Strategi Khusus untuk Pablo Oliveira
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, sedang menyiapkan skenario khusus dalam mengintegrasikan Pablo Oliveira secara bertahap. Tujuannya adalah untuk menghindari risiko cedera kambuhan setelah pemain asal Brasil itu pulih dari cedera parah. Dengan pendekatan yang hati-hati, Marcos Santos ingin memastikan bahwa Pablo dapat kembali bermain dengan performa terbaiknya tanpa mengalami cedera lagi.
Kembalinya Pablo sebagai gelandang jangkar memicu perubahan taktik di lini tengah Arema FC. Matheus Blade kemungkinan akan digeser ke posisi bek tengah, sepeninggal Luiz Gustavo yang harus mengakhiri musim ini lebih awal karena cedera ACL. Hal ini menjadi langkah strategis untuk memaksimalkan potensi Pablo dalam membantu tim mencapai target yang diharapkan.
Marcos Santos percaya bahwa Pablo sudah cukup mengenal tim dan lingkungan sepak bola Indonesia sejak ia bergabung pada musim 2024/2025 lalu. Meskipun kondisinya sempat diragukan, pelatih asal Brasil itu yakin bahwa Pablo akan mampu kembali menemukan performa terbaiknya bersama Arema FC. Untuk itu, ia merancang strategi khusus agar pemain tersebut bisa beradaptasi secara bertahap tanpa menghadapi tekanan berlebihan.
Perombakan Taktik dan Komposisi Pemain
Arema FC juga melakukan perombakan komposisi pemain di paruh musim ini setelah evaluasi besar-besaran dilakukan. Di lini depan, klub berjuluk Singo Edan kini memiliki trio maut yang terdiri dari Gabriel Silva, Dalberto, dan Valdeci, sering disebut sebagai GDV. Trio ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serangan dan memberikan dampak signifikan bagi tim.
Sebelumnya, Arema FC memiliki trio Paulinho Mocellin, Dalberto, dan Ian Puleio di putaran pertama. Namun, dua pemain yakni Ian Puleio dan Paulinho Mocellin hengkang dari tim, sehingga hanya tersisa Dalberto. Di putaran kedua, manajemen Arema FC mendatangkan Gabriel Silva sebagai pengganti Paulinho Mocellin di sektor winger. Sementara itu, posisi Valdeci digeser ke samping, untuk diplot menjadi Winger kanan di lini depan Arema FC.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan bahwa evaluasi besar-besaran dilakukan setelah melihat performa tim yang belum stabil di liga. Ia mengatakan bahwa meskipun Arema FC menciptakan banyak peluang, finishing yang tepat masih menjadi kendala utama. “Dari hasil evaluasi kemarin, yang jelas pos yang menjadi sorotan adalah dari tengah ke depan,” ujar Inal, sapaan akrab Yusrinal.
Kondisi Tim dan Target di Putaran Kedua
Di sepanjang putaran pertama, Singo Edan mencetak 21 gol dan kemasukan 21 gol. Dalberto menjadi pemain paling produktif dengan 10 gol yang dicetaknya. Kini, ia memimpin daftar top skor sementara Super League 2025-2026 bersama dengan striker Persija Jakarta Maxwell.
Arema FC masih berpeluang untuk kembali menambah satu legiun asing baru pada bursa transfer paruh musim ini. Saat ini, klub telah memiliki 10 legiun asing dan berpeluang kembali menambah satu pemain asing lagi menjadi 11 sesuai regulasi dari I.League. Meskipun ada isu tentang rencana penambahan striker, manajemen Arema FC tidak mau terburu-buru dalam proses perekrutan pemain baru.
Target di Laga Kontra Dewa United
Memasuki laga pertama di putaran kedua, Arema FC membidik poin penuh dalam lawatannya ke markas Dewa United. Tambahan tiga poin sangat dibutuhkan oleh Julian Guevara dan kawan-kawan demi memperbaiki posisi mereka di tabel klasemen.
Saat ini, tim berjuluk Singo Edan tersebut masih tertahan di papan tengah klasemen sementara BRI Super League 2025/26. Arema FC menempati posisi ke-10 dengan koleksi 21 poin, hasil dari 5 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 6 kali menderita kekalahan setelah 17 kali bertanding. Sedangkan Dewa United saat ini berada di peringkat ke-11 klasemen sementara Super League dengan total 20 poin. Dari 17 pertandingan, Dewa United menang 6 kali, seri 2 kali dan kalah 9 kali.







