Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Rekomendasi Angkringan Viral di Klaten, Lokasi Menarik di Paseban Bayat

    10 Maret 2026

    Live Streaming Arema FC vs Bali United di Super League Indonesia via Indosiar

    10 Maret 2026

    Remee Pro hadir di Immoderma Clinic: Teknologi Skinbooster Lebih Akurat

    10 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 10 Maret 2026
    Trending
    • Rekomendasi Angkringan Viral di Klaten, Lokasi Menarik di Paseban Bayat
    • Live Streaming Arema FC vs Bali United di Super League Indonesia via Indosiar
    • Remee Pro hadir di Immoderma Clinic: Teknologi Skinbooster Lebih Akurat
    • Kapal Iran Tenggelam Saat Latihan di India, Sikap New Delhi Jadi Sorotan
    • 90 Topik Nuzulul Quran 2026 yang Menarik dan Modern
    • Waktu Imsak dan Sholat Subuh 8 Maret 2026 di Tasikmalaya
    • 50 Soal Seni Budaya Kelas 9 Lengkap Kunci Jawaban USBN 2026
    • Ekonomi digital tumbuh pesat, 3,7 juta pengemudi pendukung utama
    • Obat Rindu, Warga Binaan Lapas Tulungagung Dapat Berbuka Bersama Keluarga Saat Ramadan
    • Mengapa Suspensi Kiri Mobil Lebih Cepat Rusak?
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Teknologi»Ekonomi digital tumbuh pesat, 3,7 juta pengemudi pendukung utama

    Ekonomi digital tumbuh pesat, 3,7 juta pengemudi pendukung utama

    adm_imradm_imr10 Maret 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perkembangan Ekonomi Digital di Indonesia

    Ekonomi digital di Indonesia terus berkembang dan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan nasional. Layanan berbasis aplikasi atau on-demand service kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat yang tidak terpisahkan, mulai dari transportasi, pengantaran makanan, logistik, hingga layanan keuangan digital.

    Perkembangan ini tidak hanya menghadirkan kemudahan bagi konsumen, tetapi juga membuka akses peluang penghasilan bagi jutaan masyarakat dari berbagai latar belakang. Model usaha berbasis platform memungkinkan individu untuk tetap produktif tanpa harus terikat dalam hubungan kerja formal dengan jam kerja tetap, atau dikenal dengan istilah gig economy.

    Gig economy mencakup profesi yang sangat luas, mulai dari content creator, penulis lepas, desainer grafis, fotografer, musisi, makeup artist, hair stylist, hingga porter, kurir, serta pengemudi transportasi online (ride-hailing). Mereka bekerja secara mandiri dan memiliki fleksibilitas untuk menentukan sendiri tingkat serta intensitas aktivitas mereka.

    Grab adalah salah satu platform gig economy di industri ride-hailing, terus memperluas dampak positif dan inklusif bagi masyarakat dari berbagai lapisan. Sejak hadir di Indonesia pada 2014, Grab telah menjangkau jutaan pengguna di seluruh negeri. Melalui ekosistem layanan digital yang terintegrasi, Grab kini telah menjangkau lebih dari 300 kota dan kabupaten di Indonesia.

    Menurut Studi ITB (2023), industri ride-hailing dan pengantaran online menyumbang Rp382,62 triliun atau 2 persen terhadap total PDB Indonesia tahun 2022, dan Grab berkontribusi sekitar 50 persen di industri transportasi dan pengantaran online (Oxford Economics, 2024), mencerminkan besarnya dampak ekonomi yang dihasilkan oleh keseluruhan ekosistem layanan Grab.

    Dalam ekosistem Grab Indonesia sendiri, profil mitra mencerminkan fungsi platform sebagai akses ekonomi yang terbuka dan inklusif. Sekitar 1 dari 2 mitra pengemudi sebelumnya merupakan korban PHK atau tidak memiliki sumber pendapatan. Lebih dari 50 persen mitra berusia di atas 36 tahun, dengan mayoritas berlatar belakang pendidikan terakhir SMA atau SMK. Tercatat sekitar 182.500 Mitra Pengemudi perempuan terdaftar, dengan banyak di antaranya ibu tunggal sekaligus tulang punggung keluarga. Selain itu, lebih dari 700 mitra penyandang disabilitas juga terdaftar dalam platform ini.

    Chief Executive Officer, Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan, Data internal Grab per Desember 2025 menunjukkan total Mitra Pengemudi terdaftar mencapai 3,7 juta orang. Namun, jumlah Mitra Pengemudi yang paling tidak menyelesaikan satu kali orderan di bulan berjalan sekitar 700-800 ribuan Mitra Pengemudi atau sekitar 19-22 persen (baik Mitra Roda 2 maupun Mitra Roda 4) dari keseluruhan. Angka ini merupakan data bulanan dan bersifat fluktuatif. Mitra yang menyelesaikan order hari ini belum tentu menyelesaikan order di hari berikutnya, dan sebaliknya. Inilah karakter alami gig economy, partisipasi bersifat fleksibel dan mengikuti kebutuhan individu.

