Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Rayakan Kemerdekaan dengan Diskon Mobil di BCA Finance Surabaya

    24 Agustus 2026

    5 Pelajaran Pemasaran dari Mail dalam Upin & Ipin, Cerdas Tangkap Peluang

    24 Agustus 2026

    8 Fakta Mengejutkan Wanita Balikpapan Jadi Korban KDRT Diteror Mantan Suami Usai Cerai

    24 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 24 Agustus 2026
    Trending
    • Rayakan Kemerdekaan dengan Diskon Mobil di BCA Finance Surabaya
    • 5 Pelajaran Pemasaran dari Mail dalam Upin & Ipin, Cerdas Tangkap Peluang
    • 8 Fakta Mengejutkan Wanita Balikpapan Jadi Korban KDRT Diteror Mantan Suami Usai Cerai
    • Kemenhut Tutup Wilayah Kebakaran Hutan di Sumsel, Beri Peringatan pada Pemegang Konsesi
    • 10 Contoh Laporan Perjalanan ke Sumatera Selatan dengan Kalimat Efektif dan Metafora
    • Teknologi Pertanian Tingkatkan Produksi Padi di Lampung Tengah
    • Asuransi Mobil Chery Tiggo 9 CSH: Spesifikasi SUV Hybrid & Pilihan Perlindungan
    • Mentan RI Amran Hadiri Wisuda Untad, Ajak 2.500 Wisudawan Berani Meraih Kesuksesan
    • Musda IX Golkar Batam 25 Agustus 2026, 17 Suara Tentukan Ketua
    • Omzet Rp350 Ribu, Pedagang Pentol di Malang Masuk Desil 9 Kelompok Kaya
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Mengapa Prabowo Dikritik Atas Upayanya Mediasi Iran-AS

    Mengapa Prabowo Dikritik Atas Upayanya Mediasi Iran-AS

    adm_imradm_imr14 Maret 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Alasan Indonesia Tidak Layak Jadi Juru Damai

    Dosen Hubungan Internasional Binus University, Tia Mariatul Kibtiah, menjelaskan alasan mengapa rencana Indonesia untuk mendamaikan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel menuai kritik dari berbagai pihak. Menurut Tia, alasan utamanya adalah karena pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak menyadari bahwa posisi Indonesia tidak cukup kuat untuk menjadi mediator antara negara-negara yang sedang berselisih.

    Publik meragukan kemampuan Indonesia dalam hal ini, terutama karena Iran tidak setuju dengan sikap Prabowo yang menjadi anggota Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Tia menilai dominasi komando Trump dalam menjalankan organisasi tersebut akan menjadi penghalang utama dari upaya mediasi pihak ketiga.

    “Apakah Indonesia bisa memengaruhi atau membisiki Trump untuk menghentikan konflik ini? Mengapa publik internasional tertawa dan publik domestik juga membully? Masalahnya ada di situ,” kata Tia dalam diskusi daring yang digelar oleh Institute for Strategic Transformation Forstra pada Sabtu, 7 Maret 2026.

    Tia juga mengingatkan bahwa Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, telah menolak dengan tegas rencana mediasi dengan AS. Meskipun Indonesia memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan Iran maupun Amerika Serikat, Tia menekankan bahwa keberadaan Dewan Perdamaian (BoP) akan menjadi titik lemah karena organisasi itu terlalu terkonsentrasi pada kekuasaan Trump.

    Menurut Tia, Iran memiliki kekecewaan terhadap Indonesia setelah bergabung dengan BoP yang dianggap mencederai prinsip politik luar negeri bebas aktif. Sikap Indonesia ini, menurut Tia, bisa dianggap berseberangan dengan komitmen memerdekakan Palestina dari penjajahan Israel.

    “Mungkin Pak Presiden melihat bahwa ini adalah cara untuk (membela) Palestina, tapi di sisi lain justru ini akan membuat luka beberapa negara yang memang berdiri di samping Palestina,” ujar dia.

