Sukses Digitalisasi Bansos di Banyuwangi, Jadi Contoh Nasional
Banyuwangi telah menjadi contoh sukses dalam penerapan digitalisasi bantuan sosial (bansos) yang kini akan diperluas ke 41 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Proses ini dimulai sebagai pilot project dan berhasil menciptakan sistem yang efisien serta transparan.
Strategi Mengatasi Tantangan Sinyal
Salah satu tantangan utama dalam proses pendataan bansos digital adalah ketersediaan sinyal internet. Di daerah perkebunan Banyuwangi, misalnya, tidak semua wilayah terjangkau sinyal. Bahkan, sebagian warga penerima bantuan tidak memiliki ponsel.
Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melakukan pendekatan jemput bola. Mereka mengajak berbagai elemen masyarakat untuk turut serta dalam pendataan. Mereka terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), staf desa, kader dasawisma, pilar sosial hingga tokoh agama. Lebih dari 4.000 orang terlibat dalam proses ini secara sukarela.
Tidak ada anggaran khusus yang dialokasikan untuk kegiatan ini. Semua dilakukan dengan kesadaran bahwa digitalisasi bansos sangat penting untuk memastikan keadilan dan transparansi dalam distribusi bantuan.
Penjadwalan Akses Internet di Daerah Minim Sinyal
Di tempat-tempat yang sulit mendapatkan sinyal, warga diarahkan untuk datang ke kantor desa. Di sana mereka dibantu oleh petugas untuk melakukan pendataan. Untuk menghindari kepadatan dan kemacetan sinyal, Pemkab Banyuwangi menjadwalkan waktu kunjungan antar desa secara teratur.
“Kami jadwalkan antar desa, sehingga sinyal bisa dibagikan dengan teratur. Tidak berebut [sinyal], biar tidak lemot,” ujar Bupati Ipuk Fiestiandani.
Kepala Daerah Hadir dalam Diskusi
Pada acara tersebut, hadir sejumlah kepala daerah dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota. Beberapa di antaranya adalah Wakil Gubernur Jawa Timur Emilistianto Dardak, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, dan lainnya.
Mereka juga mendengarkan paparan tentang perlindungan sosial digital dari para pejabat tinggi. Di antaranya:
- Kepala Dewan Ekonomi Nasional sekaligus Kepala Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Pandjaitan
- Menteri Sosial Saifullah Yusuf
- Menteri PAN RB Rini Widyantini
- Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk
Selain itu, juga turut memberikan paparan:
- Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambudy
- Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti
- Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Nugroho Sulistyo Budi
Target Perluasan Program
Setelah sukses dalam pilot project di Banyuwangi, tahapan penerapan program ini kini lebih efisien. Diperkirakan hanya butuh satu hingga dua bulan untuk menyelesaikan proses pendataan.
Targetnya, pada Oktober nanti, bertepatan dengan dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo, program ini akan diterapkan di seluruh Indonesia.
Dengan strategi yang teruji dan partisipasi aktif masyarakat, Banyuwangi membuktikan bahwa digitalisasi bansos bukanlah hal yang mustahil. Bahkan, bisa menjadi model yang dapat diikuti oleh daerah-daerah lain di Indonesia.







