Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Berbagai dukungan terkait larangan anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial

    14 Maret 2026

    Berburu Barang Branded di Surabaya, Toko Konsep Drive-Thru Fashion Forth

    14 Maret 2026

    Kronologi kasus restoran Bibi Kelinci, CCTV curi makanan, pemilik jadi tersangka

    14 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 14 Maret 2026
    Trending
    • Berbagai dukungan terkait larangan anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial
    • Berburu Barang Branded di Surabaya, Toko Konsep Drive-Thru Fashion Forth
    • Kronologi kasus restoran Bibi Kelinci, CCTV curi makanan, pemilik jadi tersangka
    • 5 Tips Cerdas untuk Pecinta Belanja agar Tidak Rugi
    • 50 Soal PJOK Kelas 9 SMP Lengkap Kunci Jawaban USBN 2026
    • Prediksi Skor AC Milan vs Inter Milan Malam Ini
    • Kinerja CPO Grup Salim Menggembirakan, Ini Rekomendasi Sahamnya
    • Jadwal Imsakiyah dan Cara Berbuka Puasa yang Benar di Bekasi
    • 5 Film Oscar 2026 di CATCHPLAY+ yang Wajib Ditonton!
    • Bak Jadi Firasat, Sheila Dara Pernah Sebut Vidi Aldiano, Suami Saya Selamanya, Kini Jadi Nyata
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Anatomi Pasar 12 Februari 2026: IHSG Merah, Dua Saham Big Cap Ini Diakumulasi Sempurna

    Anatomi Pasar 12 Februari 2026: IHSG Merah, Dua Saham Big Cap Ini Diakumulasi Sempurna

    adm_imradm_imr16 Februari 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pergerakan Indeks Saham dan Kondisi Pasar

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 8.265,352 dengan penurunan sebesar -0,31% dibandingkan penutupan sebelumnya. Selama sesi perdagangan, indeks sempat mencapai titik tertinggi di 8.334,022 sebelum akhirnya mengalami penurunan ke zona merah. Total nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp22,24 triliun, dengan pasar reguler mendominasi sebesar Rp20,70 triliun dan pasar negosiasi mencatatkan aliran likuiditas senilai Rp1,54 triliun.

    Meskipun IHSG melemah, intensitas perdagangan tetap tinggi dengan frekuensi transaksi mencapai 2,96 juta kali. Median ticket size pasar berada di angka Rp1.617.346, yang menjadi batas antara transaksi ritel dan jejak kaki institusi.

    Perang Urat Syaraf di Sektor Perbankan

    Di jajaran saham big caps (kapitalisasi pasar lebih dari Rp100 triliun), terjadi perbedaan signifikan antara pergerakan harga dan arus modal asing (foreign flow).

    Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menjadi salah satu primadona institusi dengan closing strength index (CSI) sebesar 1. Angka ini menunjukkan akumulasi sempurna di harga penutupan (Rp 5.075 per saham). Saham ini mencatatkan foreign net flow positif sebesar 65.484.600 saham dengan ticket size jumbo Rp 38,86 juta per transaksi, jauh di atas rata-rata pasar. Ini adalah indikasi kuat masuknya smart money.

    Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) juga menunjukkan kekuatan penutupan maksimal (CSI 1) di level Rp 3.560 per saham. Asing menyuntikkan likuiditas dengan net buy 15,28 juta saham.

    Sebaliknya, Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi sasaran distribusi asing dengan net sell mencapai 120,82 juta saham. Angka CSI yang hanya 0,14 menunjukkan tekanan jual yang dominan hingga akhir sesi, ditutup di level Rp 7.325 per saham.

    Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga mengalami tekanan asing dengan net sell 6,68 juta saham. Meskipun demikian, BBRI mencatatkan berhasil mencatatkan angka CSI 1 (penutupan di harga tertinggi harian Rp 3.790 per saham). Kekuatan domestik tampaknya menjadi benteng di harga penutupan.

    Perburuan Senyap di Lapis Kedua

    Di segmen mid-small cap, beberapa emiten menunjukkan adanya jejak kaki pemodal yang sangat kentara melalui ticket size yang besar dan angka CSI yang tinggi:

    Fuji Finance Indonesia Tbk. (FUJI) mencatatkan ticket size fenomenal sebesar Rp 32,86 juta dengan nilai transaksi Rp 11,30 miliar. Dengan CSI 0,73, saham ini terindikasi sedang dalam radar akumulasi smart money lokal.

