Close Menu
Info Malang Raya
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Berita *Terbaru*
Menembus Dinding Layar Kaca demi Merawat Ikatan Batin Orang Tua dan Anak

Menembus Dinding Layar Kaca demi Merawat Ikatan Batin Orang Tua dan Anak

24 October 2026
Strategi Mengelola Gaji Bagi Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Setiap Bulan

Strategi Mengelola Gaji Bagi Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Setiap Bulan

24 October 2026
Strategi Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh Menghadapi Cuaca Pancaroba yang Tak Menentu

Strategi Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh Menghadapi Cuaca Pancaroba yang Tak Menentu

24 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
Saturday, 24 October 2026
Trending
  • Menembus Dinding Layar Kaca demi Merawat Ikatan Batin Orang Tua dan Anak
  • Strategi Mengelola Gaji Bagi Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Setiap Bulan
  • Strategi Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh Menghadapi Cuaca Pancaroba yang Tak Menentu
  • Menanamkan Nilai Keagamaan pada Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital
  • Panduan Praktis Merawat Kesehatan Rambut Agar Tetap Sehat dan Mengembang di Iklim Tropis
  • Strategi Menanamkan Kecerdasan Finansial Anak Sejak Dini Melalui Kebiasaan Sederhana Keluarga
  • Strategi Cerdas Mengelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tidak Numpang Lewat
  • Menelusuri Jejak Rempah dan Filosofi Merantau dalam Selembar Kuali Rendang Minangkabau
  • Strategi Menjaga Kesehatan Mental Pekerja Kantoran Tanpa Harus Mengorbankan Produktivitas Harian
  • Ancaman Pembacokan Warnai Investigasi Dugaan Pelanggaran Asusila di Maguan Malang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
Info Malang RayaInfo Malang Raya
Login
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Info Malang Raya
  • Malang Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Kajian Islam
  • Login
Home»Uncategorized»Ressa menangis pilu bela Denada, merasa bersalah lahir: Hanya saya yang di-boikot, jangan ibu

Ressa menangis pilu bela Denada, merasa bersalah lahir: Hanya saya yang di-boikot, jangan ibu

adm_imradm_imr7 February 20263 Views
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Ressa Rizky Memohon Netizen Tidak Membuat Denada Jadi Korban

Ressa Rizky, putra dari penyanyi ternama Denada, secara terbuka meminta kepada netizen untuk tidak memboikot ibunya. Ia merasa iba dan percaya bahwa Denada tidak bersalah dalam situasi yang sedang terjadi saat ini.

Di sisi lain, Ressa mengakui bahwa dirinya merasa sangat bersalah atas kegaduhan yang terjadi. Ia bahkan mempertanyakan eksistensinya sebagai manusia karena merasa menjadi penyebab masalah ini.

Kehadiran Ressa di publik murni hanya untuk mendapatkan pengakuan lisan “kamu anakku”, bukan untuk menjatuhkan atau mematikan rezeki ibunya.

Perasaan Ressa yang Mendalam

Di tengah gelombang empati publik yang berujung pada seruan boikot terhadap penyanyi Denada, sang putra, Ressa Rizky Rossano, justru muncul dengan pernyataan yang menggetarkan hati. Sambil berurai air mata, pemuda berusia 24 tahun ini memohon kepada netizen agar menghentikan kecaman terhadap ibu kandungnya.

Merasa menjadi penyebab kegaduhan ini, Ressa bahkan mengutarakan beban batin yang mendalam hingga mempertanyakan apakah kehadirannya di dunia adalah sebuah kesalahan. Bagi Ressa, pengakuan sebagai anak jauh lebih berharga daripada melihat kehancuran karier sosok yang telah melahirkannya.

Ressa Mengungkap Kekhawatiran Terhadap Nasib Denada

Ressa yang tidak menggunakan media sosial belakangan ini, memang baru tahu pengakuannya membuat masyarakat berempati dan membuat seruan untuk boikot Denada. Setelah mengetahui hal tersebut, Ressa meminta agar masyarakat tidak memboikot ibunya.

“Jangan, kasihan,” kata Ressa di program Pagi pagi Ambyar TransTV, Selasa (3/2/2026). Ressa pun mengungkapkan kekhawatiran mendalam terhadap nasib sang ibu di dunia hiburan.

Sejak awal, Ressa tidak pernah menginginkan perjuangannya mencari jati diri berakhir dengan merusak sumber penghidupan ibunya. “Ressa minta tolong, jangan sampai diboikot-boikot itu, karena Ressa enggak mau sampai seperti ini,” lanjutnya.

Ressa Merasa Iba pada Denada

Ressa merasa iba pada Denada, jika sampai diboikot dari televisi. “Bagaimana pun itu ibu Ressa, di mata Ressa enggak ada salahnya,” ujar Ressa sambil menangis. Ressa lalu menyampaikan permohonan kepada netizen agar tidak memojokkan ibunya.

Bahkan, Ressa menawarkan dirinya sendiri sebagai sasaran kritik atau kecaman asalkan sang ibu dibebaskan dari sanksi sosial publik. “Ressa mohon banget, pada kakak-kakak netizen, jangan diboikot, kasihan, mending kalau enggak Ressa saja enggak apa-apa, jangan ibu,” lanjutnya.

