Bazar Durian di Desa Sumberasri Menarik Minat Pengunjung
Bazar durian yang digelar selama dua hari di Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, berhasil menarik perhatian banyak pengunjung. Acara ini berlangsung pada Sabtu (24/1/2026) dan akan berakhir pada Minggu (25/1/2026). Pengunjung terlihat antusias membeli durian dari stan-stan yang disediakan oleh para petani setempat.
Harga durian di bazar ini sangat beragam, mulai dari harga paling murah sebesar Rp 15.000 per biji hingga ratusan ribu per biji. Banyak pengunjung yang memilih untuk membawa pulang durian atau langsung memakan buah yang baru saja dibeli di stan. Salah satu pengunjung, Fitrianto, warga Kelurahan Bendogerit, Kota Blitar, mengatakan bahwa sensasi makan durian di bazar ini berbeda karena dilakukan di bawah pohonnya sendiri.
Bazar Durian sebagai Ajang Promosi Brand Lokal
Bazar durian ini tidak hanya menjadi ajang pembelian durian, tetapi juga menjadi media promosi brand durian lokal. Di sini, para petani memperkenalkan varietas durian yang mereka tanam. Banyak pengunjung yang memilih durian berdasarkan kualitas dan cita rasa yang mereka rasakan.
Bazar ini diadakan di jalan kampung, yang membuat suasana acara terasa seperti kebun durian. Hampir semua halaman depan rumah warga di sepanjang jalan memiliki pohon durian yang sedang berbuah lebat. Hal ini memberikan kesan alami dan mendekatkan pengunjung dengan sumber durian itu sendiri.
Kontes Durian untuk Meningkatkan Brand Lokal
Pada hari kedua bazar, yaitu Minggu (25/1/2026), akan digelar kontes durian yang diikuti oleh petani durian se-eks Karisidenan Kediri. Ketua Panitia Bazar Durian, Eko Suparno, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan citra brand durian lokal di wilayah eks Karisidenan Kediri.
Menurutnya, durian lokal memiliki kualitas yang baik, tetapi secara merek masih kurang dikenal oleh masyarakat luas. “Sebetulnya durian lokal punya jenis dan varietas bermacam-macam,” ujarnya. Namun, selama ini masyarakat hanya mengenal durian lokal dengan sebutan durian dari Dinas Pertanian, karena dulu bibit pohon durian mayoritas berasal dari bantuan dinas tersebut.
Contoh Sukses Durian Upin Ipin
Eko memberikan contoh sukses dari durian lokal, yaitu durian Upin Ipin yang berasal dari Desa Sumberasri. Harga durian ini dulunya hanya sekitar Rp 20.000 per biji, namun setelah menang kontes dan mendapatkan sertifikat, harga durian Upin Ipin bisa mencapai Rp 150.000 per biji.
Antusiasme petani dan pengunjung terhadap bazar ini sangat luar biasa. Meskipun beberapa daerah lain mengalami gagal panen pada musim ini, Desa Sumberasri masih memiliki hasil panen yang cukup baik meski persentasenya turun dibandingkan tahun sebelumnya.
Keistimewaan Durian Desa Sumberasri
Desa Sumberasri merupakan sentra durian di Kabupaten Blitar. Hampir semua warga memiliki pohon durian di pekarangan rumah, bahkan hanya satu pohon. Durian di desa ini memiliki kualitas yang lebih baik karena dampak dari vulkanik Gunung Kelud.
Lokasi Desa Sumberasri yang berada di lereng Gunung Kelud memberikan keistimewaan tersendiri bagi kualitas durian. Selain itu, perawatan pohon durian di sini juga relatif mudah. Pohon durian yang usianya lebih dari 10 tahun dapat tetap berbuah tanpa perlu perawatan intensif.
Kesimpulan
Bazar durian di Desa Sumberasri tidak hanya menjadi ajang jual beli, tetapi juga menjadi sarana promosi dan penguatan brand durian lokal. Dengan adanya kontes dan berbagai inisiatif lainnya, diharapkan durian lokal dapat lebih dikenal dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Pengunjung yang datang ke bazar ini juga merasakan pengalaman unik dalam memilih dan menikmati durian segar.







