Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Sambutan Walimatus Safar 2026: Meraih Ridha Ilahi Menuju Tanah Suci

    3 Mei 2026

    Alhamdulillah, 3.144 Guru Honorer Bandung Dapat Gaji, Segera Cek!

    3 Mei 2026

    Menolak Pudar: Strategi Cerdas Muslim Thailand Melawan Diskriminasi Sistemik

    3 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 3 Mei 2026
    Trending
    • Sambutan Walimatus Safar 2026: Meraih Ridha Ilahi Menuju Tanah Suci
    • Alhamdulillah, 3.144 Guru Honorer Bandung Dapat Gaji, Segera Cek!
    • Menolak Pudar: Strategi Cerdas Muslim Thailand Melawan Diskriminasi Sistemik
    • Haji 2026, Jemaah Pasuruan Meninggal Dunia Saat Tiba di Madinah
    • KB untuk Menunda Kehamilan, Ini Tips Dokter!
    • Harga BBM Pertamina Terkini 28 April 2026, Pertamax hingga Pertalite Seluruh Indonesia
    • Cuaca Surabaya 28 April 2026: Waspadai Hujan Sore Hari
    • Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Semakin Jelas
    • Rekaman Mengerikan di Gerbong KA Argo Bromo Saat Tabrak KRL, Penumpang Syok Alami Mukjizat
    • Jadwal Idul Adha 2026 Muhammadiyah Berdasarkan Kalender Hijriah Global
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Pendidikan»22 Siswa Jateng Terpapar Radikalisme, Ini Penjelasan Densus 88

    22 Siswa Jateng Terpapar Radikalisme, Ini Penjelasan Densus 88

    adm_imradm_imr12 Februari 202612 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    Semarang – Sebanyak 22 anak sekolah di Jawa Tengah (Jateng) teridentifikasi terpapar paham intoleransi dan radikalisme. Hal ini diungkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri sebagai bagian dari upaya deteksi dini penyebaran paham radikal di kalangan pelajar.

    Kompol Lugito Gopar, Kanit Idensos Satgas Wilayah Jawa Tengah Densus 88 Mabes Polri, menyebut bahwa puluhan anak tersebut telah mendapatkan pembinaan bersama aparat kewilayahan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan dilakukan di berbagai daerah, seperti Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Tegal, Banyumas, Kota Semarang, Magelang, Kota Surakarta, Jepara hingga Kudus.

    Menurut Kompol Gopar, sebagian besar paparan paham intoleransi dan radikalisme berasal dari media sosial. Anak-anak tersebut terhubung dengan konten maupun grup yang mengarah pada kekerasan. “Rata-rata terpengaruh dari media sosial. Dari grup-grup kekerasan, kemudian mereka ikut dalam grup-grup ISIS Daulah,” ujarnya.

    Selama ini, proses pembinaan dilakukan dengan melibatkan peran orang tua, sementara pihak sekolah belum dilibatkan secara langsung. Namun, ke depan, pola penanganan tersebut direncanakan berubah. Densus 88 akan memperkuat pencegahan melalui sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah bersama pemerintah daerah.

    “Dengan adanya kegiatan ini, mudah-mudahan ke depan bisa kita lakukan sosialisasi bersama Dinas Pendidikan dan Kesbangpol ke sekolah-sekolah,” kata Kompol Gopar.

    Terkait konten kekerasan di ruang digital, Kompol Gopar mengakui akses terhadap konten tersebut masih relatif terbuka. Karena itu, langkah pencegahan terus diperkuat. “Masih, makanya ini kami berupaya supaya mencegah. Jangan sampai kejadian seperti di Jakarta atau kemarin di Kalimantan Barat terjadi di sini,” katanya.

    M Agung Hikmati, Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Badan Kesbangpol Jawa Tengah, menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pencegahan sejak dini. “Kalau bicara Densus itu bukan soal penindakan semata. Ada sisi pencegahan, dan ini bagian dari upaya cegah radikalisme dan terorisme,” ujarnya.

    Agung menyebut keterpaparan paham ekstrem di kalangan remaja menunjukkan tren yang perlu direspons cepat. Karena itu, Pemprov Jawa Tengah bergerak bersama Dinas Pendidikan dan Densus 88 untuk memperkuat benteng ideologi kebangsaan di sekolah. “Keterpaparan di anak-anak remaja itu sudah mulai meningkat. Kami harus ambil langkah cepat,” katanya.

    Kegiatan Meet and Greet Densus menjadi langkah awal yang sengaja dikemas dengan pendekatan kekinian agar lebih dekat dengan dunia remaja dan tidak menimbulkan rasa takut. “Kalau dengar Densus, anak-anak sering kali punya persepsi macam-macam. Makanya kita bikin kegiatan yang ramah dan dialogis,” ujar Agung.

    Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Kusno menyambut baik kolaborasi lintas sektor tersebut. Menurutnya, isu intoleransi dan radikalisme merupakan tantangan serius di dunia pendidikan. “Ini program yang sangat penting. Kami berkepentingan untuk memfasilitasi, karena bahaya radikalisme dan terorisme tidak boleh dianggap sepele,” katanya.

    SMAN 6 Semarang dipilih sebagai titik awal pelaksanaan program di Kota Semarang sebelum diperluas ke daerah lain di Jawa Tengah. “Ini menjadi titik awal. Dari sini nanti kita bergerak ke kabupaten dan kota lain,” ujarnya.

    Tahap lanjutan telah disiapkan dengan menyasar enam kabupaten/kota terlebih dahulu sebelum program diperluas secara bertahap. “Target akhirnya memang semua sekolah, tapi sistemnya diseminasi. Tidak harus mendatangi satu per satu,” kata Kusno.

    Kepala SMAN 6 Semarang Yuwana mengaku bersyukur sekolahnya dipercaya menjadi proyek percontohan. Ia menilai pendidikan toleransi menjadi bekal penting bagi siswa sebagai calon pemimpin bangsa. “Mudah-mudahan mereka kelak bisa mengisi kepemimpinan tanpa adanya intoleransi, radikalisme, dan terorisme,” ujarnya.

    Kegiatan ini juga melibatkan media daring bacaaja.co. Chief Operating Officer bacaaja.co, Puji Utami, menyebut upaya pencegahan radikalisme pada pelajar merupakan tanggung jawab bersama. “Kami ingin anak-anak tidak tersangkut kekerasan, intoleransi, dan sejenisnya. SMAN 6 ini menjadi pilot project,” katanya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Alhamdulillah, 3.144 Guru Honorer Bandung Dapat Gaji, Segera Cek!

    By adm_imr3 Mei 20261 Views

    Naskah Pembina Upacara Hardiknas 2026 yang Menginspirasi Masa Depan Bangsa

    By adm_imr3 Mei 20261 Views

    Cara kreatif tingkatkan kepercayaan diri, siswa jadi pemimpin dalam konferensi siswa

    By adm_imr3 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sambutan Walimatus Safar 2026: Meraih Ridha Ilahi Menuju Tanah Suci

    3 Mei 2026

    Alhamdulillah, 3.144 Guru Honorer Bandung Dapat Gaji, Segera Cek!

    3 Mei 2026

    Menolak Pudar: Strategi Cerdas Muslim Thailand Melawan Diskriminasi Sistemik

    3 Mei 2026

    Haji 2026, Jemaah Pasuruan Meninggal Dunia Saat Tiba di Madinah

    3 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?