Infomalangraya.com, JAKARTA — Vincenzo Iozzo seorang peretas yang cukup dikenal di industri keamanan siber dan pernah dikaitkan dengan Jeffrey Epstein, kini tidak lagi tercantum sebagai bagian dari dewan peninjau di dua konferensi keamanan besar dunia, yaitu Black Hat dan Code Blue Jepang.
Sampai pekan lalu, nama Iozzo masih terdaftar di situs resmi kedua konferensi tersebut. Namun per Kamis ini namanya sudah tidak lagi muncul. Berdasarkan profil LinkedIn miliknya, Iozzo telah menjadi anggota dewan peninjau Black Hat sejak 2011.
Dilansir dari TechCrunch Jumat (13/2/2026), lewat juru bicaranya Iozzo menyampaikan kepada TechCrunch dia tidak mengundurkan diri secara sukarela dan justru menyambut jika dilakukan penyelidikan menyeluruh. Pihak Black Hat sendiri belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait hal ini.
Iozzo saat ini dikenal sebagai pendiri dan CEO perusahaan rintisan keamanan siber bernama SlashID yang memiliki rekam jejak panjang di bidang keamanan digital. Selain itu Iozzo pernah menulis salah satu panduan awal untuk peretas yang meneliti sistem perangkat lunak mobile Apple.
Pada 2015, Iozzo mendirikan perusahaan keamanan siber IperLane yang kemudian diakuisisi oleh CrowdStrike. Setelah akuisisi tersebut, Dia menjabat sebagai direktur senior di perusahaan itu selama hampir empat tahun.
Nama Iozzo muncul dalam lebih dari 2.300 dokumen yang baru dirilis pada 30 Januari lalu. Dokumen-dokumen tersebut merupakan bagian dari publikasi materi penyelidikan Departemen Kehakiman AS terkait kasus Jeffrey Epstein. Beberapa dokumen berisi kumpulan email yang menunjukkan adanya komunikasi antara Iozzo dan Epstein dalam periode Oktober 2014 hingga Desember 2018.
Sebagai informasi, pada akhir 2018 media Miami Herald menerbitkan laporan yang mengungkap tuduhan Epstein telah melakukan pelecehan terhadap lebih dari 60 perempuan, termasuk sejumlah remaja. Setelah laporan itu muncul, email yang kini dirilis menunjukkan Iozzo sempat berusaha menemui Epstein di kediamannya di New York.
Di antara dokumen yang dipublikasikan, terdapat pula laporan dari seorang informan FBI yang menyebut Epstein memiliki peretas pribadi. Nama dalam dokumen tersebut disunting, namun beberapa detail membuat dugaan mengarah kepada Iozzo. Media Italia Il Corriere della Sera turut melaporkan hal tersebut dan menyebut Iozzo sebagai sosok yang kemungkinan dimaksud dalam dokumen itu.
Meski demikian, tuduhan dari informan FBI tersebut belum pernah dikonfirmasi secara resmi oleh FBI dan bisa saja tidak sepenuhnya akurat. Selain itu, tidak ada bukti dalam email yang dirilis yang menunjukkan Iozzo melakukan tindakan ilegal untuk Epstein.
Dalam pernyataannya, Iozzo mengakui mengenal Epstein dalam konteks profesional. Dia Juga mengatakan kini menyesal pernah memiliki hubungan tersebut, namun membantah pernah menjadi peretas pribadi Epstein atau melakukan aktivitas peretasan untuknya.
Menurut penjelasan dari juru bicaranya Joan Vollero, Iozzo diperkenalkan dengan Epstein pada 2014 saat berusia 25 tahun dan sedang mencari pendanaan untuk perusahaan rintisannya di MIT. Dia mengaku saat itu tidak mengajukan pertanyaan yang cukup dan terlalu percaya pada orang-orang yang memperkenalkan mereka.
Iozzo menyatakan interaksinya dengan Epstein hanya sebatas pembahasan peluang bisnis dan diskusi tentang teknologi, yang pada akhirnya tidak pernah terwujud. Iozzo juga menegaskan tidak pernah melihat atau terlibat dalam aktivitas ilegal apa pun.
Saya tidak pernah mengamati atau berpartisipasi dalam aktivitas atau perilaku ilegal apa pun,” kata Iozzo.
Sebagai latar belakang, Epstein pada 2008 mengaku bersalah atas kasus prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur dan terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual di Florida dan New York.
Pada 2019, Dia kembali didakwa atas perdagangan dan eksploitasi seksual terhadap puluhan anak perempuan. Epstein meninggal dunia di penjara pada tahun yang sama.
Hingga kini, pihak Iozzo belum menjelaskan alasan pasti penghapusan namanya dari situs Black Hat. Namun mereka juga tidak membantah penghapusan tersebut memang terjadi.
Juru bicara Code Blue, Ken-ichi Saito, menyatakan penghapusan nama Iozzo sebenarnya sudah direncanakan selama beberapa bulan sebagai bagian dari pembaruan daftar anggota dewan yang tidak aktif. Namun waktu pembaruan tersebut kebetulan bertepatan dengan rilis dokumen Epstein ke publik. (Nur Amalina)