Tujuan Awal Ressa Hanya Pengakuan

Lebih lanjut, Ressa menegaskan sejak awal tujuannya muncul hanya ingin mendapat pengakuan Denada, bukan niatnya menjatuhkan karier sang ibu. “Di mata Ressa, ibu enggak pernah salah, cuma Ressa kecewa aja, itu aja. Simple, cuma pengakuan aja, ‘kamu anakku,’ udah, enggak lebih, cuma itu aja,” ucap Ressa.

Ressa pun meminta maaf kepada Denada, jika kehadirannya di dunia terasa salah dalam hidup Denada. Kalimat tersebut menggambarkan luka psikologis seorang anak yang merasa kelahirannya justru menjadi beban atau penyebab kericuhan dalam hidup orang tuanya.

Kekecewaan yang Menumpuk Selama 24 Tahun

Nama Ressa Rizky mulai mencuat ke publik sejak pemuda berusia 24 tahun tersebut mendaftarkan gugatan terhadap Denada atas dugaan penelantaran anak. Gugatan tersebut resmi didaftarkan pada 26 November 2025 di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur.

Langkah hukum ini merupakan puncak dari akumulasi rasa kecewa keluarga yang telah menumpuk selama lebih dari dua dekade terhadap sikap Denada beserta adik-adiknya. Ressa lahir tahun 2002 dan dibawa ke Banyuwangi dari Jakarta untuk dirawat oleh tante Denada, Ratih.

Sejak saat itu, tidak ada itikad baik dari Denada untuk setidaknya menyapa atau sekadar bertanya kabar. “Saya ini bukan pembantunya, saya tantenya, (sekedar tanya) ‘tante apa kabar, kayak apa?’ enggak ada,” kata Ratih di Youtube Curhat Bang Denny Sumargo.

Pengakuan Denada tentang Ressa

Puncak dari kekecewaan mereka adalah ketika Ratih justru dituduh melakukan penggelapan mobil sampai didatangi dua polisi. Pengakuan Denada, Ressa memang anak kandungnya. Penantian panjang Ressa akhirnya membuahkan hasil, pada Senin (2/2/2026), selang beberapa bulan sejak kemunculannya ke publik, Denada mengunggah sebuah video yang mengonfirmasi Ressa memang benar putra kandungnya.

Melalui akun @denadaindonesia, Denada menyampaikan permohonan maaf yang mendalam karena butuh waktu hingga puluhan tahun untuk akhirnya berani mengakui keberadaan Ressa secara terbuka. “Saya juga minta maaf kepada Ressa, karena baru saat ini, setelah sekian lama, saya memberitahukan Ressa bahwa saya adalah ibu kandungnya,” ungkap Denada.

Denada juga mengungkapkan penyesalannya karena Ressa tidak tumbuh besar bersamanya. Terkait alasan di balik keputusan masa lalunya, Denada menjelaskan kondisi psikisnya saat itu sedang dalam keadaan tidak layak sehingga tidak memungkinkan bagi mereka untuk hidup bersama. “Saat itu kondisi psikis saya sedang tidak layak,” ungkap Denada.

Harapan Ressa Bertemu Langsung dengan Denada

Mendengar pengakuan jujur dari Denada membawa kelegaan tersendiri bagi Ressa. Namun, sebuah video saja belum cukup untuk mengobati luka lama. Ressa menegaskan sangat mendambakan pertemuan langsung dengan sang ibu demi membangun kembali ikatan keluarga yang sempat terputus selama dua dekade.

“Alhamdulillah, tapi Ressa ingin ketemu, menjalin hubungan yang baik,” ujar Ressa singkat di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026). Meski keinginan untuk bersua sangat kuat, Ressa mengungkap fakta pahit jika sejak video permintaan maaf itu diunggah, belum ada komunikasi yang terjalin dengan Denada.

“Enggak ada (komunikasi),” ujar Ressa. Ressa bahkan masih terus berupaya bisa menghubungi sang ibu, dengan harapan bisa bertemu dan berbicara dari hati ke hati.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Berita Terkait

Berita Malang Raya Populer: Rute angkutan pelajar butuh sosialisasi, trase tol Kepanjen dikaji

By adm_imr5 September 20261 Views

Nasib Timbul tukang becak mendadak masuk desil 9, merasa sakit anaknya terancam putus sekolah

By adm_imr5 September 20261 Views

Menjadi Stamp yang dulu – Stamp Fairtex janjikan versi yang lebih baik di ONE Fight Night 47

By adm_imr5 September 20260 Views
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
Menembus Dinding Layar Kaca demi Merawat Ikatan Batin Orang Tua dan Anak

Menembus Dinding Layar Kaca demi Merawat Ikatan Batin Orang Tua dan Anak

24 October 2026
Strategi Mengelola Gaji Bagi Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Setiap Bulan

Strategi Mengelola Gaji Bagi Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Setiap Bulan

24 October 2026
Strategi Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh Menghadapi Cuaca Pancaroba yang Tak Menentu

Strategi Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh Menghadapi Cuaca Pancaroba yang Tak Menentu

24 October 2026
Menanamkan Nilai Keagamaan pada Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital

Menanamkan Nilai Keagamaan pada Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital

23 October 2026
Berita Populer

HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

Kota Malang 1 April 2026

Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

29 April 2026

Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

28 February 2026

Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

4 June 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
© 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?