Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Arema FC Waspada, Semen Padang Bangkit, Marcos Santos Soroti Transisi Cepat Kabau Sirah

    18 Februari 2026

    Indonesia-Malaysia Harap Tahan Ekspektasi, Jurnalis Italia Ingatkan Performa Veda Pratama dan Hakim Danish di Moto3

    18 Februari 2026

    Zeekr Hadir di Indonesia, Perkenalkan 009 dan 7X di IIMS 2026

    18 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 18 Februari 2026
    Trending
    • Arema FC Waspada, Semen Padang Bangkit, Marcos Santos Soroti Transisi Cepat Kabau Sirah
    • Indonesia-Malaysia Harap Tahan Ekspektasi, Jurnalis Italia Ingatkan Performa Veda Pratama dan Hakim Danish di Moto3
    • Zeekr Hadir di Indonesia, Perkenalkan 009 dan 7X di IIMS 2026
    • Sejarah Lontong: Makanan Pengganti Nasi yang Populer di Solo dan Alat Penyebaran Islam Sunan Kalijaga
    • Ulasan Film Once We Were Us: Menggugah Perasaan dengan Moon Ka Young dan Koo Kyo Hwan
    • Israel Bergabung dengan Dewan Perdamaian, Ikuti Indonesia, Turki, dan Saudi
    • Kalender 2026: Libur Panjang hingga 17 Februari, Imlek & Cuti Bersama
    • Jadwal Imsak Tasikmalaya 1-5 Ramadan 1447 H/2026
    • Prediksi Persebaya vs Bhayangkara: Formasi Sama, Moriera Jadi Kapten
    • BSI MU-FEST 2026 di UMY tingkatkan literasi keuangan syariah dan berikan beasiswa berprestasi
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Cara Mengatur Napas Saat Lari Agar Tidak Sesak

    Cara Mengatur Napas Saat Lari Agar Tidak Sesak

    adm_imradm_imr17 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pentingnya Mengatur Napas Saat Berlari

    Berlari adalah aktivitas yang membutuhkan konsentrasi dan teknik yang tepat, termasuk dalam hal pernapasan. Tanpa teknik pernapasan yang baik, kamu bisa merasa lelah, sesak napas, atau bahkan mengalami kelelahan yang berlebihan. Untuk meningkatkan performa lari, penting bagi kamu untuk menyesuaikan napas dan melakukan perbaikan yang tepat agar pengalaman berlari menjadi lebih menyenangkan.

    Awalnya, pendekahan baru mungkin terasa tidak nyaman atau tidak alami. Namun, seiring waktu, kamu akan terbiasa dengan penyesuaian dan dapat mengoptimalkan napas untuk membuat pengalaman lari lebih efisien dan nyaman.

    Mengetahui cara bernapas yang benar bisa sangat membantu dalam mengoptimalkan momen lari kamu. Berikut beberapa tips dan panduan penting tentang bagaimana mengatur napas saat berlari:

    Mengapa Bernapas Sambil Berlari Terasa Sulit?

    Bernapas sambil berlari terasa lebih sulit daripada saat sedang bersantai. Hal ini karena berlari menyebabkan otot dan sistem pernapasan bekerja lebih keras dari biasanya. Kamu membutuhkan lebih banyak oksigen dan harus membuang penumpukan karbon dioksida, yang dapat membuat pernapasan lebih sulit.

    Kualitas napas bisa menjadi indikator tingkat kebugaran atau seberapa baik tubuh merespons kecepatan dan intensitas lari. Jika kamu bekerja terlalu keras atau memaksakan diri melampaui kapasitas, kamu mungkin mengalami sesak napas, mengi, atau sesak di dada.

    Bernapas dengan Hidung atau Mulut

    Jika kamu akan berlari santai dengan kecepatan yang lebih lambat, kamu bisa menggunakan pernapasan hidung. Kamu juga dapat memilih untuk menarik napas melalui hidung dan mengembuskannya melalui mulut.

    Namun, jika kamu merasa kesulitan untuk mengatur napas atau mengobrol, akan lebih mudah bagimu untuk bernapas hanya melalui mulut. Selama lari atau lari cepat dengan intensitas tinggi, kamu disarankan untuk bernapas melalui mulut karena lebih efisien.

    Menghirup dan mengembuskan napas melalui mulut memungkinkan lebih banyak oksigen masuk ke tubuh dan mengisi bahan bakar otot. Selain itu, pernapasan mulut membantu meredakan ketegangan dan sesak di rahang, yang dapat membantumu merilekskan wajah dan tubuh.

    Dasar-Dasar Pernapasan Saat Berlari

    Jadi, bagaimana cara bernapas yang benar saat lari? Berikut beberapa kiat-kiatnya:

    • Gunakan mulut dan hidung:
      Pelari harus selalu bernapas dan mengembuskan napas dari mulut dan hidung, jadi jaga mulut tetap terbuka. Untuk berlari sebaik mungkin, kamu perlu menghirup oksigen sebanyak mungkin dan mengembuskan karbon dioksida sebanyak dan secepat mungkin.

