Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Protes Piala Soeratin 2026: Calon Peserta di Malang Keberatan Biaya Pendaftaran Rp3,25 Juta

    13 Juli 2026

    PWI Bulungan raih 22 medali, finis ketiga Porwada II Kaltara 2026

    12 Juli 2026

    Daya Ledak Tinggi! Ini Alasan Madura United Incar Gali Freitas dari Persebaya Surabaya

    12 Juli 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 16 Juli 2026
    Trending
    • Protes Piala Soeratin 2026: Calon Peserta di Malang Keberatan Biaya Pendaftaran Rp3,25 Juta
    • PWI Bulungan raih 22 medali, finis ketiga Porwada II Kaltara 2026
    • Daya Ledak Tinggi! Ini Alasan Madura United Incar Gali Freitas dari Persebaya Surabaya
    • Harga saham BACH melonjak di BEI, ARA siap bertahan jika naik ke level ini
    • Karina Ranau Memaafkan Terduga Pelaku, Tapi Minta Proses Hukum Berlanjut
    • Qari Kaltim Juara Dunia di Malaysia, Bukti Peningkatan Pesat Pembinaan Al-Qur’an
    • Orang yang Suka Sendirian Punya 6 Hobi yang Membuat Mereka Bahagia
    • Manfaat Kopi Pagi: Rekomendasi Tempat Nongkrong di Kendari
    • Tujuh Keunggulan VinFast VF MPV 7, Pilihan Mobil Listrik Keluarga Indonesia
    • Ada Perbedaan, Taqwaddin Minta Advokat Pahami KUHAP 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Malang Raya»Apa Itu Terumbu Karang: Tumbuhan, Hewan, atau Batu?

    Apa Itu Terumbu Karang: Tumbuhan, Hewan, atau Batu?

    adm_imradm_imr9 Februari 202613 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Terumbu Karang: Mahakarya Bawah Laut yang Penuh Misteri

    Di tengah kedalaman lautan yang penuh misteri, terumbu karang hidup layaknya taman bunga bawah air yang warna-warni. Terumbu karang membentang luas dengan bentuk yang tak menentu, menjadi tempat pulang bagi ikan-ikan kecil. Secara fisik, terumbu karang tampak seperti bongkahan batu yang keras. Tetapi, seringkali ia dikenal sebagai tumbuhan yang hidupnya membutuhkan cahaya matahari. Sementara itu, secara biologis terumbu karang terdiri dari ribuan organisme kecil. Lalu, apa sebenarnya terumbu karang? Apakah mereka ini tumbuhan, hewan, atau batu?

    Apa Itu Terumbu Karang?



    Terumbu karang merupakan mahakarya bawah laut yang terbentuk dari tumpukan kalsium karbonat, yakni koloni polip kecil. Bisa dibilang terumbu karang adalah jantungnya bagi ekosistem laut, namun sayangnya ekosistem ini terancam punah akibat polusi dan krisis iklim. Terumbu karang hanya menutupi 1% dasar laut dan mendukung sekitar 25% dari seluruh kehidupan laut di samudera. Terumbu karang adalah istilah dasar yang digunakan untuk menggambarkan struktur kolektif karang keras yang membentuk ekosistem terumbu karang.

    Terumbu karang identik dengan pesonanya yang warna-warni. Kombinasi warna ini terbentuk dari alga mikroskopis yang hidup dalam sel karang, yang dikenal dengan sebutan zooxanthellae. Melalui proses fotosintesis, alga tersebut menyuplai asupan makanan dan nutrisi yang dibutuhkan karang untuk bertahan hidup.

    Proses Pembentukan Terumbu Karang



    Proses terbentuknya terumbu karang adalah mekanisme biologis dan geologis yang luar biasa dan terjadi selama ribuan tahun. Di bawah ini adalah alur bagaimana terumbu karang terbentuk dan menjadi taman bagi ikan-ikan:

    Pertumbuhan terumbu karang dimulai dari hewan kecil yang disebut polip karang. Polip memiliki tubuh yang lunak dan masih berkerabat dengan anemon laut serta ubur-ubur. Bisa dibilang polip adalah arsiteknya terumbu karang. Ketika larva karang atau planula menemukan objek yang keras di perairan, maka mereka akan menempelkan tubuhnya dan mulai tumbuh.

    Setiap polip karang mengeluarkan kalsium karbonat di sekitar dasar dan sisinya. Polip bereproduksi secara aseksual dengan membelah diri, menciptakan salinan identik dari diri mereka sendiri. Kemudian membentuk koloni yang dapat berisi ribuan atau jutaan polip individu. Lambat laun, tumpukan rangka kalsium karbonat ini menciptakan fondasi kokoh yang memungkinkan generasi karang baru untuk terus tumbuh di atasnya.

