Hari Ketiga All England Open 2026: Kejutan dan Kemenangan yang Mengesankan
Hari ketiga All England Open 2026 kembali menunjukkan kejutan yang menarik perhatian penggemar bulu tangkis. Banyak pemain unggulan gagal melaju ke babak berikutnya, sementara sejumlah atlet dari negara-negara lain berhasil menciptakan momen yang membanggakan.
Line Christophersen: Kemenangan Impresif di Tunggal Putri
Line Christophersen, wakil Denmark dari tunggal putri, memberikan penampilan luar biasa untuk mengalahkan Yeo Jia Min dari Singapura dengan skor 21-18 dan 21-11. Kemenangan ini menjadi yang pertama kalinya bagi Christophersen mencapai delapan besar dalam tiga kali tampil di All England Open.
Christophersen, yang berada di peringkat ke-23 dunia, mengendalikan sebagian besar pertandingan, terutama pada gim kedua ketika ia meraih delapan poin berturut-turut. Ia mengakui bahwa permainannya sangat baik di turnamen ini dan ia menemukan ritme yang cocok.
“Selalu menyenangkan bermain di All England. Ketika permainan bagus di sini, itu sangat istimewa,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa ia merasa gugup saat pertandingan mendekati akhir, meskipun ia sangat senang bisa melanjutkan perjalanan ke babak perempat final.
Christophersen akan menghadapi Akane Yamaguchi dari Jepang pada babak perempat final. Ini merupakan tantangan besar bagi pemain asal Denmark tersebut.
Mads Vestergaard/Christine Busch: Kejutan dari Ganda Campuran
Pasangan ganda campuran Denmark, Mads Vestergaard dan Christine Busch, juga memberikan kejutan yang mengejutkan. Mereka berhasil mengalahkan pasangan peringkat satu dunia dan unggulan teratas, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping dari China, dengan skor 18-21, 21-18, dan 21-17.
Sebelumnya, mereka telah mengalahkan Cheng Xing/Zhang Chi di babak pertama. Pasangan ini sebelumnya menjadi runner-up di final German Open 2026 pekan lalu.
Busch mengaku bahwa ia masih sedikit terkejut dengan kemenangan ini. “Saya sangat senang, juga sedikit terkejut. Saya belum sepenuhnya mengerti, tetapi kami sangat senang,” katanya.
Vestergaard mengakui bahwa Huang Dong Ping adalah lawan yang sangat sulit. “Dia sangat sulit dikendalikan. Kami sedikit takut bermain melawannya di dekat net hampir sepanjang pertandingan.”
Namun, ia mengatakan bahwa tekanan mungkin lebih berat bagi pasangan peringkat satu dunia. “Kami sebenarnya tidak berharap untuk memenangkan pertandingan ini, jadi saya pikir ada lebih banyak tekanan kepada mereka.”
Kunlavut Vitidsarn: Kesempatan Pertama di Perempat Final
Kunlavut Vitidsarn, bintang Thailand, berhasil mencapai perempat final All England untuk pertama kalinya dalam kariernya setelah mengalahkan Toma Junior Popov dari Prancis dengan skor 19-21, 21-9, dan 21-13.
Juara dunia 2023 ini sebelumnya enam kali gagal di tahap ini, tetapi kali ini ia berhasil melewati batasan tersebut. Ia mengakui bahwa ia merasa sangat bahagia dan senang bisa lolos ke babak berikutnya.
“Turnamen ini sangat besar, dan saya merasa banyak tekanan ketika harus bermain di sini. Saya benar-benar ingin memenangkan medali dari turnamen ini,” ujarnya.
Vitidsarn dikenal karena kehadirannya yang energik dan sering bermain dengan rasa senang yang terlihat. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga konsentrasi selama pertandingan.
“Di setiap pertandingan, Anda harus berkonsentrasi pada setiap pukulan karena setiap pemain tangguh. Jika Anda kehilangan fokus, Anda bisa kalah dalam pertandingan,” kata Vitidsarn.
Victor Lai: Kejutan Berlanjut
Victor Lai, pemain Kanada, juga memberikan kejutan dengan mengalahkan Lee Cheuk Yiu dari Hong Kong dengan skor 21-12 dan 21-18. Ia sebelumnya telah menghentikan langkah Alex Lanier dari Prancis di babak pertama.
Lai mengatakan bahwa setiap kemenangan di turnamen ini sangat berarti. “Mengalahkan siapa pun di turnamen ini adalah hal yang besar karena setelah kejuaraan dunia, ada periode di mana saya tidak bisa mengalahkan mereka. Saya sangat senang bahwa, mulai dari Malaysia Open, saya mulai membangun kepercayaan diri saya.”
Vitidsarn akan menghadapi Alwi Farhan di babak perempat final setelah pemain muda itu mengalahkan Chou Tien Chen dari Taiwan. Ia juga mengakui bahwa ia suka mengganti warna kaos kakinya meskipun ada anggapan dari penggemar bahwa kaos kaki hitam “membawa keberuntungan” baginya.







