Persaingan di Papan Atas Top Skor Super League Kian Sengit
Persaingan di papan atas klasemen top skor Super League 2025/26 semakin memanas. Dua pemain Malut United, Ciro Alves dan David Da Silva, berhasil mencetak gol masing-masing dalam kemenangan timnya 4-0 atas Persik Kediri. Hasil ini membuat koleksi gol mereka meningkat, sehingga menjadi ancaman serius bagi posisi Dalberto (Arema FC) dan Mariano Peralta yang masing-masing mengoleksi 10 gol.
Di sisi lain, situasi ini menjadi ironi bagi Persib Bandung. Striker anyar mereka masih kesulitan untuk menyamai ketajaman mantan pemainnya tersebut. Sebelumnya, pada musim lalu, Persib menjuarai Liga 1 dengan trisula David Da Silva, Ciro Alves, dan Tyronne Del Pino. Namun, trio tersebut dilepas pada akhir musim dengan alasan regenerasi.
Meski begitu, seiring berjalannya Super League 2025/26, Malut United tampaknya berhasil “menang banyak” atas kebijakan Persib tersebut. David Da Silva dan Ciro Alves kini bertengger di papan atas klasemen pencetak gol terbanyak.
Ancaman Terhadap Posisi Dalberto dan Mariano Peralta
Pada Sabtu (24/1/2026), Malut United membantai Persik Kediri dengan skor 4-0 di pekan ke-18 Super League. David dan Ciro mencetak masing-masing satu gol, yang membuat koleksi mereka mencapai delapan gol. Mereka hanya berjarak dua gol dari Mariano Peralta (Borneo FC) dan Dalberto, serta tiga gol dari top scorer sementara, Maxwell Souza (Persija).
Sementara itu, di Persib, para striker anyar tampak belum memenuhi standar. Sang pencetak gol terbanyak, Uilliam Barros, baru mengoleksi tujuh gol. Di bawah Uilliam, terdapat Andrew Jung yang hanya mencetak empat gol. Rekan sesama striker, Ramon Tanque, bahkan satu angka lebih buruk dengan tiga gol.
Jika Persib hendak memelihara asa di jalur juara, tampaknya efektivitas di depan gawang perlu dibenahi oleh pelatih Bojan Hodak.

Namun, Persib meyakini situasi ini justru memperlihatkan tim yang tak lagi bergantung pada satu atau dua pemain. “Dengan distribusi gol yang merata, siapa pun dapat mencetak gol, dan ini merupakan nilai tambah bagi kami tahun ini,” ucap Beckham Putra. “Bandingkan dengan tahun lalu di mana hanya Ciro dan David yang mampu mencetak gol, namun tahun ini kami memiliki kemampuan untuk mencetak gol secara merata dan inilah keunggulan kami sebagai tim,” urainya.
Berikut Klasemen Top Skor Super League
11 gol
Maxwell Souza (Persija)10 gol
Mariano Peralta (Borneo FC)
Dalberto (Arema FC)8 gol
Ciro Alves (Malut United)
David Da Silva (Malut United)
Arema FC Mencari Tandem untuk Dalberto
Di sisi lain, Arema FC kini sedang mencari tandem untuk Dalberto Luan Bello di posisi penyerang. Tandem bagi Dalberto dianggap penting oleh manajemen Arema FC, guna mempertajam lini serang mereka. Selama ini, Singo Edan terlalu banyak bergantung dengan pemain asal Brasil itu dalam urusan mencetak gol.
Terbukti dari 23 gol yang dicetak pada putaran pertama Super League 2025/2026, 10 gol dilakukan oleh Dalberto. Tanpa kehadiran Dalberto pada beberapa laga terakhir sebelum menutup paruh musim kemarin, juga berdampak pada performa Arema FC di lini depan. Singo Edan gagal meraih kemenangan, dalam tiga laga beruntun saat menghadapi Madura United, Persita Tangerang, dan Bali United.
“Setelah melalui sejumlah evaluasi, kami memutuskan untuk mencari penyerang tambahan di lini depan,” kata General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi (Inal) kepada Infomalangraya.com, Kamis (15/1/2026).
Tantangan dalam Menggaet Pemain Anyar
Sejauh ini, pelapis Dalberto hanyalah Dedik Setiawan sebagai penyerang tengah di lini depan. Namun, jika berkaca pada musim lalu, Singo Edan memiliki dua legiun asing yang bisa diandalkan sebagai target man. Saat itu, ada Charles Lokolingoy yang biasanya dipasang sebagai penyerang tengah.
Namun, Manajemen Arema FC tak mau gegabah dalam mendatangkan pemain baru. Menurut Inal, bursa transfer paruh musim selalu memiliki tantangan tersendiri dalam mendatangkan pemain. “Kalau incaran sebenarnya ada. Seperti Gabi itu kan sudah kami incar sejak sebulan yang lalu sebelum kami datangkan,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil evaluasi tim, Inal mengatakan kalau lini serang Arema FC menjadi pos yang paling krusial. Meskipun Singo Edan dianggapnya cukup baik dalam menciptakan peluang, namun dalam hal penyelesaian akhir masih menjadi kendala serius. “Sebenarnya peluang kami banyak, tapi gak ada finishing yang finishing,” tandasnya.







