Perubahan Besar di Persijap Jepara Jelang Laga Kontra Persebaya Surabaya
Persijap Jepara kembali membuat kejutan besar jelang laga melawan Persebaya Surabaya. Di tengah persaingan sengit dalam Super League 2025/2026, klub asal Jepara ini mengambil langkah dramatis dengan melakukan rotasi posisi pelatih kepala dan direktur teknik. Keputusan ini menunjukkan keseriusan manajemen dalam memperbaiki performa tim yang terpuruk di papan bawah klasemen.
Langkah Berani untuk Menyelamatkan Musim
Pada pekan ke-22 Super League, Persijap Jepara mengganti pelatih kepala. Mario Lemos dan Divaldo Alves saling bertukar peran. Sebelumnya, Divaldo Alves menjabat sebagai pelatih kepala, sedangkan Mario Lemos berada di posisi direktur teknik. Kini, situasi justru sebaliknya. Mario Lemos kembali menjadi pelatih kepala, sementara Divaldo Alves mengisi posisi direktur teknik.
Keputusan ini tidak dilakukan secara emosional, melainkan sebagai bagian dari rencana jangka panjang. Manajemen klub menyatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk memperkuat fondasi tim dan memastikan setiap keputusan selaras dengan arah pembangunan klub ke depan.
Pengalaman Mario Lemos dan Divaldo Alves
Mario Lemos memiliki pengalaman mendalam tentang karakter pemain, kebutuhan skuad, serta kultur di ruang ganti Persijap. Ia dinilai mampu membantu proses adaptasi pelatih kepala yang masih dalam tahap pematangan. Sementara itu, Divaldo Alves, yang pernah menjadi bagian dari Persijap pada 2010, memiliki rekam jejak kuat di sepak bola Indonesia. Pendekatan disiplin yang diterapkannya dianggap sebagai modal penting untuk membangkitkan semangat tim.
Presiden Klub Persijap, M. Iqbal Hidayat, menjelaskan bahwa proses pemilihan pelatih dilakukan secara hati-hati. “Harapan kami jelas: yang terbaik untuk sisa pertandingan setengah musim ke depan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa semua keputusan diambil demi memastikan performa tim dalam kompetisi ini.
Divaldo Alves Kembali ke Jepara
Divaldo Alves kembali menjadi pelatih kepala setelah sebelumnya menjabat sebagai direktur teknik. Ia mengungkapkan rasa bangga bisa kembali ke Jepara. “Saya tahu betul bagaimana besar dukungan suporter Persijap. Saya datang dengan semangat baru dan target membawa tim ini melangkah lebih baik,” katanya.
Direktur teknik Persijap, Mario Lemos, menilai Divaldo sebagai figur yang tepat memimpin tim. Ia menyoroti rekam jejak panjang sang pelatih di sepak bola Indonesia serta pendekatan disiplin yang selama ini dikenal kuat. “Kami percaya coach Divaldo memahami betul karakter permainan tim Persijap,” tambahnya.
Tantangan Menghadapi Persebaya Surabaya
Laga melawan Persebaya Surabaya bukanlah pertandingan biasa bagi Persijap. Tim tamu datang dengan motivasi tinggi bersama pelatih Bernardo Tavares yang dikenal agresif dan haus kemenangan. Persijap membutuhkan lonjakan performa agar tidak semakin terjerembab di papan bawah klasemen.
Kombinasi pengalaman Mario Lemos dan sentuhan Divaldo Alves diharapkan memberi dampak instan pada mental dan taktik tim. Publik Jepara tentu berharap keputusan ini menjadi titik balik, bukan sekadar pergantian nama di kursi pelatih.
Fase Krusial bagi Laskar Kalinyamat
Dengan sisa setengah musim yang menentukan, setiap laga ibarat final bagi Laskar Kalinyamat. Manuver tajam mengganti posisi pelatih kepala menjadi pertaruhan besar demi menjaga asa bertahan di Super League 2025/2026.
Kini semua mata tertuju pada duel kontra Persebaya Surabaya. Apakah manuver bahaya Persijap Jepara benar-benar menjadi strategi jitu, atau justru menambah tekanan di tengah situasi genting, jawabannya akan segera terlihat di lapangan.







