Respons Cepat Pemkab Mojokerto Atas Aksi Protes Warga
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menunjukkan respons yang cepat terhadap keluhan warga mengenai kerusakan jalan di Dusun Pacet Selatan, Desa/ Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Aksi protes yang dilakukan oleh warga dengan menanam pohon pisang di tengah jalan akhirnya membuahkan hasil, yaitu tindakan perbaikan darurat yang segera dilakukan.
Aksi ini dilakukan pada Minggu (2/8/2026), setelah warga menggelar protes pada Jumat (31/7/2026). Mereka menanam pohon pisang di sepanjang jalan yang rusak, sebagai bentuk desakan agar pemerintah segera melakukan perbaikan. Tujuan dari aksi ini adalah untuk mendapatkan perhatian lebih dari pihak berwenang dan mempercepat respon terhadap masalah infrastruktur yang sudah lama dikeluhkan.
Perbaikan Darurat Dilakukan dengan Bantuan Material dari Pemprov Jatim
Perbaikan darurat ini dilakukan menggunakan bantuan material dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, termasuk 400 drum aspal. Selain itu, Pemkab Mojokerto juga memanfaatkan material batu serta alat berat dan pekerja dari dinas terkait.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Henri Surya, menjelaskan bahwa pengiriman material telah dilakukan pada Sabtu (1/8/2026), dan penanganan jalan dimulai hari ini. Ia menyebutkan bahwa estimasi pengerjaan disesuaikan dengan ketersediaan material dan kondisi di lapangan.
“Suplai material sudah kemarin, dan mulai hari ini dikerjakan pemeliharaan rutin,” ujar Henri. Ia juga menambahkan bahwa aspal yang digunakan berasal dari bantuan Pemprov Jatim, sementara material batu didapat dari sumber lokal.
Titik Kerusakan dan Rencana Perbaikan Permanen
Petugas survei mencatat bahwa kerusakan jalan di Dusun Pacet Selatan mencapai sekitar 1,1 kilometer. Jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang panjangnya sekitar 2,4 kilometer lebih. Meski saat ini perbaikan darurat sedang dilakukan, rencana perbaikan permanen masih dalam proses pengajuan anggaran melalui P-APBD 2026.
Jika tidak memungkinkan karena efisiensi anggaran, maka perbaikan permanen akan tetap menjadi prioritas di tahun depan. Henri menegaskan bahwa jika ada dukungan anggaran, maka proyek perbaikan jalan akan segera dikerjakan.
Aksi Tanam Pohon Pisang: Bentuk Kekecewaan Warga
Sebelumnya, warga menggelar aksi tanam pohon pisang di tengah jalan desa pada Jumat (31/7/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang tidak kunjung diperbaiki. Ketua RT 03 Dusun Pacet Selatan, Buadi Ahmad (42), mengungkapkan bahwa warga berinisiatif menanam pohon pisang di sepanjang jalan sekitar 2,5 kilometer yang rusak.
Dusun Pacet Selatan terletak di kawasan pegunungan dan minim perhatian dari pemerintah. Jalan ini menjadi jalur pariwisata yang menghubungkan wisata desa COD Tegal Klopo dan Cafe Alam Teduh. Warga mengeluhkan dampak dari kerusakan jalan, seperti kesulitan mengantar anak sekolah dan gangguan ekonomi.
Buadi menjelaskan bahwa jalan rusak paling parah berada di RT 04, yang paling banyak ditanami pohon pisang oleh warga. Ia berharap perbaikan dapat segera dilakukan dalam minggu dekat.
Perbaikan Jalan Berdampak Positif pada Masyarakat
Perbaikan darurat yang dilakukan oleh Pemkab Mojokerto tidak hanya bertujuan untuk mengembalikan kelancaran akses transportasi masyarakat, tetapi juga untuk mengamankan jalur pariwisata yang penting bagi daerah. Dengan adanya perbaikan, harapan besar dipegang oleh warga agar kebutuhan mereka segera terpenuhi.





