khusus Tematik Pengentasan Kawasan Kumuh Terpadu (DAK-TPPKT) Tahun Anggaran 2025 di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik. Peresmian tersebut menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat dalam membangun kawasan permukiman yang lebih layak huni, aman, sehat, resik, indah (ASRI), dan berkelanjutan.
Program ini berhasil menghadirkan 166 unit rumah beserta infrastruktur pendukung seperti jalan lingkungan, drainase, tandon air, sambungan air bersih rumah tangga, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Dengan begitu, masyarakat bisa menikmati lingkungan yang lebih tertata, sehat, aman, dan nyaman.
Berbagai Jenis Pembangunan Rumah
Dari total 166 unit rumah yang diresmikan, terdapat beberapa jenis pembangunan:
- 69 unit pembangunan baru relokasi
- 33 unit pembangunan baru in situ
- 43 unit peningkatan kualitas rumah
- 21 unit pembangunan baru yang didukung melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)
Selain itu, dari total 166 unit rumah, 145 unit merupakan hasil pendanaan Dana Alokasi Khusus Tematik Pengentasan Kawasan Kumuh Terpadu (DAK-PKKT), sedangkan 21 unit lainnya dibangun melalui dukungan CSR Pakuwon Group bersama Habitat for Humanity Indonesia.
Manfaat bagi Masyarakat
Program ini memberi manfaat bagi 288 kepala keluarga atau sekitar 1.152 jiwa dengan bangunan luas tanah 6×10 meter dan luas rumah 6×7 meter. Seluruh warga yang tinggal di kawasan ini kini memiliki rumah dan lingkungan yang lebih layak dan tertata.
Gubernur Khofifah menyampaikan rasa syukur atas kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha yang menjadi contoh nyata pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Ia berharap kawasan ini bisa menjadi contoh bagaimana kolaborasi pemeruitah, swasta, dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan manfaatnya.
Dialog dengan Warga
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah bersama Menteri AHY juga menyempatkan diri berdialog dengan sejumlah warga yang telah menempati rumah hasil pembangunan maupun revitalisasi. Ia mengaku sangat terharu mendengar langsung ungkapan syukur dan kebahagiaan dari masyarakat atas perubahan yang mereka rasakan.
“Saya sempat menyapa beberapa keluarga yang kini menempati rumah yang telah dibangun dan direvitalisasi. Saya merasa terharu ketika mereka menyampaikan terima kasih karena kini memiliki tempat tinggal yang jauh lebih layak,” ujarnya.
Bahkan, saat bertanya kepada warga mengenai kondisi rumah mereka saat ini, seluruhnya mengaku sangat senang karena perubahan yang terjadi sangat signifikan, mulai dari kondisi rumah maupun lingkungan sekitarnya.
Peran Pemerintah Provinsi Jawa Timur
Menurut Menteri AHY, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung percepatan pengentasan kawasan permukiman kumuh. Selain menjadi salah satu provinsi penerima Program DAK-TPPKT Tahun 2025 di lima lokasi, Pemprov Jatim juga memberikan dukungan melalui APBD Provinsi untuk memperkuat penanganan di dua lokasi tambahan.
Lima lokasi pelaksanaan DAK-TPPKT tersebut meliputi Kabupaten Gresik, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Pasuruan, dan Madiun. Sementara dukungan Pemprov Jatim diberikan untuk memperkuat penanganan kawasan di Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan.
Ucapan Terima Kasih dari Warga
Salah satu penerima manfaat, Imam Hamsori, mengaku kini keluarganya dapat tinggal di rumah yang aman dan nyaman setelah bertahun-tahun menempati rumah yang tidak layak huni.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, Bapak Menko AHY, Ibu Gubernur Khofifah, Bapak Bupati Gresik, Pak Camat, dan Pemerintah Desa Campurejo. Dulu rumah saya kondisinya sangat memprihatinkan. Kalau hujan, air masuk ke dalam rumah. Sekarang alhamdulillah sudah memiliki rumah yang layak huni,” ucapnya.
Ia menuturkan, perubahan yang dirasakan bukan hanya pada rumah yang kini lebih nyaman ditempati, tetapi juga pada lingkungan sekitar yang semakin bersih, tertib, aman, dan harmonis.






