Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Bahlil Jawab Kenaikan Harga Pertamax Jadi Rp17.850 per 1 April 2026, Tunggu Keputusan Presiden

    6 April 2026

    Aksi pencurian motor di parkiran kos Surabaya gagal, dua pelaku ditangkap satu kabur

    6 April 2026

    Inspektorat Jenderal Pantau Ketat Seluruh Tahapan Haji

    6 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 6 April 2026
    Trending
    • Bahlil Jawab Kenaikan Harga Pertamax Jadi Rp17.850 per 1 April 2026, Tunggu Keputusan Presiden
    • Aksi pencurian motor di parkiran kos Surabaya gagal, dua pelaku ditangkap satu kabur
    • Inspektorat Jenderal Pantau Ketat Seluruh Tahapan Haji
    • Benarkah Penis Bisa Membesar Akibat Hernia?
    • 7 Jenis Teh Sehat Jantung, Ada Favoritmu?
    • Reaksi Manny Pacquaio Terhadap Ide Floyd Mayweather Jr
    • Jadwal Kapal Pelni Surabaya-Makassar 2026, Tiket Mulai Rp264 Ribu
    • Festival Film Buruk: Ruang Bagi Sutradara Muda
    • 3 Rekomendasi HP Rp 1 Jutaan Terbaik Maret 2026, Redmi hingga TECNO Spek Lengkap
    • Daftar harga mobil MG terbaru 2026, dari Rp300 jutaan hingga tembus Rp1,7 miliar, ini rinciannya
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Hukum»Drama Penangkapan di Bangka Barat, Warga Tertegun Lihat Polisi Bawa Senjata Panjang

    Drama Penangkapan di Bangka Barat, Warga Tertegun Lihat Polisi Bawa Senjata Panjang

    adm_imradm_imr12 Maret 20265 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penyelidikan Kasus Timah Ilegal di Bangka Barat

    Selama sepekan, diduga 10 orang melakukan pengintaian terhadap sebuah smelter di Desa Maras Senang, Kecamatan Kelapa, Bangka Barat. Pengintaian itu berujung pada penggerebekan yang terjadi pada Senin (2/3) sekitar pukul 03.00 WIB. Sebanyak 32 balok timah diamankan dari smelter yang terdapat tulisan PT Timah Nusantara.

    Kabid Humas Polda Kepulauan Babel, Kombes Pol Agus Sugiyarso, menyatakan bahwa kasus dugaan pengolahan dan penampungan timah ilegal masih dalam proses penyidikan dan akan segera dirilis secara resmi.

    Suasana Dini Hari di Jalan Tempilang

    Suasana dini hari di Jalan Tempilang, Desa Maras Senang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, mendadak mencekam, Senin (2/3). Sekitar pukul 03.00 WIB, iring-iringan truk besar masuk ke sebuah smelter berpintu biru yang berdiri di balik pagar beton tinggi. Beberapa jam kemudian, kendaraan-kendaraan itu keluar membawa muatan yang diduga 32 balok timah hasil sitaan aparat.

    Juita (40), pemilik toko sembako kecil tepat di seberang smelter, menjadi saksi mata operasi tersebut. Ia mengaku sudah melihat tanda-tanda mencurigakan sejak satu minggu sebelum penggerebekan. “Seminggu sebelum hari penyitaan itu, kurang lebih 10 orang secara bergantian berada di toko saya, mulai pagi sampai pagi lagi,” ujar Juita, Selasa (3/3).

    Orang-orang tak dikenal itu datang dua orang sekali waktu, lalu berganti dengan dua lainnya, siang dan malam tanpa jeda. Mereka duduk di teras toko, minum kopi, berbincang, bahkan ada yang tertidur hingga menjelang subuh. Awalnya mereka mengaku sebagai teknisi PLN. Namun kecurigaan Juita muncul saat pertanyaan yang diajukan mulai mengarah ke aktivitas di dalam smelter.

