Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Blitar: Jejak Sejarah di Pusat Peradaban Abad ke-10

    25 Februari 2026

    Orang Otodidak dengan 8 Ciri Kepribadian Ini, Menurut Psikologi

    25 Februari 2026

    Menteri HAM: Hukuman Mati ABK 26 Tahun Bisa Turun dengan KUHAP Baru

    25 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 26 Februari 2026
    Trending
    • Blitar: Jejak Sejarah di Pusat Peradaban Abad ke-10
    • Orang Otodidak dengan 8 Ciri Kepribadian Ini, Menurut Psikologi
    • Menteri HAM: Hukuman Mati ABK 26 Tahun Bisa Turun dengan KUHAP Baru
    • Kisah Jati dan Gracia: Pernikahan Beda 23 Tahun yang Berhasil Meski Ditolak
    • Ramadhan, Ini Strategi Bernardo Tavares Atur Nutrisi dan Latihan Persebaya Surabaya!
    • Modal kecil untung besar! Kelebihan investasi perak dan cara aman membelinya
    • 4 Keterampilan Keras yang Dimiliki Hong Eun Jo di To My Beloved Thief
    • Jadwal Imsakiyah Halmahera Barat 22 Februari 2026: Salat, Imsak, dan Buka Puasa
    • Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer 21 Februari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
    • 7 Makanan yang Harus Dihindari Saat Sahur untuk Puasa Lebih Nyaman dan Sehat
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Malang Raya»Blitar: Jejak Sejarah di Pusat Peradaban Abad ke-10

    Blitar: Jejak Sejarah di Pusat Peradaban Abad ke-10

    adm_imradm_imr25 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Sejarah Kabupaten Blitar yang Panjang dan Bersejarah

    Kabupaten Blitar memiliki sejarah yang sangat panjang, dimulai dari abad ke-10 hingga saat ini. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu daerah penting di Provinsi Jawa Timur, dengan peran yang signifikan dalam berbagai masa sejarah, mulai dari era kerajaan Hindu-Buddha hingga pemerintahan modern.

    Wilayah Blitar telah menjadi pusat kehidupan masyarakat sejak lama, serta jalur penting dalam pergerakan politik dan ekonomi di Jawa Timur. Banyak bukti sejarah seperti prasasti, candi, dan catatan-catatan kerajaan besar menunjukkan bahwa wilayah ini telah menjadi bagian penting dari perkembangan peradaban sejak lebih dari sepuluh abad lalu.

    Asal Usul Kabupaten Blitar

    Sejarah wilayah yang kini menjadi Kabupaten Blitar dapat ditelusuri sejak abad ke-10 melalui berbagai prasasti peninggalan kerajaan di Jawa. Salah satu buktinya adalah adanya prasasti yang terpahat di belakang arca Ganesha sekitar tahun 907 Masehi, yang menyebut wilayah Blitar sebagai bagian dari kekuasaan Raja Balitung. Prasasti-prasasti lainnya dari masa kerajaan Hindu-Buddha juga menyebut beberapa wilayah yang kini termasuk Kabupaten Blitar.

    Hal ini menunjukkan bahwa kawasan tersebut telah berkembang sebagai pusat kehidupan masyarakat sejak masa lampau. Menurut catatan sejarah, wilayah Blitar sudah menjadi pusat kehidupan masyarakat sejak sepuluh abad yang lalu. Perkembangan wilayah Blitar semakin terlihat pada masa Kerajaan Majapahit. Pada masa pemerintahan Raja Jayanegara, Blitar mendapat perhatian khusus dari kerajaan.

    Hubungan istimewa antara kerajaan dan masyarakat setempat tercatat dalam prasasti yang memuat pemberian anugerah kepada penduduk karena kesetiaan mereka kepada raja.

    Peristiwa Penting dalam Sejarah Blitar

    Peristiwa penting dalam sejarah Blitar terjadi pada 5 Agustus 1324 Masehi. Berdasarkan prasasti yang ditemukan di wilayah Blitar, tanggal tersebut menandai berdirinya Blitar sebagai daerah swatantra di bawah kekuasaan Majapahit. Peristiwa tersebut menjadi penanda awal berdirinya wilayah Blitar sebagai bagian dari kekuasaan Kerajaan Majapahit.

    Sejak saat itu, Blitar berkembang dalam sistem pemerintahan dan tatanan kehidupan masyarakat yang berada di bawah pengaruh Majapahit.

    Letak Geografis dan Perkembangan Wilayah

    Secara geografis, Kabupaten Blitar terletak di kawasan selatan Provinsi Jawa Timur dengan ibu kota di Kecamatan Kanigoro. Wilayah ini berbatasan dengan Kabupaten Kediri dan Malang di utara, Kabupaten Malang di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Tulungagung di barat.

