Perubahan Signifikan dalam Format Kualifikasi Piala Asia U-17
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah mengumumkan perubahan besar dalam format kualifikasi Piala Asia U-17 yang akan diterapkan mulai edisi 2028. Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetitivitas dan memastikan partisipasi yang lebih merata dari berbagai wilayah di Asia.
Kualifikasi Piala Asia U-17 adalah kompetisi yang digelar untuk menentukan tim-tim yang akan lolos ke putaran final. Sebelumnya, seluruh tim di Asia berpartisipasi dalam satu proses kualifikasi yang dibagi menjadi beberapa grup. Setiap grup terdiri dari beberapa tim, dan pemenang masing-masing grup berhak melaju ke putaran final.
Pada edisi 2026, sebanyak 38 tim dibagi ke dalam tiga grup yang terdiri dari enam tim dan empat grup yang terdiri dari lima tim. Tujuh tim yang bertindak sebagai tuan rumah grup kualifikasi diundi ke dalam grup terpisah. Pemenang dari masing-masing tujuh grup berhak lolos ke putaran final, sehingga total peserta di Piala Asia U-17 2026 mencapai 16 tim.
Arab Saudi secara otomatis lolos ke putaran final karena statusnya sebagai tuan rumah. Sementara delapan tim lainnya memperoleh tiket setelah melaju ke perempat final edisi sebelumnya, termasuk Timnas U-17 Indonesia.
Namun, mulai edisi 2028, format kualifikasi akan mengalami perubahan signifikan. AFC memutuskan bahwa kualifikasi tidak lagi digelar dalam satu periode waktu tertentu dan diikuti oleh seluruh tim Asia. Sebaliknya, setiap kawasan atau regional akan menyelenggarakan kompetisi kualifikasi mereka sendiri.
Dari kompetisi tersebut, nantinya akan ditentukan tim-tim yang mewakili kawasan tersebut di Piala Asia U-17. AFC juga telah menentukan pembagian jatah tiket dari masing-masing kawasan dari 16 slot yang tersedia. Pembagian ini didasarkan pada performa historis perwakilan setiap kawasan di Piala Asia U-17.
Asia Tenggara akan memiliki empat jatah tiket, sama dengan Asia Timur dan Asia Barat. Sedangkan Asia Tengah dan Asia Selatan masing-masing hanya mendapatkan tiga slot dan satu slot. Tim tuan rumah Piala Asia U-17 akan lolos otomatis ke putaran final, tetapi tetap menggunakan jatah slot dari kawasannya.
Perubahan ini cukup menarik karena memberikan kepastian bagi negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN) dengan empat slot tetap. Piala AFF U-17 kemungkinan besar akan digunakan sebagai kompetisi kualifikasi untuk kawasan ASEAN. Dengan demikian, empat tim yang berhasil lolos ke semifinal turnamen tersebut berhak mendapatkan tiket Piala Asia U-17.
Untuk edisi 2026, ASEAN akan diwakili oleh empat tim yaitu Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Myanmar. Perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan persaingan dan memperkuat perkembangan sepak bola usia muda di kawasan Asia.
Penjelasan Perubahan Format
Perubahan dari sistem kelompok ke regional:
Sebelumnya, kualifikasi dilakukan dalam bentuk grup yang terdiri dari berbagai tim dari berbagai kawasan. Namun, mulai 2028, setiap kawasan akan menggelar kompetisi kualifikasi sendiri. Hal ini diharapkan dapat memberikan peluang yang lebih adil bagi tim-tim di masing-masing wilayah.Pembagian slot berdasarkan performa historis:
AFC menentukan jumlah slot yang diberikan kepada setiap kawasan berdasarkan performa sebelumnya. Asia Tenggara, Asia Timur, dan Asia Barat masing-masing mendapatkan empat slot. Sementara itu, Asia Tengah dan Asia Selatan masing-masing hanya mendapatkan tiga dan satu slot.Tim tuan rumah tetap menggunakan slot kawasan:
Meskipun tim tuan rumah otomatis lolos ke putaran final, mereka tetap harus menggunakan jatah slot dari kawasannya. Hal ini menjaga keseimbangan dalam pembagian slot antar kawasan.Peran Piala AFF U-17 sebagai kualifikasi regional:
Piala AFF U-17 kemungkinan besar akan menjadi kompetisi kualifikasi untuk kawasan ASEAN. Empat tim yang melaju ke semifinal turnamen ini akan otomatis lolos ke Piala Asia U-17.
Kesimpulan
Perubahan dalam format kualifikasi Piala Asia U-17 mulai 2028 diharapkan dapat memberikan kepastian dan kesempatan yang lebih merata bagi tim-tim di berbagai kawasan Asia. Dengan pembagian slot yang lebih adil dan sistem kualifikasi yang lebih regional, diharapkan dapat meningkatkan kualitas sepak bola usia muda di kawasan ini.







