Aksi Sosial Persebaya Surabaya dan Bonek yang Menginspirasi
Dalam sebuah peristiwa yang menunjukkan kepedulian luar biasa, suporter Persebaya Surabaya, Bonek dan Bonita, menggelar aksi sosial yang mengumpulkan 18.213 paket donasi berupa alat tulis dan perlengkapan sekolah. Aksi ini dilakukan dalam satu malam saat klub sepak bola asal Surabaya menghadapi pertandingan melawan Bhayangkara Presisi Indonesia FC di Stadion Gelora Bung Tomo.
Respons Cepat atas Tragedi di NTT
Aksi donasi ini muncul sebagai respons terhadap kabar pilu dari Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana seorang pelajar kesulitan membeli buku dan pena hingga akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri. Kehilangan tragis tersebut menjadi pemicu bagi para suporter untuk bergerak dan memberikan bantuan nyata kepada anak-anak yang kurang mampu.
Pertandingan yang berlangsung pada Sabtu (14/2/2026) terasa berbeda dari biasanya. Di tengah riuh tepuk tangan dan dukungan untuk tim Green Force, para suporter datang dengan niat yang lebih besar: membawa buku tulis, pensil, bolpen, penggaris, serta tas sekolah. Semua barang dikumpulkan di booth Gate 2 dan 15 stadion.
Donasi yang Menjadi Simbol Kepedulian
Dalam waktu singkat, terkumpul total 18.213 paket donasi yang terdiri dari 6.538 buku tulis, 11.561 alat tulis, serta 114 tas sekolah. Angka ini tidak hanya sekadar statistik, tetapi simbol kepedulian yang kuat. Setiap buku dan bolpoin membawa pesan bahwa tidak ada lagi anak yang kehilangan harapan hanya karena keterbatasan perlengkapan sekolah.
Area pengumpulan donasi dipenuhi wajah-wajah penuh semangat. Orang tua mengajak anak-anak mereka ikut menyerahkan langsung perlengkapan sekolah, menciptakan momen edukatif tentang arti berbagi sejak dini. Aksi ini juga menjadi ruang pembelajaran sosial di tengah atmosfer pertandingan. Solidaritas terasa nyata ketika suporter dari berbagai komunitas datang dengan niat yang sama, membantu sesama tanpa pamrih.
Inisiatif Media Sosial yang Menggugah
Selain aksi fisik di stadion, kampanye donasi juga digaungkan melalui media sosial. Video yang dibuat oleh Persebaya Surabaya cukup menggugah perasaan penonton. Jonathan Yohvinno, Media Officer Persebaya Surabaya, menjelaskan bahwa kampanye ini mendapatkan respon positif dari banyak orang.
“Kami membuat beberapa campaign di sosial media melalui sebuah video yang cukup menggugah perasaan penonton,” ujar Jonathan. “Sampai hari ini kami masih menerima pesan bahkan masukan terkait donasi bagi pihak yang ingin berpartisipasi namun belum bisa hadir.”
Program donasi ini dirancang menyesuaikan kebutuhan anak-anak yang sedang memerlukan bantuan. Jika tahun sebelumnya memberikan boneka, kali ini manajemen bersama suporter sepakat fokus pada peralatan tulis dan perlengkapan sekolah. Langkah tersebut dipilih agar bantuan lebih tepat sasaran.
Penyaluran Donasi yang Luas
Nantinya, seluruh alat tulis dan perlengkapan sekolah yang terkumpul akan disalurkan kepada anak-anak kurang mampu dan pihak yang membutuhkan. Penyaluran tidak hanya menyasar Surabaya, tetapi juga wilayah lain yang memerlukan uluran tangan.
Gerakan ini memperlihatkan wajah lain sepak bola Indonesia. Di balik rivalitas dan tensi pertandingan, ada kekuatan solidaritas yang tumbuh dari tribun. Aksi nyata Persebaya Surabaya dan Bonek menjadi contoh bagaimana klub dan suporter bisa bergerak bersama untuk isu kemanusiaan.
Pesan Kuat dari Aksi Sosial
Sebanyak 18.213 paket donasi yang terkumpul menjadi simbol kebersamaan yang tak bisa dipandang sebelah mata. Setiap kontribusi, sekecil apa pun, menyatu dalam semangat kolektif membantu anak-anak meraih pendidikan yang lebih layak.
Lebih dari sekadar angka, aksi ini meninggalkan pesan kuat bagi publik. Solidaritas bisa dimulai dari langkah sederhana, termasuk membawa satu buku tulis saat menonton pertandingan. Aksi nyata Persebaya Surabaya dan Bonek mengumpulkan 18.213 paket donasi menjadi pengingat jika kepedulian sosial bisa lahir dari mana saja, termasuk dari tribun stadion.
Harapannya, tidak ada lagi tragedi memilukan di NTT maupun daerah lain hanya karena keterbatasan alat tulis dan perlengkapan sekolah.







