Virgoun dan Persoalan Hak Asuh Anak dengan Mantan Istri
Kasus yang melibatkan Virgoun dan mantan istrinya, Inara Rusli, terkait hak asuh anak kembali menjadi sorotan. Pasca dilaporkan oleh Inara ke Komnas PA atas dugaan merebut paksa anak-anaknya, Virgoun justru tampak tenang dan tidak menunjukkan rasa khawatir.
Inara Rusli diketahui melaporkan Virgoun ke Komnas PA karena ia merasa bahwa anak-anaknya harusnya berada di bawah tanggung jawabnya. Namun, situasi berubah ketika Inara terlibat dalam kasus dugaan perzinahan dengan Insanul Fahmi. Akibatnya, Inara tidak lagi tinggal bersama anak-anaknya dan kini ketiga anak tersebut tinggal bersama Virgoun serta keluarganya.
Meski begitu, Inara tidak menerima hal ini dan melaporkan Virgoun ke Komnas PA. Respons dari Virgoun pun cukup mengejutkan. Menurut pengacaranya, Andy Santika, Virgoun justru merasa senang dipanggil oleh Komnas PA. Namun, ia tidak dapat memenuhi pemanggilan karena alasan pekerjaan.
“Enggak ada masalah (dilaporkan Inara ke Komnas Anak) Virgoun menyampaikan, dia malah senang dipanggil (Komnas) cuma karena panggilan terlalu mendadak, Virgoun ada pekerjaan, memang enggak bisa memenuhi pemanggilan Komnas PA,” ujar Andy Santika.
Dalam pernyataannya, Virgoun membantah tudingan bahwa ia merebut anak-anak dari Inara. Menurutnya, anak-anak merasa nyaman tinggal bersamanya. Andy Santika juga menjelaskan bahwa Virgoun dan tim hukumnya sedang bersiap mengajukan gugatan ke pengadilan terkait pengalihan hak asuh anak.
“Ada perbincangan sih antara kita dengan Virgoun, memang putusan inkrah hak (anak) ada di Inara. Cuma ayah juga punya hak atas anak. Makanya kita akan mengajukan gugatan nanti pengalihan hak asuh anak terkait yang kemarin ramai,” kata Andy.
Alasan utama Virgoun ingin mengambil alih hak asuh anak adalah karena Inara tengah terbelit kasus hukum. Virgoun tak ingin anak-anaknya terganggu secara mental akibat perilaku sang mantan istri.
“Untuk kronologi, ada hubungan dengan kasus IR sendiri, kita tahu. Setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anak, mungkin mental anak terganggu. Makanya Virgoun mencoba menenangkan anak,” imbuh Andy.
Pihak Virgoun juga menyampaikan sindiran terhadap Inara, menganggapnya tidak layak mengurus anak-anak karena ketidakcakapan moral. Mereka percaya bahwa pengadilan akan menitikberatkan kepentingan terbaik bagi anak.
“Kalau kita lihat mengenai hak asuh anak dapat dipindah ke pihak orang tua karena ada ketidakcakapan moral dari si ibu. Kita berkeyakinan pengadilan nanti akan menitikberatkan kepada kepentingan terbaik untuk anak,” ujar Andy.
Saat ini, pihak Virgoun sedang mempersiapkan bukti-bukti yang menunjukkan ketidakmampuan Inara dalam mengurus anak-anak. Hal ini akan menjadi dasar dalam pengajuan gugatan pengalihan hak asuh.
“Pengalihan hak asuh anak itu bisa dilihat di situ kecakapan moral, mungkin si ibu terkait masalah, perzinahan, mabuk-mabukan, betul (ibu dianggap tidak cakap mengurus anak). Kalau memang terkait itu disiapkan bukti-bukti nanti untuk kita mengajukan gugatan,” tambahnya.

Bagi Virgoun, yang terpenting saat ini adalah menjaga kesejahteraan mental anak-anaknya. Dengan memperkuat argumen hukum dan persiapan bukti, pihaknya berharap bisa mendapatkan hak asuh anak-anak tersebut.







