Kasus Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau: Hubungan Tersembunyi dan Motif yang Membuat Korbannya Terluka
Kasus pembacokan terhadap mahasiswi UIN Suska Riau, Faradilla Ayu Pramesti (23), oleh Raihan Mufazzar (22) menimbulkan banyak tanda tanya. Kejadian ini terjadi di ruang sidang kampus pada Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Dugaan kuat mengarah pada hubungan antara korban dan pelaku yang tidak memiliki status resmi.
Hubungan Tanpa Status yang Berujung pada Konflik
Awalnya, narasi yang beredar menyebut bahwa Fara dan Raihan tidak memiliki hubungan spesial. Namun, setelah video-video mesra mereka berdua beredar di media sosial, dugaan muncul bahwa keduanya memang memiliki hubungan khusus. Video tersebut menunjukkan Fara dan Raihan sedang berciuman dan bermain game PlayStation dalam ruangan dengan pencahayaan redup.
Video lainnya juga menampilkan keduanya berpose bersama menggunakan baju batik sambil berpegangan tangan. Dalam video itu, Fara tampak nyaman dan tidak terlihat terpaksa. Hal ini menunjukkan bahwa ia tidak menolak kedekatan dengan Raihan.
Pemicu Kejadian Pembacokan
Menurut informasi dari kepolisian, motif utama dari aksi pembacokan adalah rasa sakit hati. Raihan disebut merasa tidak puas karena Fara akhirnya memutus hubungan yang telah berlangsung beberapa bulan. Selain itu, Fara diketahui sudah memiliki pacar lain. Hal ini membuat Raihan emosional dan nekat melakukan tindakan ekstrem.
Senjata yang Digunakan dan Niat untuk Membunuh
Raihan membawa dua senjata tajam dari rumahnya, yaitu parang dan kampak. Menurut pernyataan dari Kapolsek Bina Widya, Kompol Nusirwan, pelaku memiliki niat untuk membunuh korban. Saat kejadian, Fara sedang duduk bersiap untuk ujian akhir. Tanpa berkata apa-apa, Raihan langsung membacok tangan kiri dan kepala korban.
Fara kemudian berusaha melarikan diri ke luar ruangan sambil bersimbah darah. Ia mengatakan bahwa Raihan tidak menerima keputusan Fara untuk memutus hubungan karena ia sudah memiliki pacar lain.
Respons dari Pacar Fara
Setelah video-video mesra antara Fara dan Raihan beredar, respons datang dari kekasih Fara, Ferdi. Ia disebut tidak mengetahui adanya hubungan khusus antara Fara dan Raihan. Bahkan, setelah insiden pembacokan terjadi, Ferdi justru mengunggah foto-foto kebersamaannya dengan Fara di akun TikTok miliknya.
Ia juga menulis caption romantis sebagai bentuk dukungan agar Fara segera pulih. Raut keterkejutan terlihat ketika Ferdi mengetahui adanya video mesra antara Fara dan Raihan.
Latar Belakang Kedua Pihak
Faradilla Ayu Pramesti adalah mahasiswi asal Kecamatan Bintan Timur, Kepulauan Riau. Sedangkan Raihan merupakan mahasiswa semester VIII jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum. Ia berasal dari Bangkinang, Kabupaten Kampar.
Kedekatan antara keduanya bermula saat sama-sama mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) di tempat yang sama. Seiring waktu, Raihan yang dikenal sebagai pribadi tertutup mulai memupuk harapan lebih terhadap Fara. Perhatian sederhana dari Fara ditafsirkan sebagai tanda kasih, namun ia tidak pernah mengakui hubungan tersebut secara resmi.
Kesimpulan
Insiden pembacokan ini menjadi peringatan tentang pentingnya komunikasi dalam hubungan asmara. Tidak hanya itu, kasus ini juga menunjukkan bagaimana perasaan yang tidak seimbang dapat berujung pada tindakan yang sangat ekstrem. Dengan adanya video-video yang beredar, kasus ini semakin menarik perhatian publik dan memicu diskusi tentang hubungan tanpa status serta dampaknya terhadap psikologis individu.