    Kabupaten Blitar berada di kaki Gunung Kelud dan dilalui Sungai Brantas yang membagi wilayah menjadi bagian utara dan selatan. Kondisi tanah vulkanik yang subur menjadikan daerah ini berkembang sebagai wilayah pertanian sejak masa lampau. Keadaan alam tersebut juga berpengaruh terhadap perkembangan masyarakat.

    Lapisan tanah vulkanik dari letusan Gunung Kelud menjadikan wilayah Blitar memiliki tingkat kesuburan tanah yang tinggi. Kondisi tersebut kemudian mendorong berkembangnya kehidupan dan aktivitas masyarakat di wilayah Blitar. Selain itu, letaknya yang strategis menjadikan Blitar sebagai jalur penghubung penting antara wilayah Kediri dan Malang sejak masa kerajaan. Posisi tersebut membuat Blitar memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi, politik, dan pertahanan wilayah.

    Peran Blitar pada Masa Kerajaan

    Pada masa kerajaan Hindu-Buddha, Blitar memiliki posisi penting sebagai pusat kegiatan keagamaan dan kebudayaan. Banyak peninggalan sejarah berupa candi ditemukan di wilayah ini, salah satunya adalah Candi Penataran yang dikenal sebagai candi negara pada masa kerajaan. Pembangunan Candi Penataran dimulai sekitar tahun 1197 Masehi pada masa pemerintahan Raja Kertajaya.

    Candi ini berfungsi sebagai pusat pemujaan dan memiliki peran penting dalam kehidupan spiritual masyarakat pada masa itu. Blitar juga disebut dalam berbagai naskah sejarah seperti Negarakertagama karya Mpu Prapanca dan Pararaton. Dalam naskah tersebut, Blitar digambarkan sebagai wilayah penting yang menjadi jalur strategis antara pusat kerajaan di Jawa Timur.

    Selain itu, wilayah Blitar disebut menjadi jalur lintas utama yang menghubungkan Kediri dan Tumapel sehingga memiliki nilai geopolitik yang tinggi. Banyaknya prasasti dan peninggalan sejarah di wilayah tersebut menunjukkan peran penting Blitar dalam perjalanan kerajaan-kerajaan di Jawa. Hal ini menegaskan posisi strategis Blitar dalam dinamika politik dan sejarah pada masa lalu.

    Hari Jadi Kabupaten Blitar

    Hari jadi Kabupaten Blitar ditetapkan berdasarkan peristiwa pemberian prasasti oleh Raja Jayanegara kepada masyarakat Blitar pada 5 Agustus 1324 Masehi. Peristiwa tersebut dianggap sebagai awal berdirinya Blitar sebagai daerah swatantra. Penetapan hari jadi ini berkaitan dengan jasa masyarakat Blitar yang memberikan perlindungan kepada raja saat terjadi pemberontakan pada masa pemerintahan Majapahit.

    Sebagai bentuk penghargaan, raja memberikan anugerah berupa prasasti kepada penduduk setempat. Pemberian prasasti tersebut dijelaskan sebagai peristiwa penting yang menandai berdirinya wilayah Blitar sebagai daerah swatantra. Peristiwa itu menunjukkan bahwa Blitar berada di bawah naungan kekuasaan Kerajaan Majapahit. Hal tersebut sekaligus menandai awal terbentuknya pemerintahan dan kedudukan resmi Blitar dalam struktur kekuasaan Majapahit.

    Oleh karena itu, 5 Agustus diperingati setiap tahun sebagai Hari Jadi Kabupaten Blitar, sekaligus menjadi simbol perjalanan panjang sejarah daerah tersebut.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Blitar: Jejak Sejarah dan Pusat Peradaban Abad ke-10

    By adm_imr25 Februari 20260 Views

    Jejak Karier Rijanto, Dari Birokrat ke Kursi Bupati Blitar

    By adm_imr25 Februari 20260 Views

    23 Rakaat dalam 10 Menit, Tradisi Salat Tarawih Cepat di Ponpes Mantenan Blitar Berlangsung Sejak 1907

    By adm_imr25 Februari 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Blitar: Jejak Sejarah di Pusat Peradaban Abad ke-10

    25 Februari 2026

    Orang Otodidak dengan 8 Ciri Kepribadian Ini, Menurut Psikologi

    25 Februari 2026

    Menteri HAM: Hukuman Mati ABK 26 Tahun Bisa Turun dengan KUHAP Baru

    25 Februari 2026

    Kisah Jati dan Gracia: Pernikahan Beda 23 Tahun yang Berhasil Meski Ditolak

    25 Februari 2026
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Kabar Transfer: AC Milan Beralih dari Vlahovic ke Striker Nomor 9

    9 Februari 2026

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kukar 2026 dari Kemenag, Download di Sini

    19 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?