Bocah di Subang Viral Karena Sekolahnya Bau Kotoran Ayam
Seorang bocah di Kabupaten Subang, Jawa Barat, mendadak viral di media sosial setelah mengeluhkan sekolahnya yang bau kotoran ayam. Video keluhan tersebut menarik perhatian banyak orang, termasuk Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat. Ia langsung meninjau lokasi sekolah dan menemukan kondisi yang memprihatinkan.
Keluhan Bocah Afif tentang Bau Kotoran Ayam
Bocah bernama Afif mengungkapkan bahwa bau tidak sedap dari kandang ayam sangat mengganggu aktivitas belajarnya. Menurutnya, jarak antara kandang ayam dengan sekolah hanya sekitar 20 meter. “Pak Dedi yeuh pak Dedi, jarakna sekola jeung kandang hayam aya 20 meteran, isu abdi bau pak Dedi,” ujar Afif dalam video yang diunggah ke akun TikTok miliknya.
Teman-temannya juga mengeluh karena sering merasa mual akibat aroma menyengat dari kandang ayam tersebut. Bahkan, bau semakin kuat setelah hujan turun, sehingga suasana belajar menjadi tidak nyaman.
Video keluhan Afif menyebar luas dan akhirnya sampai kepada Dedi Mulyadi. Ia langsung melakukan kunjungan ke sekolah Afif untuk melihat kondisi secara langsung.
Peninjauan oleh Dedi Mulyadi
Sekolah Afif berada di Desa Marengmang, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang. Saat tiba di lokasi, Dedi Mulyadi langsung mencari Afif dan meminta siswa tersebut bersama pihak sekolah menunjukkan letak kandang ayam yang dimaksud.
Dalam diskusi dengan kepala sekolah, terungkap bahwa kandang ayam tersebut dikelola oleh BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Pihak sekolah telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan komite sekolah, tetapi kandang tersebut belum memiliki izin lingkungan. Rencana pemindahan kandang akan dilakukan setelah masa panen selesai, dengan tenggat waktu sekitar tiga bulan.
Kepala desa setempat juga memberikan penjelasan bahwa kandang ayam awalnya dibangun di lahan milik desa. Namun, mereka tidak menyangka bahwa keberadaan sekitar 500 ekor ayam akan berdampak besar terhadap lingkungan sekitar sekolah.
Masalah Sarana dan Prasarana Sekolah
Selain masalah bau kotoran ayam, sekolah tersebut juga menghadapi masalah serius pada sarana dan prasarana. Beberapa bagian bangunan terlihat sudah lapuk dan hampir runtuh karena tidak pernah direnovasi selama bertahun-tahun.
Dedi Mulyadi meninjau langsung ruang-ruang yang kondisinya memprihatinkan. Ia mengaku prihatin melihat keadaan bangunan tersebut. “Waduh ini bagaimana kalau menimpa siswa bu,” ujarnya.
Ia menyoroti kondisi plafon yang rusak dan dikhawatirkan bisa membahayakan para murid jika sewaktu-waktu jatuh. Dedi juga menegur soal kurang terjaganya kebersihan lingkungan sekolah. Ia meminta para siswa dan pengelola sekolah untuk rutin melakukan kerja bakti demi menjaga kebersihan area sekolah.
Alokasi Dana Renovasi Sekolah
Melihat kondisi bangunan yang sudah tidak layak, Dedi Mulyadi menyatakan akan mengalokasikan bantuan renovasi sebesar Rp 200 juta. “Ya udah nanti saya bantu Rp 200 juta ya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tim dari pemerintah akan diterjunkan untuk berkoordinasi dan merealisasikan perbaikan gedung sekolah tersebut. Pernyataan Gubernur Jawa Barat itu pun disambut antusias oleh para siswa dan pihak sekolah.
Dedi kemudian berpesan agar para murid selalu menjaga kebersihan, khususnya dengan mengaktifkan kegiatan bersih-bersih setiap hari Jumat. Ia menegaskan bahwa bantuan renovasi tersebut diberikan dengan catatan lingkungan sekolah harus tetap terawat. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya komunikasi berkelanjutan dengan kepala desa agar persoalan kandang ayam segera terselesaikan dan suasana belajar kembali nyaman serta sehat.