    “Mereka tanya siapa saja yang ada di dalam, siapa pemiliknya, masih beroperasi atau tidak. Tapi saya memang tidak tahu,” ucapnya. Beberapa hari kemudian, salah seorang pria mengaku bagian dari satuan tugas yang tengah melakukan pengawasan. Namun pengakuan itu masih ia ragukan.

    “Tapi saya antara percaya atau tidak. Soalnya mereka tidur di teras sampai subuh. Kalau memang satgas, kenapa tidak di tempat lain?” ujarnya. Sehari sebelum penggerebekan, salah satu pria menyebut smelter tersebut akan diungkap aparat.

    “Mereka bilang besok akan diungkap polisi. Saya kaget, kenapa bisa diungkap? Setahu saya sudah lama tidak beroperasi. Tapi mereka cuma ketawa-ketawa,” katanya.

    Operasi Aparat di Lokasi Smelter

    Ketegangan memuncak pada Senin dini hari. Setelah sebelumnya siang hari aparat bersenjata lengkap mendatangi lokasi dan masuk ke dalam area, aktivitas kembali terlihat sekitar pukul 03.00 WIB. “Jam tiga subuh ada dua tronton besar dan dua truk masuk ke dalam,” ujar Juita.

    Ia menyebut pengamanan berlangsung ketat. Personel berseragam lengkap dengan senjata laras panjang berjaga di depan gerbang. Sekitar pukul 06.00 WIB, kendaraan berat itu keluar satu per satu. “Jam enam pagi mobil-mobil itu keluar bergantian. Di belakangnya saya lihat balok-balok timah mengkilat tertutup terpal,” tuturnya.

    Sebelumnya, pada siang hari, ia melihat lebih dari 50 aparat datang, termasuk bus bertuliskan Korps Brimob. “Lengkap dengan senjata, seperti di film-film. Mereka seperti mengepung smelter,” katanya. Selama operasi berlangsung, pintu biru smelter sempat dibuka lalu ditutup kembali dengan penjagaan ketat. Aparat memasang garis polisi dan membatasi akses ke area tersebut.

    Bagi Juita, peristiwa dini hari itu menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Toko kecilnya yang biasa menjual beras dan gula mendadak menjadi saksi operasi besar aparat. “Saya cuma jualan sembako. Tidak menyangka kejadian seperti ini terjadi tepat di depan toko saya,” katanya pelan.

    Penggerebekan dan Penyitaan Barang Bukti

    Pantauan di lokasi, Selasa (3/3) sore, bangunan smelter tampak sepi. Pagar beton tinggi mengelilingi area tanpa plang nama perusahaan di bagian depan. Namun, di bagian dalam terdapat tulisan PT Timah Nusantara (Tinus). Di dalam area terlihat bus Korps Brimob serta sejumlah personel berjaga.

    Beberapa anggota kepolisian mengenakan rompi taktis dan helm, membawa senjata laras panjang. Sebagian lainnya berpakaian kasual namun tetap bersenjata api. Sebuah truk tronton putih terparkir di halaman dalam yang tampak lengang. Smelter tersebut diduga menjadi sumber 32 balok timah yang kini diamankan di Gedung Ditreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    Selain balok timah, aparat juga menyita sejumlah material dan perlengkapan yang diduga berkaitan dengan aktivitas peleburan.

    Penindakan dan Proses Penyidikan

    Kepala Bidang Humas (Kabid Humas) Polda Kepulauan Babel, Kombes Pol Agus Sugiyarso mengatakan penindakan itu merupakan kegiatan Ditreskrimsus Polda Babel yang mengungkap kasus terkait aktivitas pengolahan atau penampungan balok timah dan pasir timah ilegal. Dari hasil penggerebekan di lokasi tersebut, anggota Ditreskrimsus Polda Babel berhasil menemukan balok timah dan penampungan pasir timah ilegal serta turut mengamankan beberapa orang untuk diperiksa oleh penyidik.