    Pentingnya Kepercayaan dalam Diplomasi

    Tia kembali menyampaikan bahwa Indonesia perlu memahami arti dari diplomasi. Menurut Tia, untuk menjadi seorang diplomat, Indonesia perlu meraih kepercayaan dari Iran maupun Amerika. Namun Tia memandang bahwa Iran tidak lagi percaya dengan Indonesia terutama dengan keberadaan BoP yang menjadi sinyal bahwa Indonesia semakin merapat ke Amerika Serikat.

    Tanpa memiliki kepercayaan untuk menjadi daya tawar ke negara yang bertikai, Tia mempertanyakan dengan cara apa Indonesia dapat membujuk atau menenangkan Iran dengan Amerika. “Kita memiliki hubungan bilateral yang bagus dengan Iran dan Amerika, tapi apakah mereka berdua punya kemampuan mendengarkan?” kata dia.

    Penolakan Iran Terhadap Mediasi

    Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menghargai niat Prabowo untuk terbang ke Teheran guna menurunkan eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat-Israel. Namun Boroujerdi menegaskan bahwa ia menolak untuk melakukan perundingan dengan pemerintah AS.

    “Kami meyakini bahwa saat ini tidak ada negosiasi dan perundingan apa pun dengan pemerintah Amerika yang akan berguna, karena mereka tidak terikat dan tidak patuh pada hasil apa pun,” kata Boroujerdi di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 2 Maret 2026.

    Kritik dari Mantan Wakil Menteri Luar Negeri

    Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, menilai ide Prabowo tidak realistis. Adapun kesiapan Prabowo disampaikan Kementerian Luar Negeri beberapa jam setelah Israel bersama Amerika Serikat kembali menyerang ibu kota Iran, Teheran, pada 28 Februari 2026.

    Ia menyampaikan setidaknya empat alasan. Pertama, Amerika Serikat jarang bersedia dimediasi pihak ketiga ketika melancarkan serangan militer. Dino yakin Presiden AS Donald Trump tidak ingin Indonesia ikut campur. Sebab, Dino menilai saat ini Trump sedang gelap mata ingin menumbangkan pemerintahan Iran.

    Alasan kedua, menurut dia, adalah pemerintah Iran belakangan ini tidak dekat dengan pemerintah RI. Dino mencatat, dalam 15 bulan terakhir, Presiden Prabowo tidak pernah mengunjungi Iran ataupun bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

    Ketiga, Dino mengatakan, meski Prabowo siap terbang ke Teheran untuk menjadi mediator, tidak mungkin Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio—sebagai pihak yang menyerang Iran—bersedia berkunjung ke Teheran.

    Kemudian alasan terakhir adalah upaya mediasi berarti Presiden Prabowo harus bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu selaku pihak utama yang melancarkan serangan ke Iran. Dino menegaskan hal ini tidak mungkin dilakukan, baik secara politik, diplomatik, maupun logistik.

    Adinda Jasmine dan Ervana Trikarinaputri berkontribusi dalam tulisan ini.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    CSD RI-China di Jakarta, Wang Yi Bahas Ekonomi

    By adm_imr24 Agustus 20260 Views

    Iran Tidak Setuju Jeda Perang, Desak AS Penuhi 4 Tuntutan atau Konflik Berlanjut

    By adm_imr24 Agustus 20260 Views

    Utang BI Melonjak, Asing Masuk SRBI, Cadev Tergerus Intervensi

    By adm_imr24 Agustus 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Rayakan Kemerdekaan dengan Diskon Mobil di BCA Finance Surabaya

    24 Agustus 2026

    5 Pelajaran Pemasaran dari Mail dalam Upin & Ipin, Cerdas Tangkap Peluang

    24 Agustus 2026

    8 Fakta Mengejutkan Wanita Balikpapan Jadi Korban KDRT Diteror Mantan Suami Usai Cerai

    24 Agustus 2026

    Kemenhut Tutup Wilayah Kebakaran Hutan di Sumsel, Beri Peringatan pada Pemegang Konsesi

    24 Agustus 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?