    Alga mikroskopis atau yang disebut zooxanthellae yang hidup di jaringan polip kemudian melakukan fotosintesis dan membagikan nutrisi yang dihasilkan dengan inang karangnya. Hubungan simbiosis antara polip karang dan alga mikroskopis ini menyediakan hingga 90% kebutuhan energi karang, yang akhirnya memicu pertumbuhan dan produksi kalsium karbonat. Timbal baliknya, zooxanthellae kemudian mendapatkan tempat tinggal yang terlindung dan bahan-bahan kimia dari karang agar mereka bisa terus berfotosintesis.

    Jadi, dapat dikatakan bahwa terumbu karang terbentuk karena adanya hubungan simbiosis antara zooxanthellae dengan polip karang sehingga terbentuklah terumbu karang di perairan yang dangkal dan jernih.

    Peran Terumbu Karang dalam Ekosistem Laut



    Terumbu karang lebih dari sekadar taman laut bagi ikan. Terumbu karang memainkan peran vital dalam ekosistem laut, berikut penjelasannya:

    • Terumbu karang menjadi rumah bagi seluruh spesies laut.
    • Terumbu karang berfungsi untuk memecah gelombang alami.
    • Melindungi daerah pesisir dengan mengurangi kekuatan gelombang pantai.
    • Penyedia sumber daya ekonomi.
    • Menjaga keseimbangan rantai makanan.
    • Membantu penyerapan CO₂ dan menghasilkan oksigen.

    Identitas Asli Terumbu Karang sebagai Tumbuhan, Hewan, atau Batu?



    Jika kamu menemukan sepotong karang yang terdampar di pantai, dengan tekstur yang padat, keras, sisi-sisinya terasa keras dan dipenuhi lubang tak beraturan. Struktur karang yang keras seperti batu itulah yang menjadi rumah bagi polip karang. Polip ini memiliki ukuran tubuh yang kecil, pendek, dan seperti tabung yang berujung pada mulut dan dikelilingi tentakel.

    Ratusan bahkan ribuan polip dapat hidup dalam satu karang yang keras layaknya batu. Tetapi, faktanya benda keras itu bukanlah batu, melainkan hewan. Struktur yang keras tersebut adalah kerangka luar yang diciptakan oleh polip. Sederhananya, polip menancapkan diri pada lubang-lubang karang. Ketika bahaya mendekat, maka polip menarik tubuhnya ke dalam kerangka dan menjauhi bahaya.

    Jadi, karang adalah hewan, namun sebagian besar karang pembentuk terumbu tidak hanya mendapatkan energi dari makanan yang mereka makan. Mereka menggantungkan hidupnya pada proses fotosintesis, sehingga terumbu karang idealnya memerlukan cahaya matahari. Sama halnya dengan tumbuhan yang juga melakukan fotosintesis, lalu apakah terumbu karang juga disebut sebagai tumbuhan? Jawabannya adalah tidak, tapi alga yang mirip tumbuhan adalah bagian dari banyak karang.

    Sebagai penutup, karang bukanlah tumbuhan ataupun batu. Meskipun memiliki tekstur yang keras seperti batu dan adanya proses fotosintesis layaknya tumbuhan, sejatinya terumbu karang adalah hewan. Di mana polip lah yang mencipatakan tekstur keras dengan menancapkan diri pada lubang karang.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Protes Piala Soeratin 2026: Calon Peserta di Malang Keberatan Biaya Pendaftaran Rp3,25 Juta

    By redaksi13 Juli 20265,328 Views

    Jejak Pria E Terungkap di Pulau Jawa Usai Pejabat Bangkalan Tewas, Mantan Istrinya Warga Malang

    By adm_imr12 Juli 20263 Views

    Berita Malang Raya Terkini: Sikap Diskumperindag Pasca Penggeledahan, Indonesia Aman dari Heat Dome

    By adm_imr12 Juli 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Protes Piala Soeratin 2026: Calon Peserta di Malang Keberatan Biaya Pendaftaran Rp3,25 Juta

    13 Juli 2026

    PWI Bulungan raih 22 medali, finis ketiga Porwada II Kaltara 2026

    12 Juli 2026

    Daya Ledak Tinggi! Ini Alasan Madura United Incar Gali Freitas dari Persebaya Surabaya

    12 Juli 2026

    Harga saham BACH melonjak di BEI, ARA siap bertahan jika naik ke level ini

    12 Juli 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?