    “Sudah dibawa dan diamankan di Mapolda. Hingga saat ini, penyidik juga masih melakukan proses lebih lanjut termasuk perhitungan barang bukti yang telah diamankan dari lokasi gudang tersebut,” terangnya. Namun, Kombes Pol Agus belum dapat memberikan secara detail terkait kasus yang saat ini pihaknya tangani dan akan dilakukan konferensi pers oleh Kapolda Babel dalam waktu dekat.

    “Hasilnya nanti akan kita sampaikan kembali secara resmi melalui keterangan pers dalam waktu dekat,” ucapnya.

    Penangkapan Bos Timah Agat

    RUMAH mewah milik bos timah Agat di Jalan Puput Atas, RT 14, Desa Puput, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, didatangi aparat kepolisian, Senin (2/3/2026) siang. Kedatangan petugas tersebut dibenarkan Ketua RT setempat. Meski begitu, belum bisa dipastikan kabar bahwa sang empunya rumah juga ikut diamankan.

    Pantauan di lokasi, Selasa (3/3) sore, bangunan bernomor 39 itu berdiri mencolok di tepi jalan. Dindingnya bercat putih dengan atap hitam, dikelilingi pagar besi setinggi sekitar tiga hingga empat meter. Pilar besar di bagian depan menambah kesan megah, sementara lampion tergantung rapi di teras atas rumah.

    Selama sekitar satu jam berada di lokasi, tidak terlihat aktivitas penghuni, baik di dalam maupun di luar rumah. Sebuah mobil double cabin hitam terparkir di halaman. Area sekitar tampak asri dengan taman hijau dan deretan pohon kelapa di sisi kiri dan kanan bangunan.

    Ketua RT 14, Edi, membenarkan adanya pemeriksaan oleh jajaran Polda Kepulauan Bangka Belitung pada Senin siang. Ia mengaku turut mendampingi petugas saat berada di lokasi. “Saya hanya sebentar, kemudian saya pulang karena sakit kemarin,” ujar Edi saat dihubungi, Selasa (3/3).

    Menurut Edi, rumah yang diperiksa tersebut merupakan kediaman Agat dan lokasinya tepat berseberangan dengan rumahnya. Namun, ia enggan menjelaskan lebih jauh terkait materi pemeriksaan yang dilakukan aparat. Sejumlah warga sekitar juga mengaku melihat kedatangan polisi pada rentang pukul 13.00 WIB hingga 14.00 WIB. Beberapa kendaraan disebut berhenti di depan rumah sebelum petugas masuk ke dalam.

    “Saya tidak lihat persis. Tetapi ada teman melihat waktu itu saya pulang ke rumah karena istirahat makan, memang ada polisi ke situ,” kata seorang penjual sepeda motor yang berjualan di depan rumah tersebut.

    Kedatangan polisi ke rumah Agat terjadi setelah pengungkapan kasus dugaan aktivitas pengolahan dan penampungan timah ilegal di Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat. Dalam operasi tersebut, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) mengamankan sejumlah barang bukti.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Inspektorat Jenderal Pantau Ketat Seluruh Tahapan Haji

    By adm_imr6 April 20260 Views

    Pelaksanaan PP Tunas: Meta dan Google Dipanggil, TikTok dan Roblox Diberi Peringatan

    By adm_imr6 April 20265 Views

    Pencarian Bocah Hilang di DAM Colo Karanganyar, Relawan Sisir 4 Titik Air

    By adm_imr6 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Bahlil Jawab Kenaikan Harga Pertamax Jadi Rp17.850 per 1 April 2026, Tunggu Keputusan Presiden

    6 April 2026

    Aksi pencurian motor di parkiran kos Surabaya gagal, dua pelaku ditangkap satu kabur

    6 April 2026

    Inspektorat Jenderal Pantau Ketat Seluruh Tahapan Haji

    6 April 2026

    Benarkah Penis Bisa Membesar Akibat Hernia?

    6 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?