Kasus Pelecehan Seksual di Lokasi Syuting Konten Sumpah Pocong
Konten sumpah pocong yang dibuat oleh pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Malang kini menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan pelecehan seksual terhadap seorang talent perempuan. Peristiwa ini menimpa RNH, seorang penyiar radio yang mengaku mengalami tindakan tidak nyaman selama proses syuting.
Penjelasan dari Kuasa Hukum Gus Idris
Guntur Putra Abdi Wijaya, kuasa hukum Idris Al-Marbawy atau Gus Idris, menyatakan bahwa tuduhan pelecehan seksual terhadap kliennya tidak benar. Menurutnya, masalah yang viral di media sosial hanya berupa dugaan dan belum ada bukti konkret yang bisa membuktikan adanya tindakan ilegal.
“Kami sampaikan mengenai masalah yang viral itu tidak benar mengenai pelecehan seksual,” ujar Guntur. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan rapat internal dan menemukan dugaan hubungan antara staf dengan agen dan talent. “Kalau talent kan urusannya sama agent, kita dengan agent,” tambahnya.
Tindakan yang Diambil
Dalam kasus ini, staf yang terlibat dalam permasalahan tersebut sudah dihentikan. Guntur menyatakan bahwa pihaknya akan tetap menunggu perkembangan lebih lanjut jika ada laporan resmi yang masuk. “Belum ada (laporan). Dan kita akan tunggu perkembangannya. Kalau ada, kita akan melakukan upaya lain,” katanya.
Pengalaman RNH Selama Syuting
RNH menceritakan awal mula ia tertarik mengikuti casting karena menemukan akun Instagram yang membuka lowongan talent video dengan iming-iming bayaran Rp 200 ribu. Namun, ia mengaku merasa tidak nyaman saat tiba di lokasi syuting. Ia ditemani oleh adiknya dan juga seorang talent laki-laki.
Proses syuting dilakukan melalui siaran langsung di YouTube dan TikTok tanpa alur cerita yang jelas. Seluruh proses disebut berlangsung improvisasi penuh, dengan peran yang kerap berubah di tengah jalan. “Briefingnya cuma disuruh mengalir saja. Kita disuruh live, tapi tidak dijelaskan detail materi apa yang harus kita sampaikan, durasi, atau batasannya,” kata Rizka.
Pernyataan yang Merendahkan
Situasi semakin membuatnya resah karena hampir seluruh kru dan talent yang hadir adalah laki-laki, tanpa pendamping perempuan. Saat jeda syuting, Rizka mengaku diajak berbicara secara pribadi oleh asisten produksi dan mendapatkan pertanyaan menyangkut kehidupan pribadi hingga ucapan bernada merendahkan. “Waktu itu saya ditanya soal pacar, soal gaji, sampai disarankan ‘mending kerja di sini saja’ dengan iming-iming uang dan kedekatan dengan bos (pengasuh ponpes) Itu sangat tidak pantas,” ungkapnya.
Ketidaknyamanan dan Penolakan
Selain itu, Rizka juga mengaku mengalami sentuhan fisik yang membuatnya merasa dilecehkan. Namun, ia memilih menahan diri karena situasi live dan tekanan psikologis di lokasi. “Sempat ada sentuhan di paha. Saya itu sangat tidak nyaman, tapi posisinya sulit karena sedang live,” ucapnya.
Viralnya Kasus Ini
Kasus ini mendadak viral setelah ada akun Instagram @sovinovitav yang membuat unggahan berkaitan dengan kasus tersebut pada 2 Februari 2026 kemarin. Awalnya, Rizka memilih diam. Namun sikapnya berubah setelah mengetahui ada korban lain yang mengalami perlakuan serupa dan mulai membagikan pengalaman mereka di media sosial.
Tindakan yang Dilakukan Korban
Sejak kasus ini viral, Rizka mengaku menerima banyak pesan dari perempuan lain yang mengaku mengalami dugaan pelecehan serupa, baik oleh pihak utama maupun asistennya. Meski belum ada proses hukum yang berjalan karena keterbatasan bukti visual, ia dan korban lain berencana menempuh langkah pelaporan akun serta mendorong adanya sanksi sosial.
“Kalau belum bisa diproses hukum, setidaknya masyarakat tahu. Jangan sampai korban berikutnya bertambah,” tandasnya.




