Manajer Persipura Jayapura, Owen Rahadiyan, menyampaikan rasa bangga atas dukungan yang diberikan oleh masyarakat Papua kepada tim kesayangan mereka, Mutiara Hitam. Dukungan tersebut terlihat jelas dalam pertandingan melawan PSS Sleman pada pekan ke-17 Championship 2025/2026 di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, pada Sabtu (24/1/2026).
Pertandingan tersebut berhasil mencatat rekor jumlah penonton terbanyak dalam kompetisi sepak bola kasta kedua di Indonesia. Total suporter yang hadir mencapai 19.612 orang. Meskipun hasil akhirnya hanya berakhir imbang 1-1, perjuangan pemain Persipura mendapat apresiasi dari para pendukung setia mereka.
Gol pertama PSS Sleman dicetak oleh Dominikus Dion pada menit ke-37, namun Persipura berhasil membalas lewat gol Matheus Silva pada menit ke-56. Meski tidak meraih kemenangan, Owen Rahadiyan mengapresiasi semangat dan dedikasi para pemain yang tampil dengan penuh semangat.
Sebelumnya, rekor penonton terbanyak dalam Championship 2025/2026 dipegang oleh PSS Sleman saat menjamu Persiku Kudus dengan total 13.979 penonton. Owen Rahadiyan menyampaikan terima kasih kepada seluruh penonton yang telah datang ke Stadion Lukas Enembe untuk mendukung Persipura.
“Puji Tuhan antusiasme dari masyarakat Papua untuk tim ini terus meningkat,” ujarnya. “Hal ini terlihat dari jumlah penonton, dimana pada laga sebelumnya ada 12.881 ribu suporter yang datang dan sekarang melawan PSS ada sekitar 19.612 suporter.”
Owen juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, TNI, dan kepolisian yang turut membantu kelancaran pertandingan. Menurutnya, keamanan dan kenyamanan penonton menjadi prioritas utama.
Penyesuaian Harga Tiket untuk Meningkatkan Aksesibilitas
Manajemen Persipura sangat memperhatikan masukan dari masyarakat Papua terkait harga tiket. Owen Rahadiyan mengakui bahwa permasalahan harga tiket sering menimbulkan pro dan kontra. Untuk itu, manajemen memutuskan menurunkan harga tiket yang sebelumnya dinilai terlalu mahal.
Harga tiket untuk Tribun Utara, Selatan, dan Timur dijual dengan harga Rp50 ribu. Sementara untuk kategori 1 Selatan dan Utara dijual Rp125 ribu, VIP Rp200 ribu, dan VVIP Rp300 ribu.
“Sebelum putaran kedua, harga tiket berada di kisaran Rp50.000 hingga Rp75.000. Namun kami mengambil kebijakan menyamakan semua harga menjadi Rp50.000. Ini bukan menaikkan, justru menurunkan harga.”
Selain itu, Persipura juga memiliki banyak komunitas supporter resmi yang bisa memberikan akses tiket dengan harga lebih terjangkau sesuai ketentuan klub.
Pembatasan Penjualan Tiket untuk Keamanan
Owen Rahadiyan mengungkapkan bahwa tidak semua kuota tiket dijual dalam pertandingan melawan PSS. Manajemen Persipura membatasi penjualan tiket demi menjaga keamanan dan kenyamanan suporter.
“Kami memang membatasi penjualan tiket. Misalnya dari kapasitas 10 ribu, kami tidak menjual semuanya. Biasanya hanya sekitar 60 sampai 75 persen.”
Tujuan dari pembatasan ini adalah untuk menjaga kontrol terhadap penonton agar tidak terjadi kekacauan. Owen menegaskan bahwa keamanan masyarakat dan suporter tetap menjadi prioritas utama.
“Ini musim pertama Persipura kembali menggelar pertandingan dengan jumlah penonton besar setelah sekian lama. Kami tidak ingin stadion penuh tetapi tidak terkontrol. Puji Tuhan, sejauh ini semua pertandingan berjalan aman.”
Langkah Strategis untuk Masa Depan
Owen Rahadiyan juga menyampaikan bahwa jika Persipura naik ke Super League, harga tiket akan disesuaikan sesuai kebutuhan biaya operasional. Namun, hingga saat ini, langkah-langkah yang diambil telah membawa dampak positif terhadap antusiasme masyarakat Papua terhadap Persipura.
Dengan dukungan penuh dari para suporter, Persipura terus berupaya meningkatkan kualitas dan konsistensi dalam kompetisi. Hal ini menjadi modal penting bagi tim untuk meraih prestasi yang lebih baik di masa depan.







