Washington, Infomalangraya.com
Pertemuan penting akan segera diadakan antara Kepala Staf Gabungan Militer Amerika Serikat, Jenderal Dan Caine dengan puluhan pemimpin militer dari berbagai negara di Belahan Bumi Barat. Pertemuan ini akan berlangsung pada 11 Februari dan menjadi momen langka dalam dunia diplomasi militer.
Fokus Utama Pertemuan
Pertemuan ini melibatkan 34 negara, termasuk Denmark, Inggris, dan Prancis, yang memiliki wilayah di kawasan tersebut. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan koordinasi regional dalam memerangi perdagangan narkoba dan organisasi kriminal transnasional.
Jenderal Caine menyatakan bahwa para pemimpin pertahanan yang hadir akan membahas pentingnya kemitraan yang kuat, kerja sama yang berkelanjutan, serta upaya bersama untuk menghadapi organisasi kriminal dan teroris, serta aktor eksternal yang mengganggu keamanan dan stabilitas regional.
Konteks Peningkatan Kerja Sama Keamanan
Pertemuan ini menunjukkan peningkatan perhatian terhadap kawasan Barat dalam strategi keamanan AS. Dalam beberapa bulan terakhir, Washington telah fokus pada penguatan hubungan dengan mitra regional, khususnya dalam menghadapi ancaman keamanan yang semakin kompleks.
Namun, situasi politik saat ini cukup rumit. Hubungan Washington dengan negara-negara tetangga dan sekutu Eropa sedang dalam kondisi yang tidak stabil. Selain itu, pertemuan-pertemuan rutin antara komandan militer AS dengan rekan-rekannya di luar negeri sering kali dilakukan secara terbatas.
Tantangan dan Tundaan
Pertemuan besar seperti ini belum pernah diadakan oleh Pentagon sebelumnya. Meski demikian, jadwal pertemuan bulan depan harus ditunda karena ancaman badai salju di Washington.
Beberapa kendala juga muncul sebelumnya. Misalnya, pada September lalu, Inggris menghentikan pertukaran informasi intelijen terkait serangan AS terhadap apa yang mereka anggap sebagai kapal pengangkut narkoba di Karibia.
Peran Kekuatan Regional
Menurut Adam Isacson, seorang spesialis keamanan regional di Kantor Washington untuk Amerika Latin, pemerintahan Trump mengharapkan militer di kawasan tersebut untuk lebih responsif terhadap prioritas AS dibandingkan masa sebelumnya.
Isacson menjelaskan bahwa daftar prioritas AS mencakup perang melawan narkoba dan kejahatan terorganisir, serta menjauhi hubungan dengan China, Iran, dan Rusia. Ia juga menyebut adanya ancaman eksplisit atau implisit terhadap militer yang tidak menghormati prioritas tersebut, seperti yang terjadi di Venezuela.
Masa Depan Koordinasi Militer
Dengan pertemuan ini, AS berusaha memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam menjaga stabilitas kawasan Barat. Para pemimpin militer dari negara-negara peserta akan diberi kesempatan untuk berdiskusi tentang strategi baru dalam menghadapi ancaman lintas batas.
Pertemuan ini juga menjadi indikasi bahwa AS akan terus meningkatkan kolaborasi dengan mitra-mitranya di kawasan, terlepas dari tantangan dan ketidakpastian politik yang ada.







