Tips Menyusui Selama Berpuasa di Bulan Ramadan
Menyusui selama bulan Ramadan memang menjadi tantangan tersendiri. Di satu sisi, Mama harus menahan lapar dan haus, tetapi di sisi lain, Mama juga harus memberikan ASI yang cukup untuk si kecil. Hal ini seringkali membuat Mama merasa lelah dan khawatir akan kualitas serta volume ASI yang diberikan.
Salah satu hal yang sering menjadi dilema bagi ibu menyusui saat berpuasa adalah mengenai kualitas ASI, terutama komposisi nutrisi dan jumlah produksinya. Namun, dengan persiapan yang tepat dan pengetahuan yang cukup, Mama tetap bisa menjaga kesehatan dan kelancaran ASI meskipun sedang berpuasa.
Fakta Menyusui Selama Berpuasa
Sebelum membahas cara agar ASI tetap lancar, penting bagi Mama untuk mengetahui fakta-fakta tentang menyusui selama berpuasa. Dari riset yang dilakukan oleh Rakicioglu dan kawan-kawan pada tahun 2006 dalam Jurnal Pediatrics International, disebutkan bahwa komposisi zat gizi makro dalam ASI tidak mengalami penurunan. Hanya zat gizi mikro seperti Zink, Magnesium, dan Kalium yang mengalami penurunan signifikan. Namun, hal ini dapat diatasi dengan memenuhi asupan nutrisi harian Mama selama waktu non-puasa.
Oleh karena itu, penting bagi Mama yang menyusui saat berpuasa untuk memperhatikan kebutuhan nutrisi harian dan komponen zat gizi yang harus terpenuhi agar ASI tetap baik dan bermanfaat bagi si kecil.
Ketahui Kebutuhan Nutrisi Harian Saat Menyusui dan Berpuasa
Menurut Avliya Quratul Marjan, seorang ahli gizi dari UPN Veteran Jakarta, beberapa komponen zat gizi yang perlu dikonsumsi Mama antara lain:
- Protein dan lemak
Dibutuhkan untuk meningkatkan sintesis enzim dan hormon dalam tubuh ibu, seperti prolaktin dan oksitosin, yang berperan selama menyusui. - Zat besi
Dibutuhkan untuk pembentukan sel jaringan dan sel darah pada bayi. - Asam folat
Dibutuhkan untuk pembentukan jaringan dan sel saraf. - Kalsium
Dibutuhkan untuk mendukung produksi ASI dengan kalsium yang tinggi. Jika tidak tercukupi dari makanan, kalsium akan diambil dari tubuh ibu. - Vitamin C dan D
Membantu penyerapan zat besi dan kalsium.
Selain itu, Mama juga perlu memperhatikan jumlah konsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan nutrisi harian sesuai usia dan periode menyusui. Berikut adalah contoh kebutuhan nutrisi harian untuk Mama yang berusia 19-29 tahun:
Periode Menyusui 6 Bulan Pertama
- Kebutuhan Energi: 2580 Kkal
- Protein: 80 g
- Karbohidrat: 405 g
- Besi: 18 mg
- Kalsium: 1200 mg
- Folat: 500 mikrogram
- Zink: 13 mg
- Serat: 37 g
- Vitamin C: 120 mg
- Air: 3150 L
Periode Menyusui 6 Bulan Kedua
- Kebutuhan Energi: 2650 Kkal
- Protein: 75 g
- Karbohidrat: 415 g
- Besi: 18 mg
- Kalsium: 1200 mg
- Folat: 500 mikrogram
- Zink: 13 mg
- Serat: 38 g
- Vitamin C: 120 mg
- Air: 3000 L
Untuk Mama yang berusia 30-49 tahun, kebutuhan nutrisi harian sedikit berbeda, namun prinsipnya sama, yaitu memenuhi kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk menjaga kesehatan dan kelancaran ASI.
Cara Agar ASI Lancar Saat Berpuasa
Agar ASI tetap lancar selama puasa, Mama perlu memperhatikan pola asupan, terutama saat sahur dan berbuka puasa. Berikut beberapa tips yang bisa Mama lakukan:
- Terapkan waktu makan tiga kali (saat berbuka, sebelum tidur, dan saat sahur) dengan konsumsi air putih 12-13 gelas selama waktu diperbolehkan makan.
- Tambahkan suplemen vitamin, mineral, dan booster ASI jika diperlukan.
- Tingkatkan konsumsi makanan kaya antioksidan seperti tomat, pepaya, dan kacang-kacangan.
- Jika anak terbiasa minum ASIP, biasakan power pumping di malam hari untuk meningkatkan produksi ASI.
- Konsumsi sayuran seperti daun katuk, edamame, dan daun kelor sebagai booster ASI.
- Perbanyak buah-buahan dengan kandungan air tinggi seperti melon, semangka, dan jeruk.
- Pastikan konsumsi protein hewani cukup untuk menjaga energi dan produksi ASI.
Tanda Bahaya yang Perlu Diperhatikan
Meski tidak ada bukti bahwa menyusui saat berpuasa berbahaya, Mama perlu waspada terhadap tanda-tanda berikut:
- Ubun-ubun bayi terlihat cekung (menunjukkan dehidrasi).
- Bayi masih rewel meski sudah disusui dalam waktu lama.
- Air seni bayi sangat keruh dan berbau tidak sedap.
- Bayi terlihat sangat lemas dan tidak aktif.
- Ibu mengalami rasa haus yang sangat tidak tertahankan.
- Ibu mengalami pusing dan lemas meski sudah beristirahat.
Jika Mama mengalami gejala tersebut, segera berhenti berpuasa dan mengonsumsi makanan atau minuman untuk mengganti cairan tubuh. Jika gejala terjadi pada bayi, segera temui dokter untuk penanganan lebih lanjut.
Dengan persiapan yang baik dan pemahaman yang cukup, Mama tetap bisa menjaga kelancaran ASI selama berpuasa. Semoga informasi ini membantu Mama tetap semangat menjalani ibadah Ramadan dengan tenang dan percaya diri.






