Antusiasme Tinggi Peserta Milo Active Indonesia Race 2026 di Surabaya
Ajang Milo Active Indonesia Race 2026 di Surabaya kembali mencuri perhatian masyarakat dengan antusiasme yang luar biasa. Jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya, dari sekitar 5.000 peserta pada 2025 menjadi 6.000 peserta.
Sports Marketing Manager Nestle Indonesia Rawindra Ditya mengungkapkan bahwa tingginya animo peserta menjadi salah satu alasan pihaknya kembali menggelar Milo Active Indonesia Race di Surabaya untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Ia menjelaskan bahwa ajang ini telah diselenggarakan di Kota Surabaya sejak 2024, 2025, dan 2026.
Menurut Indra, salah satu keunikan Milo Active Indonesia Race adalah kategori 2,5 kilometer (2,5K) Family Run yang dirancang agar olahraga dapat diikuti seluruh anggota keluarga. Kategori tersebut tidak hanya menyasar pelari berpengalaman, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang baru mulai berolahraga.
Tujuan dari kategori ini adalah untuk meningkatkan budaya olahraga yang tidak hanya terjadi di level individual, tetapi juga di level keluarga. Harapannya, kemudian bisa menjadi budaya masyarakat dan budaya bangsa kita agar menjadi budaya yang lebih aktif dan lebih sehat.
Peningkatan jumlah peserta di Surabaya menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan olahraga yang inklusif. Dari sekitar 5.000 peserta pada tahun lalu, jumlah peserta Milo Active Indonesia Race 2026 Surabaya meningkat menjadi sekitar 6.000 orang. Indra menambahkan bahwa pihaknya terbuka untuk segala kalangan, terlebih para pelari pemula.
Selain peserta baru, pihaknya juga mencatat adanya peserta yang secara konsisten mengikuti Milo Active Indonesia Race Surabaya sejak 2024 hingga 2026. Hal tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan tersebut mendapat tempat di kalangan keluarga dan komunitas pelari.
Indra menyebut pihaknya juga terus menerima masukan dari peserta untuk pengembangan lomba pada masa mendatang. Salah satunya terkait kategori Family Run yang saat ini memungkinkan orang tua mengikuti lomba bersama satu anak. Ada masukan yang menarik, yaitu peserta yang menginginkan kelas family untuk orang tua dan dua anak atau tiga anak.
Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi pihak penyelenggara untuk menentukan format lomba yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Termasuk kemungkinan penambahan kategori jarak 10K pada penyelenggaraan mendatang.
Technical Director PT Nestle Indonesia Antonio juga menyampaikan bahwa kemungkinan menghadirkan kategori 10K masih terbuka. Pihaknya akan mempertimbangkan masukan peserta sebagai salah satu dasar pengembangan program.
Sementara itu, Direktur Corporate Affairs PT Nestle Indonesia Fajar Dewantara mengatakan pihaknya selalu melakukan evaluasi setiap kali penyelenggaraan Milo Active Indonesia Race selesai digelar. Sebelum Surabaya, ajang tersebut telah diselenggarakan di Yogyakarta, Medan, dan Bandung.
Menurut Fajar, setiap penyelenggaraan memberikan pengalaman dan pembelajaran yang menjadi bahan untuk membuat kegiatan serupa pada masa mendatang lebih baik. Selalu ada evaluasi dan learning yang kita dapatkan dari setiap acara yang kita adakan. Itu tentunya menjadi masukan buat ke depannya agar Milo Active Indonesia Race 2027, 2028, dan seterusnya menjadi lebih baik lagi dan bisa memberikan pengalaman yang menyenangkan buat para peserta.
Fajar menambahkan bahwa antusiasme masyarakat Surabaya terlihat sejak pagi. Area kegiatan bahkan telah dipenuhi peserta sebelum matahari terbit. Surabaya sendiri menjawab bahwa animonya luar biasa. Peserta mungkin sebelum subuh rasanya sudah memenuhi area. Surabaya salah satu area yang selalu penuh semangat dan penuh oleh peserta.
Fajar menilai konsep Milo Active Indonesia Race yang inklusif memungkinkan olahraga tidak hanya menjadi aktivitas individual, tetapi juga bagian dari kebiasaan keluarga. Hal itu terlihat dari keterlibatan peserta dari berbagai usia, termasuk pelari muda.
Indra menambahkan salah satu peserta yang berhasil meraih podium pada ajang Milo Active Indonesia Race di Bandung bahkan masih berusia belasan tahun. Menurut dia, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa budaya olahraga kompetitif mulai tumbuh sejak usia dini.
Ini salah satu progres juga bahwa budaya olahraga yang kompetitif semakin dirasakan oleh para peserta. Ada peserta muda yang mengikuti race untuk pertama kalinya dan mampu meraih podium. Momen tersebut bahkan membuat orang tuanya terharu.
Dia dengan perjuangannya di race pertamanya bisa mendapatkan hasil podium. Itu tentu sangat membanggakan buat orang tua. Ini menunjukkan bahwa Milo Active Indonesia Race memang benar-benar inklusif untuk peserta dari segala kalangan dan umur.






