Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Konsumsi Baja RI Masih Rendah, Kemenperin Umumkan Strategi Tingkatkan Industri

    7 Februari 2026

    Kunci jawaban bahasa Inggris kelas 12 SMA halaman 152, soal B.5 Unit 5

    7 Februari 2026

    Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini: Hujan Dominan, Wilayah Berawan

    7 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 7 Februari 2026
    Trending
    • Konsumsi Baja RI Masih Rendah, Kemenperin Umumkan Strategi Tingkatkan Industri
    • Kunci jawaban bahasa Inggris kelas 12 SMA halaman 152, soal B.5 Unit 5
    • Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini: Hujan Dominan, Wilayah Berawan
    • Makanan Pahit Utang Digital
    • Bukan Hanya Isu! Honda Vario 160 Street Edition 2026 Siap Mengubah Tampilan Skutik Sporty
    • Legitimasi PPNS Lebih Jelas di KUHAP Baru
    • 5 tips pilih keyboard mekanik ideal untuk gaming dan mengetik
    • Warga Biuku Tanjung Tolak Pembangunan PT CSM, Dinas Jelaskan Izinnya
    • Tesla Cybercab mobil listrik otonom tanpa kemudi dan pedal siap produksi 2026
    • Nomor Punggung Messi Jika Kembali ke Klub Awal, Skema Transfer Dibahas
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Teknologi»Meta Menghadapi Persidangan di New Mexico Terkait Dugaan Kelalaian Keselamatan Anak di Era Teknologi Besar

    Meta Menghadapi Persidangan di New Mexico Terkait Dugaan Kelalaian Keselamatan Anak di Era Teknologi Besar

    adm_imradm_imr7 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perkembangan Terbaru dalam Kasus Hukum Meta

    Meta Platforms Inc., perusahaan induk dari Facebook, Instagram, dan WhatsApp, kini menghadapi salah satu ujian hukum terbesar dalam sejarah teknologi global. Gugatan ini menuduh perusahaan gagal melindungi anak-anak dari eksploitasi seksual dan pelecehan di platformnya. Kasus ini telah menjadi sorotan internasional karena potensinya untuk mengubah cara regulasi media sosial terhadap keselamatan anak dan tanggung jawab perusahaan teknologi besar.

    Gugatan yang diajukan pada 2023 oleh Jaksa Agung New Mexico, Raúl Torrez, menyatakan bahwa Meta secara sadar menciptakan ruang digital yang mempertemukan predator dengan anak-anak melalui desain produk yang memprioritaskan keterlibatan pengguna dan keuntungan, bukan keselamatan anak. Di pengadilan, Torrez berupaya menunjukkan bukti bahwa fitur seperti infinite scroll dan sistem rekomendasi konten berkontribusi pada lingkungan yang berbahaya bagi anak di bawah umur.

    Bukti yang akan diperkenalkan di persidangan mencakup dokumen internal yang menunjukkan bahwa sekitar 100.000 anak di Facebook dan Instagram mengalami pelecehan seksual secara online setiap harinya. Gugatan ini juga menyebut adanya grup tanpa moderasi yang memfasilitasi seks komersial dan penyebaran materi pelecehan seksual anak (child sexual abuse material / CSAM).

    Dalam pernyataannya menjelang persidangan, seorang juru bicara Meta membantah tuduhan tersebut. “Argumen yang diajukan Jaksa Agung sensasional, tidak relevan, dan mengalihkan perhatian,” kata juru bicara. “Selama lebih dari satu dekade, kami mendengarkan orang tua, bekerja dengan pakar dan penegak hukum, serta melakukan riset mendalam untuk memahami isu-isu yang paling penting. Kami bangga dengan kemajuan yang telah kami buat, dan kami selalu bekerja untuk menjadi lebih baik.”

    Operasi Bawah Tanah dan Penyelidikan

    Kasus tersebut berasal dari operasi bawah tanah yang dikenal sebagai “Operation MetaPhile”, di mana penyidik membuat akun palsu yang berpura-pura sebagai pengguna di bawah usia 14 tahun pada Facebook dan Instagram. Akun-akun ini menerima materi eksplisit serta kontak dari orang dewasa yang mencari konten serupa, yang kemudian memicu penangkapan tiga tersangka yang diduga mengeksploitasi anak melalui platform Meta.

    Selain itu, Meta juga dituduh mengabaikan rekomendasi dari staf keselamatan internalnya terkait kemampuan AI chatbot yang dapat berinteraksi secara seksual atau romantis dengan pengguna di bawah umur. Dokumen pengadilan mengklaim bahwa CEO Mark Zuckerberg menolak usulan batasan yang lebih ketat terhadap akses anak di bawah umur ke chatbot tersebut, meskipun staf keselamatan perusahaan memberikan peringatan.

    Perbedaan dengan Gugatan Sebelumnya

    Kasus New Mexico ini berbeda dari banyak gugatan sebelumnya karena tidak hanya menyoroti konten yang dibuat pengguna, tetapi juga fokus pada keputusan desain produk dan algoritma yang diduga memperbesar risiko bahaya bagi anak-anak. Meta sebelumnya berupaya meminta pengadilan memblokir kasus ini berdasarkan Section 230 of the Communications Decency Act dan hak kebebasan berbicara, namun pengadilan menolak upaya tersebut karena gugatan menitikberatkan pada praktik internal dan desain, bukan sekadar konten pengguna.

    Persidangan dan Dampaknya

    Persidangan ini diperkirakan akan berlangsung antara tujuh hingga delapan minggu, dimulai dengan pemilihan juri dan pembukaan argumen pada awal Februari. Saksi yang diharapkan mencakup penegak hukum, pendidik, serta whistleblowers atau pelapor pelanggaran internal yang mungkin mengungkap diskusi internal perusahaan terkait isu keselamatan anak di platform Meta.

    Pengamat hukum teknologi internasional memperkirakan bahwa hasil persidangan ini bisa menjadi preseden besar bagi regulasi global terhadap perusahaan teknologi besar, terutama dalam hal kewajiban mereka menjaga keselamatan anak di bawah umur di lingkungan digital. Keputusan juri akan menjadi uji penting apakah perusahaan seperti Meta harus bertanggung jawab atas dampak sosial dari desain produknya, atau apakah proteksi hukum tradisional masih memadai di era algoritma dan platform global.

    Dengan meningkatnya tekanan hukum terhadap raksasa media sosial di seluruh dunia, kasus ini tidak hanya berdampak pada Meta, tetapi juga pada industri teknologi secara keseluruhan dan bagaimana hukum internasional mengatur platform digital yang digunakan miliaran orang setiap hari.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Konsumsi Baja RI Masih Rendah, Kemenperin Umumkan Strategi Tingkatkan Industri

    By adm_imr7 Februari 20260 Views

    Kunci jawaban bahasa Inggris kelas 12 SMA halaman 152, soal B.5 Unit 5

    By adm_imr7 Februari 20260 Views

    Makanan Pahit Utang Digital

    By adm_imr7 Februari 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Putin Says Western Sanctions are Akin to Declaration of War

    9 Januari 2020

    Investors Jump into Commodities While Keeping Eye on Recession Risk

    8 Januari 2020

    Marquez Explains Lack of Confidence During Qatar GP Race

    7 Januari 2020

    There’s No Bigger Prospect in World Football Than Pedri

    6 Januari 2020
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Oknum Satpam Memang Beda! Diduga Berawal Dari Teman Kantor Hingga Berduaan di Hotel

    7 Februari 2026

    Dengan tren positif, PSMS Medan incar poin di kandang Garudayaksa FC

    1 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?