Persebaya Surabaya berhasil melaju ke babak semifinal Piala Presiden 2026 setelah memperoleh gelar juara Grup B. Tim asal Surabaya ini berhasil mengumpulkan sembilan poin dengan meraih tiga kemenangan berturut-turut dalam fase grup. Kemenangan terakhir diraih saat menghadapi Port FC dengan skor 2-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada hari Sabtu (1/8/2026). Meski mencapai target tersebut, pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, tetap menilai bahwa ada ruang untuk peningkatan dalam permainan tim.
Evaluasi Pelatih: Masih Ada Ruang untuk Perbaikan
Meskipun Persebaya Surabaya sukses menutup fase grup dengan catatan sempurna, Bernardo Tavares menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak boleh membuat tim terlena. Ia menilai bahwa kemenangan atas Port FC adalah bagian dari proses panjang dalam mempersiapkan tim menghadapi kompetisi resmi.
“Kami tentu senang bisa kembali meraih kemenangan. Namun, kami tidak ingin terlalu larut memikirkan hasil ini karena yang terpenting adalah proses membangun tim. Ini masih pramusim,” ujarnya dalam sesi konferensi pers setelah pertandingan.
Dalam tiga laga Grup B, Persebaya Surabaya mampu meraih kemenangan melawan Persija Jakarta (1-0), PSMS Medan (1-0), dan Port FC (2-1). Dengan koleksi sembilan poin, Green Force menjadi satu-satunya tim yang memperoleh hasil sempurna di fase grup. Namun, meski catatan positif ini menjadi modal berharga, Bernardo Tavares tetap melihat beberapa aspek yang perlu diperbaiki.
Filosofi Permainan Mulai Dipahami Pemain
Salah satu perkembangan yang sangat diapresiasi oleh Bernardo Tavares adalah meningkatnya pemahaman pemain terhadap filosofi permainan yang diterapkan. Tambahan waktu latihan dan pertandingan telah membantu meningkatkan chemistry serta organisasi permainan Green Force.
“Yang paling membuat saya senang adalah para pemain mulai memahami cara bermain yang kami inginkan. Kami ingin menjadi tim yang kuat dalam setiap fase permainan, baik ketika menyerang, bertahan, maupun saat melakukan transisi,” katanya.
Pada pertandingan melawan Port FC, Persebaya Surabaya mampu mencatat 14 tembakan dengan empat percobaan mengarah tepat ke gawang. Dua gol kemenangan dicetak oleh Miguel Pereira dan Alex Martins. Gol-gol tersebut juga menunjukkan bahwa variasi serangan semakin berkembang di dalam permainan Persebaya Surabaya.
Tim tidak hanya mengandalkan satu pola serangan, tetapi mampu memanfaatkan situasi transisi sekaligus organisasi permainan. “Kami mencetak gol dari situasi transisi dan juga menciptakan peluang melalui organisasi permainan. Itu menunjukkan perkembangan yang positif,” jelas Bernardo Tavares.
Persiapan Menuju Babak Semifinal
Setelah melengkapi fase grup dengan tiga kemenangan, Persebaya Surabaya kini siap menghadapi babak semifinal Piala Presiden 2026. Tim akan berhadapan dengan Arema FC, yang merupakan runner-up Grup A. Pertemuan antara Persebaya Surabaya dan Arema FC memberikan tantangan baru bagi tim asuhan Bernardo Tavares.
Evaluasi dari setiap pertandingan tetap menjadi bagian penting dalam persiapan tim. Bernardo Tavares menegaskan bahwa evaluasi akan terus dilakukan untuk menemukan aspek permainan yang masih perlu diperbaiki. “Pertandingan sudah selesai dan sekarang tugas kami adalah menganalisis apa saja yang sudah berjalan baik dan apa yang masih harus diperbaiki,” tutupnya.
Dengan status juara Grup B, Persebaya Surabaya kini berada di jalur yang benar menuju babak semifinal. Namun, proses pembentukan tim memasuki tahap penting untuk melihat sejauh mana filosofi permainan yang dibangun mampu diterapkan secara konsisten.






