Persebaya Kembali Tersandung, Rekor Tak Terkalahkan Berakhir
Persebaya Surabaya kembali mengalami kekalahan dalam laga melawan Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo pada 14 Februari 2026. Hasil ini memutus rekor tak terkalahkan Bajol Ijo dalam 13 pertandingan beruntun. Kekalahan 1-2 ini tidak hanya menjadi duka bagi para pendukung, tetapi juga membuka sejumlah isu yang menarik perhatian publik.
Kontroversi Wasit Yudai Yamamoto
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah kepemimpinan wasit asing Yudai Yamamoto. Wasit asal Jepang ini dinilai terlalu singkat memberikan tambahan waktu di akhir pertandingan. Bernardo Tavares, pelatih Persebaya, menyatakan bahwa tambahan lima menit terlalu sedikit untuk tim yang sedang berusaha mengejar ketertinggalan. Meski demikian, Yamamoto memiliki rekam jejak yang cukup baik sebagai wasit profesional. Ia telah menjalani lebih dari 485 pertandingan di J-League dan memiliki lisensi FIFA sejak 2011. Pada Januari 2026, ia resmi menjadi wasit asing penuh waktu pertama di Liga 1, dengan tugas meningkatkan kualitas perwasitan nasional.
Evaluasi Pelatih Bernardo Tavares
Setelah kekalahan tersebut, Tavares melakukan evaluasi terhadap performa tim. Ia menegaskan bahwa Persebaya harus belajar dari kesalahan, memperbaiki efektivitas serangan, dan menjaga mentalitas pemain. Gol Perovic di menit 64 menjadi satu-satunya gol yang berhasil dicetak oleh Persebaya, meskipun jumlah peluang yang diciptakan cukup banyak. Tavares juga menyampaikan bahwa keputusan memainkan pemain tertentu seperti Bruno Moreira bisa memengaruhi ekspresi mereka, namun ia menegaskan bahwa pemain tersebut tetap penting bagi tim.
Kiper Andhika Ramadhani juga menyampaikan permintaan maaf kepada suporter atas hasil buruk yang diraih. Meski kalah, Tavares memberikan pujian atas perjuangan pemain dan menekankan pentingnya evaluasi serta pemulihan untuk pertandingan berikutnya.
Keputusan Memainkan Leo Lelis sebagai Striker
Keputusan memainkan Leo Lelis sebagai striker menjadi langkah taktis yang menarik perhatian. Lelis masuk di menit 85 menggantikan Gali Freitas, sementara Perovic digantikan Dimas Wicaksono empat menit sebelumnya. Tavares menjelaskan bahwa strategi ini sudah dicoba dalam latihan, dan Lelis bahkan pernah mencetak gol dalam sesi latihan. Namun, di pertandingan ini, skema tidak berjalan sesuai harapan. Postur tinggi Lelis diharapkan mampu memanfaatkan umpan silang, tetapi pertahanan Bhayangkara yang rapat menghambat aksi Persebaya. Selain itu, ulur waktu lawan juga mengganggu ritme permainan. Meski gagal mencetak gol, keberanian Tavares menunjukkan fleksibilitas taktik yang terus dicari.
Klasemen Liga 1 dan Perspektif Masa Depan
Setelah kekalahan ini, Persebaya kini berada di posisi kelima klasemen Liga 1 dengan 35 poin. Catatan mereka adalah 9 kemenangan, 8 hasil imbang, dan 4 kekalahan. Produktivitas gol mencapai 32, kebobolan 20, dengan selisih gol +12. Persib Bandung masih memimpin klasemen dengan 47 poin, disusul Borneo FC (46 poin) dan Persija Jakarta (44 poin). Malut United berada di posisi keempat dengan 40 poin, sementara Persebaya tertinggal cukup jauh dari tiga besar.
Laga melawan Persijap Jepara akan menjadi ujian penting untuk menjaga konsistensi. Persijap berada di papan bawah dengan 15 poin, sehingga motivasi mereka untuk keluar dari zona degradasi bisa menjadi ancaman. Tavares menegaskan bahwa fokus tim adalah evaluasi dan konsistensi. Dengan pemain asing baru yang masih beradaptasi, Persebaya harus terus mencari solusi untuk memperkuat lini depan dan meningkatkan performa secara keseluruhan.







