Kunjungan Wasekjen Demokrat ke Rumah Jokowi
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Afriansyah Noor, melakukan kunjungan ke kediaman mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, pada Minggu (8/2/2026). Kunjungan ini dilakukan tanpa pemberitahuan kepada Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Afriansyah mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut bersifat spontanitas. Ia tidak melaporkan agenda tersebut kepada SBY karena merasa tidak perlu. “Kebetulan saya tidak melaporkan ke Pak SBY (kunjungan ke Jokowi), ini kan go show, spontanitas saja,” ujarnya setelah bertemu Jokowi.
Rencana Awal dan Perubahan Jadwal
Awalnya, Afriansyah hanya berencana berkunjung ke Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Kota Solo. Namun, saat tiba di sana, ia mendapat kabar bahwa bisa bertemu dengan Jokowi pukul 11.30 WIB. Ia takut Jokowi sibuk, sehingga memutuskan untuk menjadwalkan pertemuan tersebut.
“Jadi saya takut Pak Jokowi sibuk, jadi saya ketika sampai Solo, saat kunjungan ke Sondakan, kita lihat (jadwal) dan saya dapat waktu (bertemu Jokowi) pukul 11.30 WIB,” jelasnya.
Pembahasan Saat Pertemuan
Selama pertemuan, Afriansyah mengaku tidak membahas kasus dugaan ijazah palsu yang tengah menjadi sorotan. Ia hanya berbincang-bincang tentang jabatannya di Partai Demokrat serta kunjungannya ke Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
“Jadi kalau soal ijazah itu, saya tidak menyinggung sama sekali dan Pak Jokowi tidak menyinggung,” katanya.
Ia juga menyampaikan informasi tentang Museum SBY-Ani yang ada di Pacitan. Jokowi bahkan sempat menawarkan untuk berkunjung ke museum tersebut suatu hari nanti.
“Saya justru (sempat) cerita, saya tadi lihat Musem (SBY-Ani). Terus beliau (Jokowi), ‘Wah, boleh juga tuh kapan-kapan kita kunjungan ke Museum Pak SBY yang di Pacitan, Museum SBY-Ani’,” imbuhnya.
Hubungan SBY dan Jokowi Tetap Baik
Meski Partai Demokrat tengah diterpa isu sebagai dalang di balik kasus dugaan ijazah palsu Jokowi, Afriansyah menegaskan bahwa hubungan antara SBY dan Jokowi tetap baik. Bahkan, Jokowi sempat memberi pesan salam untuk SBY dan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“(Hubungan SBY dan Jokowi) sangat baik,” tegas Afriansyah. “Dan tadi malah Pak Jokowi pesan, salam untuk Pak SBY dan Mas AHY.”
Penjelasan Jokowi Mengenai Isu Ijazah Palsu
Isu Partai Demokrat terlibat dalam kasus dugaan ijazah palsu Jokowi bermula dari pernyataan mantan presiden tersebut. Jokowi menyebut ada orang besar yang terlibat dalam kasus ini, meskipun tidak merinci siapa sosok tersebut.
“Kan saya sudah sampaikan, feeling saya mengatakan ada agenda besar politik dalam tuduhan ijazah palsu maupun pemakzulan,” tutur Jokowi saat ditemui di kediamannya di Kota Solo, Jumat (25/7/2025).
Enam hari kemudian, Jokowi memberikan klarifikasi bahwa orang besar yang dimaksud bukanlah SBY. Ia menekankan bahwa SBY adalah seorang negarawan yang baik dan tidak mungkin melakukan fitnah terhadap dirinya.
“Apalagi sekelas SBY tidaklah, beliau adalah negarawan yang baik,” ujar Jokowi di kediamannya, Kamis (31/7/2025).
Jokowi juga menegaskan agar tidak ada pihak yang merasa tertuduh atas pernyataannya. “Bukan tidak mengetahui (orang besar), saya sampaikan ada orang besar yang mem-backup, tapi sekali kali jangan ada merasa tertuduh,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jokowi membantah pernah mengaitkan isu ijazah ini dengan partai politik tertentu. “Saya tidak pernah katakan itu kaitannya dengan parpol,” tegas dia.
Penekanan Lagi Soal Agenda Politik
Dalam wawancara eksklusif bersama KompasTV di kediamannya, pada Desember 2025, Jokowi kembali menekankan bahwa kasus dugaan ijazah palsu yang menjeratnya memiliki agenda politik. Ia menyatakan bahwa kasus ini jelas-jelas merupakan operasi politik yang bertujuan untuk mengganggu proses hukum.
“Yang membuat ijazah saja sudah menyampaikan asli, masih tidak dipercaya, gimana. Dan yang saya lihat ini memang ada agenda besar politik, ada operasi politik, yang sehingga bisa sampai bertahun-tahun enggak rampung-rampung,” urai Jokowi.
Ia memastikan bahwa ada orang besar yang terlibat dalam kasus ini. “Saya pastikan iya (ada orang besar dan agenda politik). Saya kira gampang ditebak lah (siapa orang besarnya). Tidak perlu saya sampaikan,” pungkasnya.







