Ringkasan Berita Inflasi Sulawesi Utara pada Januari 2026
Sulawesi Utara (Sulut) mencatatkan inflasi sebesar 3,04 persen secara year on year (y-on-y) pada Januari 2026. Angka ini didasarkan pada Indeks Harga Konsumen (IHK) yang berada di angka 109,33. Inflasi tercatat sebagai proses meningkatnya harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus, bukan hanya kenaikan harga satu atau dua barang saja.
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Manado dengan tingkat 4,05 persen (IHK 108,22), sedangkan inflasi terendah terjadi di Minahasa Selatan sebesar 0,99 persen (IHK 109,67). Pemicu utama inflasi berasal dari kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik sebesar 1,48 persen, dipengaruhi oleh komoditas seperti tomat dan ikan laut.
Penyebab Inflasi di Sulawesi Utara
Berdasarkan penjelasan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Agus Sudibyo, inflasi y-on-y terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran. Kelompok tersebut meliputi:
- Makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,48 persen
- Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 12,20 persen
- Kesehatan sebesar 0,92 persen
- Pendidikan sebesar 9,68 persen
- Penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,80 persen
- Perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 13,01 persen
Sementara itu, beberapa kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks, antara lain:
- Pakaian dan alas kaki sebesar 3,23 persen
- Perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,10 persen
- Transportasi sebesar 0,85 persen
- Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,19 persen
- Rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 3,14 persen
Selain itu, tingkat inflasi secara month to month (m-to-m) dan year to date (y-to-d) pada Januari 2026 mencapai 0,67 persen.
Komoditas yang Mempengaruhi Inflasi
Komoditas-komoditas tertentu menjadi pendorong inflasi di Sulawesi Utara pada Januari 2026. Beberapa di antaranya adalah tomat, ikan cakalang, emas perhiasan, ikan malalugis, dan ikan tude. Sebaliknya, beberapa komoditas lain seperti cabai rawit, bawang merah, angkutan udara, cabai merah, dan telur ayam ras berhasil menahan inflasi.
Penyebab Kenaikan Harga Komoditas
Kenaikan harga tomat terjadi karena stok di pasar terbatas setelah musim panen berakhir dan cuaca hujan memengaruhi kualitas tomat. Pasokan dari Minahasa dan Minahasa Selatan juga berkurang akibat kondisi tersebut.
Harga ikan cakalang mengalami kenaikan karena aktivitas nelayan terganggu akibat cuaca buruk, sehingga produksi hasil tangkapan menurun dan pasokan ikan ke pasar berkurang.
Harga emas perhiasan meningkat karena mengikuti pergerakan harga emas global yang mencapai US$ 5.000 per troy ons pada Januari 2026.
Sementara itu, harga cabai rawit turun karena melimpahnya stok akibat musim panen di daerah sentra produksi seperti Minahasa dan Minahasa Utara serta tambahan pasokan dari Gorontalo.
Profil Sulawesi Utara
Sulawesi Utara (Sulut) merupakan salah satu provinsi di ujung utara Pulau Sulawesi, Indonesia, dengan ibu kota di kota Manado. Provinsi ini berbatasan dengan Laut Maluku dan Samudra Pasifik di sebelah timur, Laut Maluku dan Teluk Tomini di sebelah selatan, Laut Sulawesi dan Provinsi Gorontalo di sebelah barat, serta Provinsi Davao Occidental di sebelah utara.
Penduduk Sulawesi Utara pada akhir tahun 2024 mencapai 2.645.291 jiwa, dengan luas wilayah sebesar 13.892,47 km². Sulawesi Utara memiliki 287 pulau, dengan 59 di antaranya berpenghuni. Wilayah administratif Sulawesi Utara terdiri dari 4 kota dan 11 kabupaten, serta 1.664 desa/kelurahan.
Zona ekonomi eksklusif Sulawesi Utara mencapai 190.000 km² dengan pesisir pantai sepanjang 2.395,99 km dan luas hutan mencapai 701.885 hektare. Wilayah ini juga memiliki banyak gunung berapi, disebabkan oleh lokasinya yang berada di tepian Lempeng Sunda.







