Gempa Pacitan Berdampak di Kota Blitar dan Wilayah Sekitarnya
Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,4 yang berpusat di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 01.06 WIB, menimbulkan dampak yang terasa hingga ke wilayah Kota Blitar dan sekitarnya. Guncangan gempa tersebut menyebabkan beberapa bangunan rusak, termasuk sebuah kafe yang terkena reruntuhan dari bangunan tua di sampingnya.
Kafe di Kota Blitar Terkena Dampak Gempa
Kafe milik Cornelius Marcelino Wijaya (26) yang berada di Jl Mastrip, Kota Blitar, mengalami kerusakan akibat guncangan gempa. Saat itu, kafe baru saja ditutup dan para pegawai sedang melakukan pembersihan. Cornelius kemudian meminta para pegawainya pulang setelah gempa terjadi.
Tidak lama setelah gempa, atap bangunan tua di samping kafe roboh dan menimpa kanopi serta lampu di dalam kafe. Cornelius mengungkapkan bahwa bangunan tersebut sudah lama kosong dan kondisinya tidak terawat. Ia juga menyebutkan bahwa guncangan gempa terasa sangat keras di Kota Blitar.
“Bangunan di samping kafe roboh menimpa kanopi kafe. Beruntung, mobil belum saya parkir di halaman kafe,” ujarnya.
BPBD Kota Blitar Lakukan Asesmen dan Pembersihan
Kepala BPBD Kota Blitar, Agus Suherli, mengatakan bahwa ada satu laporan bangunan rumah tua roboh menimpa kafe di Jl Mastrip, Kota Blitar, dampak gempa di Pacitan. Petugas BPBD telah mengecek lokasi dan melakukan asesmen pada Jumat dini hari. Mereka juga akan melanjutkan pembersihan material agar kafe bisa kembali beroperasi.
Menurut Agus, bangunan rumah yang roboh memiliki usia yang cukup tua dan kondisinya kosong. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil masih dalam perhitungan.
Kerusakan Bangunan Lain di Wilayah Pacitan
Selain di Kota Blitar, gempa juga menimbulkan kerusakan di beberapa daerah lain, seperti di Kabupaten Pacitan. Salah satu bangunan yang terkena dampak adalah rumah milik Sumarno di Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan. Bagian teras rumahnya ambruk saat gempa terjadi.
Sumarno mengungkapkan bahwa saat gempa mengguncang, ia dan keluarganya sedang tidur. Mereka langsung bergegas keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Beruntung, tidak ada anggota keluarga yang berada di area tersebut saat kejadian.
Selain teras rumah Sumarno, dapur milik Agus Susanto juga dilaporkan ambruk akibat guncangan gempa. Dinding dan atap dapur runtuh dan menimpa berbagai perabot rumah tangga yang berada di dalamnya. Namun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Dampak Gempa Hingga Ke Wilayah Ponorogo dan Malang
Gempa yang berpusat di Perairan Pacitan juga terasa hingga ke wilayah Ponorogo dan Malang. Warga Ponorogo mengaku panik setelah merasakan guncangan yang cukup keras. Sejumlah warga bahkan terbangun dari tidur nyenyak.
Salah satu warga, Ahmad Fauzani, mengungkapkan bahwa getaran gempa cukup keras dan durasinya agak lama. Ia langsung mengambil anaknya yang masih balita karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan.
Sementara itu, gempa juga terasa hingga ke wilayah Malang dan Yogyakarta. Menurut data BMKG, gempa ini tidak berpotensi tsunami. Namun, beberapa warga mengungkapkan bahwa mereka merasakan getaran yang cukup lama dan kuat.