    Kondisi ini menegaskan bahwa terdaftar tidak identik dengan tingkat produktivitas Mitra Pengemudi. Status terdaftar mencerminkan akses yang terbuka bagi jutaan individu untuk berpartisipasi kapan pun dibutuhkan, sementara partisipasi aktual dari Mitra Pengemudi yang menyesuaikan kebutuhan masing-masing.

    Mayoritas mitra juga memanfaatkan platform sebagai penghasilan sampingan. Lebih dari 80 persen Mitra Pengemudi Roda 2 dan sekitar 67 persen Mitra Pengemudi Roda 4 menjadikan Grab sebagai sumber penghasilan sampingan. Pola ini memperkuat gambaran bahwa ekosistem on-demand berfungsi sebagai ruang partisipasi yang adaptif, memungkinkan individu menentukan sendiri tingkat keterlibatan sesuai kebutuhan ekonomi dan situasi hidupnya.

    Ada yang menjadikan taksol sebagai nafkah utama, penghasilan rutin, penghasilan tambahan dan penghasilan sesekali. Kategori Mitra Pengemudi Roda 4 dalam ekosistem gig economy terbagi berdasarkan tingkat intensitas kerja dan kontribusi pendapatan yang dihasilkan setiap bulan, yaitu Mitra Pengemudi Roda 4 – Penghasilan Utama dan Mitra Pengemudi Roda 4 – Penghasilan Sampingan. Pembagian ini mencerminkan bagaimana mitra dapat menyesuaikan pola kerja sesuai kebutuhan ekonomi dan preferensi masing-masing.

    Pada kategori Mitra Pengemudi Roda 4 – Penghasilan Utama, aktivitas mengemudi menjadi fokus utama pekerjaan. Sekitar 10–11 persen mitra menjadikan Grab sebagai nafkah utama dengan kisaran pendapatan lebih dari Rp10 juta per bulan. Kelompok ini rata-rata menyelesaikan sekitar 11 order per hari narik, dengan tingkat produktivitas yang tinggi dan konsisten. Bagi mereka, platform menjadi sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya hidup.

    Sementara itu, sekitar 21–22 persen mitra tergolong dalam kategori penghasilan rutin, dengan kisaran pendapatan Rp4–10 juta per bulan. Rata-rata mereka menyelesaikan 7 order per hari narik. Kelompok ini tetap narik secara teratur, namun memiliki pola kerja yang lebih fleksibel dibanding kategori nafkah utama. Mereka mengatur sendiri jam operasionalnya, tetap konsisten hampir setiap hari, tetapi memanfaatkan fleksibilitas waktu untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan aktivitas pribadi.

    Kemudian, terdapat kategori Mitra Pengemudi Roda 4 – Penghasilan Sampingan, yaitu mitra yang menjadikan aktivitas mengemudi sebagai sumber pendapatan tambahan. Sekitar 33–34 persen mitra memperoleh penghasilan tambahan sebesar Rp1–4 juta per bulan. Umumnya mereka memiliki pekerjaan utama lain dan mengemudi dilakukan di sela-sela waktu luang. Dalam periode 2–4 jam saat narik, mereka rata-rata menyelesaikan sekitar 4 order per hari narik.

    Sementara itu, sekitar 34–35 persen lainnya termasuk dalam kategori penghasilan sesekali dengan pendapatan hingga Rp1 juta per bulan. Kelompok ini biasanya narik secara lebih situasional, dengan durasi berkendara sekitar 1–2 jam dan rata-rata menyelesaikan 3 order per hari narik. Mereka umumnya memilih waktu-waktu tertentu seperti akhir pekan atau saat membutuhkan pemasukan ekstra, dengan pola kerja yang sangat fleksibel dan tidak rutin setiap hari.

    Secara keseluruhan, data ini menegaskan bahwa fleksibilitas menjadi fondasi utama model kemitraan, karena mitra bebas menentukan tingkat keterlibatan, intensitas narik, serta ritme kerja sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.

    Untuk kategori Mitra Pengemudi Roda 2, terlihat pola yang semakin menegaskan karakter fleksibel industri ini, dimana Mitra Pengemudi juga dikelompokkan menjadi Mitra Pengemudi Roda 2 – Penghasilan Utama dan Mitra Pengemudi Roda 2 – Penghasilan Sampingan, sesuai dengan pilihan intensitas kerja dan kebutuhan masing-masing individu.