    Mahkota Group Tbk. (MGRO) juga menampilkan akumulasi bersih di akhir sesi (CSI 1) dengan ticket size Rp12,92 juta. Meskipun volume tidak raksasa, kualitas transaksi menunjukkan dominasi pembeli besar.

    Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. (TUGU) mengantongi ticket size Rp 11,30 juta dengan CSI 0,75, menandakan minat beli yang stabil di atas rata-rata ritel.

    Melacak Strategi Serok Bawah

    Strategi serok bawah terdeteksi pada beberapa saham yang harganya terkoreksi namun mencatatkan arus masuk modal asing yang signifikan:

    Harga Panin Financial Tbk. (PNLF) turun 2 poin, namun asing melakukan net buy sebesar 16,45 juta saham.

    Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA) malah terkoreksi 4 poin, tetapi mendapatkan suntikan asing sebesar 13,99 juta saham dengan CSI 0,5.

    Bukalapak.com Tbk. (BUKA) yang melemah ke level 148, namun mencatatkan foreign net flow positif 13,34 juta saham.

    Penjelasan Istilah

    Ticket Size: Jejak Kaki Siapa di Pasar?

    Ticket Size adalah rata-rata nilai uang yang dikeluarkan dalam setiap satu kali transaksi. Cara Hitung: Total Nilai Transaksi dibagi Total Frekuensi.

    Ticket size Kecil: Biasanya didominasi oleh investor ritel yang bertransaksi dalam jumlah sedikit-sedikit.

    Ticket size Besar: Menandakan adanya “Smart Money” atau investor dengan dana besar yang masuk. Mereka tidak mungkin membeli saham hanya Rp 1-2 juta sekali klik; mereka biasanya masuk dengan “tiket” bernilai puluhan hingga ratusan juta rupiah per transaksi.

    CSI (Closing Strength Index): Siapa yang Menang di Menit Terakhir?

    CSI mengukur seberapa kuat harga penutupan sebuah saham dibandingkan dengan rentang harganya sepanjang hari itu. Logika Angka: Rentang angkanya adalah 0.0 sampai 1.0.

    CSI 1 (Sangat Kuat): Artinya saham tersebut ditutup di harga tertingginya hari itu (Closed at High). Ini menandakan pembeli sangat agresif sampai akhir sesi, tidak memberi ruang harga untuk turun.

    CSI 0.0 (Sangat Lemah): Artinya saham ditutup di harga terendahnya hari itu (Closed at Low). Penjual sangat dominan menekan harga hingga pasar tutup.

    CSI 0,5: Harga ditutup tepat di tengah-tengah antara harga tertinggi dan terendah.

    Kenapa Penting? CSI membantu kita melihat psikologi pasar. Jika sebuah saham punya CSI tinggi (misal di atas 0.8), berarti ada kepercayaan diri tinggi dari pelaku pasar untuk “menginapkan” saham tersebut karena ekspektasi harga masih akan naik besok.

    Disclaimer

    Artikel ini ditulis berdasarkan Data Pasar Ringkasan Saham (5 Februari 2026) yang diunduh langsung dari laman resmi BEI dan diolah. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi. Pembaca diharapkan bijak sebelum mengambil keputusan investasi.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kinerja CPO Grup Salim Menggembirakan, Ini Rekomendasi Sahamnya

    By adm_imr14 Maret 20261 Views

    20 Manfaat Zakat untuk Umat Islam, Membuka Rezeki

    By adm_imr14 Maret 20262 Views

    Aplikasi Saham Terbaik 2026, Investasi Cuan Tanpa Risiko!

    By adm_imr13 Maret 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Berbagai dukungan terkait larangan anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial

    14 Maret 2026

    Berburu Barang Branded di Surabaya, Toko Konsep Drive-Thru Fashion Forth

    14 Maret 2026

    Kronologi kasus restoran Bibi Kelinci, CCTV curi makanan, pemilik jadi tersangka

    14 Maret 2026

    5 Tips Cerdas untuk Pecinta Belanja agar Tidak Rugi

    14 Maret 2026
    Berita Populer

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    Kabupaten Malang 28 Februari 2026

    Malang – Aparat dari Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana membuat dan menguasai bahan peledak…

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026

    Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Bagnaia Tunjukkan Tanda Bertahan

    1 Maret 2026

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?