    • Manfaatkan pernapasan perut:
      Gunakan pernapasan diafragma, yang berarti bernapas dalam-dalam dari perut dengan mengencangkan diafragma.

    • Jaga postur tubuh:
      Jika postur tubuh buruk, seperti mencondongkan tubuh ke depan secara berlebihan, paru-paru tidak akan dapat mengembang sepenuhnya, oksigen tidak akan bersirkulasi ke seluruh paru-paru sebagaimana mestinya, dan performa lari akan terhambat. Sebaliknya, jaga postur tubuh tetap tegak untuk memungkinkan sirkulasi oksigen yang lebih baik ke paru-paru.

    • Jangan lewatkan pemanasan dan pendinginan:
      Pemanasan membantu meningkatkan aliran darah, mempersiapkan otot, dan mengurangi risiko cedera. Sementara itu, pendinginan membantu proses pemulihan agar tubuh kembali ke kondisi normal.

    Bernapas Selama Perlombaan

    Lebih sulit untuk mempertahankan pernapasan yang stabil selama event atau kompetisi lari. Perasaan gugup di hari kompetisi dapat meningkatkan laju pernapasan sebelum lomba dimulai, bisa membuatmu lebih sulit untuk mempertahankan ritme selama perlombaan.

    Menetapkan pola pernapasan selama latihan dapat membantu menjaga ritme dan fokus saat lomba, serta menenangkan saraf. Saat berlari intens, pola pernapasan bisa berubah, tetapi kembali ke ritme yang stabil dapat membantu mempertahankan kecepatan. Bahkan, menjelang garis akhir, pernapasan bisa meningkat, tetapi kamu tetap harus berusaha mempertahankan pola pernapasan yang efektif.

    Kemudian, setelah lomba selesai, biasanya pernapasan baru akan kembali normal 10 hingga 20 menit kemudian. Laju napas akan melambat secara bertahap, dan pernapasan mulut dan hidung akan kembali ke pernapasan hidung saja. Saat pernapasan kembali normal, demikian pula detak jantung. Dengan peningkatan tingkat kebugaran, kamu akan melihat proses ini membutuhkan waktu lebih sedikit.

    Tips Berlari bagi Pengidap Asma

    Penting untuk tetap aktif meskipun kamu memiliki asma. Meskipun olahraga tampaknya memicu atau memperparah gejala, tetapi dengan pendekatan yang tepat, kamu dapat meningkatkan fungsi paru-paru dan mengelola gejala.

    Berikut ini tips pernapasan terbaik untuk pelari yang mengidap asma:

    • Berlari saat cuaca cerah:
      Cuaca dingin dapat memicu kekambuhan gejala, sehingga kamu sebaiknya berolahraga di dalam ruangan saja saat cuaca sedang dingin.

    • Lakukan persiapan:
      Pastikan kamu memberi paru-paru cukup waktu untuk pemanasan. Tingkatkan intensitas secara perlahan untuk memberi paru-paru kesempatan untuk mulai bekerja.

    • Hindari serbuk sari:
      Periksa jumlah serbuk sari sebelum berlari di luar ruangan, dan rencanakan untuk berlari saat jumlah serbuk sari berada pada titik terendah, yang biasanya terjadi pada pagi hari atau setelah hujan.

    Pernapasan yang benar saat lari sangat penting untuk meningkatkan performa dan mengurangi kelelahan. Dengan melatih pola pernapasan yang stabil, tubuh bisa lebih efisien menggunakan oksigen, menjaga ritme, dan mengatasi kecemasan. Latihan yang konsisten akan membantumu berlari lebih baik dan lebih lama.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Manfaat Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Puasa

    By adm_imr18 Februari 20260 Views

    Hari Kanker Anak Sedunia: Yang Perlu Diketahui Orang Tua!

    By adm_imr17 Februari 20260 Views

    Manfaat Makan Dua Kurma Setiap Hari Saat Ramadan 2026

    By adm_imr17 Februari 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Arema FC Waspada, Semen Padang Bangkit, Marcos Santos Soroti Transisi Cepat Kabau Sirah

    18 Februari 2026

    Indonesia-Malaysia Harap Tahan Ekspektasi, Jurnalis Italia Ingatkan Performa Veda Pratama dan Hakim Danish di Moto3

    18 Februari 2026

    Zeekr Hadir di Indonesia, Perkenalkan 009 dan 7X di IIMS 2026

    18 Februari 2026

    Sejarah Lontong: Makanan Pengganti Nasi yang Populer di Solo dan Alat Penyebaran Islam Sunan Kalijaga

    18 Februari 2026
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Kabar Transfer: AC Milan Beralih dari Vlahovic ke Striker Nomor 9

    9 Februari 2026

    Unduh Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026, Lengkap Muhammadiyah dan Kemenag

    8 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?