    Pada kategori Mitra Pengemudi Roda 2 – Penghasilan Utama, aktivitas mengemudi dibagi menjadi nafkah utama dan penghasilan rutin. Sekitar 1–2 persen merupakan mitra yang menjadikan ojol sebagai nafkah utama, dengan tingkat penyelesaian pesanan (order) yang tinggi. Kelompok ini memperoleh pendapatan di atas Rp10 juta per bulan, dengan rata-rata lebih dari 28 order per hari narik.

    Sementara itu, sekitar 14–15 persen mitra berada pada kategori penghasilan rutin, dengan kisaran pendapatan antara Rp4 juta hingga Rp10 juta per bulan dan rata-rata sekitar 15 order per hari narik. Bagi kelompok ini, menjadi mitra pengemudi adalah sumber penghasilan utama yang dijalani secara konsisten.

    Di sisi lain, pada kategori Mitra Pengemudi Roda 2 – Penghasilan Sampingan, komposisinya relatif seimbang. Sekitar 41–42 persen berada dalam kategori penghasilan tambahan Rp1–4 juta per bulan, dengan durasi kerja sekitar 2–4 jam dan sekitar 6 order per hari narik. Umumnya mereka memiliki pekerjaan utama lain dan mulai narik di platform setelah jam kerja atau di waktu senggang tertentu. Sementara 42–43 persen lainnya tergolong penghasilan sesekali dengan pendapatan hingga Rp1 juta per bulan, biasanya narik 1–2 jam atau hanya di akhir pekan dengan rata-rata 4 order per hari narik.

    Pola ini menunjukkan bahwa mitra dapat menyesuaikan frekuensi narik dan kebiasaan kerja secara fleksibel sesuai kebutuhan ekonomi masing-masing. “Komposisi Mitra Pengemudi Roda 2 dan Roda 4 di ekosistem Grab Indonesia menunjukkan bahwa fleksibilitas adalah fondasi utama model on-demand,” katanya. Mayoritas mitra memilih menjadikan platform sebagai penghasilan sampingan, sementara hanya sebagian kecil yang menjadikan ojol sebagai nafkah utama.

    Tingkat produktivitas ini pun dinamis dan dapat berbeda setiap bulan, menyesuaikan dengan fase kehidupan serta kondisi masing-masing. “Inilah wajah nyata gig economy di Indonesia: ruang penghasilan yang hadir sesuai kebutuhan, yaitu menjadi nafkah utama bagi sebagian dan penghasilan sampingan bagi kebanyakan,” ungkapnya. Ia menambahkan, karena itu, setiap kebijakan, dukungan, dan apresiasi yang kami berikan selalu didasarkan pada tingkat produktivitas mitra.

    Dalam sistem yang fleksibel, pendekatan yang adil adalah pendekatan yang proporsional. Mitra yang narik dan konsisten tentu membutuhkan bentuk dukungan yang berbeda dibanding mitra yang hanya narik sesekali. Kebijakan berbasis kinerja bukanlah bentuk pembatasan, melainkan upaya untuk memastikan adanya sistem yang adil, utamanya bagi mereka yang berkontribusi lebih dalam ekosistem.

    Sejalan dengan prinsip tersebut, bentuk dukungan yang diberikan Grab pun dirancang tidak hanya relevan secara ekonomi, tetapi juga bermakna secara personal. Selaras dengan komitmen tiga babak “Grab untuk Indonesia”, yang diluncurkan pada 13 Januari 2026 lalu, khususnya Babak 2: Memberi Makna, berbagai inisiatif penghargaan dirumuskan bagi mitra yang menunjukkan komitmen dan konsistensi tinggi, termasuk apresiasi spesial yang dihadirkan pada momen Ramadan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy S26 di Indonesia

    By adm_imr9 Maret 20263 Views

    Harga HP Samsung S26 Ultra, Ponsel Termahal dalam Seri, Lihat Harga dan Spesifikasi

    By adm_imr9 Maret 20262 Views

    Di dunia digital, perhatian kita dikuasai oleh kekuatan baru

    By adm_imr9 Maret 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Rekomendasi Angkringan Viral di Klaten, Lokasi Menarik di Paseban Bayat

    10 Maret 2026

    Live Streaming Arema FC vs Bali United di Super League Indonesia via Indosiar

    10 Maret 2026

    Remee Pro hadir di Immoderma Clinic: Teknologi Skinbooster Lebih Akurat

    10 Maret 2026

    Kapal Iran Tenggelam Saat Latihan di India, Sikap New Delhi Jadi Sorotan

    10 Maret 2026
    Berita Populer

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    Kabupaten Malang 28 Februari 2026

    Malang – Aparat dari Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana membuat dan menguasai bahan peledak…

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026

    Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Bagnaia Tunjukkan Tanda Bertahan

    1 Maret 2026

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?