Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Mengungkap Trik Jelek Pedagang Mobil Bekas

    2 Mei 2026

    Tips Memilih Tempat Penitipan Anak yang Aman, Berdasarkan Kasus Daycare Yogyakarta

    2 Mei 2026

    Pembaruan Harga BBM Pertamina 28 April 2026 di Gorontalo, Pertalite Tetap Rp10.000/L

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 2 Mei 2026
    Trending
    • Mengungkap Trik Jelek Pedagang Mobil Bekas
    • Tips Memilih Tempat Penitipan Anak yang Aman, Berdasarkan Kasus Daycare Yogyakarta
    • Pembaruan Harga BBM Pertamina 28 April 2026 di Gorontalo, Pertalite Tetap Rp10.000/L
    • Dorong Energi Hijau, Uniska Kediri Hadirkan SPKLU
    • Kesenjangan Pembiayaan UMKM Rp2.400 Triliun, Akses Modal Tentukan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif
    • Dua Pelaku Pengeroyokan TNI di Depok Ditangkap, Satu DPO Masih Diburu Polisi
    • Arbain Bukan Rukun Haji, Jemaah Diminta Hemat Tenaga untuk Wukuf
    • Spring Bed Pilihan Terbaik untuk Kesehatan di Indonesia
    • Fahmi Bo Jual Acar Buntut Sapi, Modalnya Dari Hadiah Raffi Ahmad
    • Seni Hidupkan Hutan Kota di Art Jakarta Gardens 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Malang Raya»Gus Idris Bantah Tuduhan Pelecehan Perempuan di Konten Sumpah Pocong Malang

    Gus Idris Bantah Tuduhan Pelecehan Perempuan di Konten Sumpah Pocong Malang

    adm_imradm_imr9 Februari 20266 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kasus Pelecehan Seksual di Lokasi Syuting Konten Sumpah Pocong

    Konten sumpah pocong yang dibuat oleh pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Malang kini menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan pelecehan seksual terhadap seorang talent perempuan. Peristiwa ini menimpa RNH, seorang penyiar radio yang mengaku mengalami tindakan tidak nyaman selama proses syuting.

    Penjelasan dari Kuasa Hukum Gus Idris

    Guntur Putra Abdi Wijaya, kuasa hukum Idris Al-Marbawy atau Gus Idris, menyatakan bahwa tuduhan pelecehan seksual terhadap kliennya tidak benar. Menurutnya, masalah yang viral di media sosial hanya berupa dugaan dan belum ada bukti konkret yang bisa membuktikan adanya tindakan ilegal.

    “Kami sampaikan mengenai masalah yang viral itu tidak benar mengenai pelecehan seksual,” ujar Guntur. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan rapat internal dan menemukan dugaan hubungan antara staf dengan agen dan talent. “Kalau talent kan urusannya sama agent, kita dengan agent,” tambahnya.

    Tindakan yang Diambil

    Dalam kasus ini, staf yang terlibat dalam permasalahan tersebut sudah dihentikan. Guntur menyatakan bahwa pihaknya akan tetap menunggu perkembangan lebih lanjut jika ada laporan resmi yang masuk. “Belum ada (laporan). Dan kita akan tunggu perkembangannya. Kalau ada, kita akan melakukan upaya lain,” katanya.

    Pengalaman RNH Selama Syuting

    RNH menceritakan awal mula ia tertarik mengikuti casting karena menemukan akun Instagram yang membuka lowongan talent video dengan iming-iming bayaran Rp 200 ribu. Namun, ia mengaku merasa tidak nyaman saat tiba di lokasi syuting. Ia ditemani oleh adiknya dan juga seorang talent laki-laki.

    Proses syuting dilakukan melalui siaran langsung di YouTube dan TikTok tanpa alur cerita yang jelas. Seluruh proses disebut berlangsung improvisasi penuh, dengan peran yang kerap berubah di tengah jalan. “Briefingnya cuma disuruh mengalir saja. Kita disuruh live, tapi tidak dijelaskan detail materi apa yang harus kita sampaikan, durasi, atau batasannya,” kata Rizka.

    Pernyataan yang Merendahkan

    Situasi semakin membuatnya resah karena hampir seluruh kru dan talent yang hadir adalah laki-laki, tanpa pendamping perempuan. Saat jeda syuting, Rizka mengaku diajak berbicara secara pribadi oleh asisten produksi dan mendapatkan pertanyaan menyangkut kehidupan pribadi hingga ucapan bernada merendahkan. “Waktu itu saya ditanya soal pacar, soal gaji, sampai disarankan ‘mending kerja di sini saja’ dengan iming-iming uang dan kedekatan dengan bos (pengasuh ponpes) Itu sangat tidak pantas,” ungkapnya.

    Ketidaknyamanan dan Penolakan

    Selain itu, Rizka juga mengaku mengalami sentuhan fisik yang membuatnya merasa dilecehkan. Namun, ia memilih menahan diri karena situasi live dan tekanan psikologis di lokasi. “Sempat ada sentuhan di paha. Saya itu sangat tidak nyaman, tapi posisinya sulit karena sedang live,” ucapnya.

    Viralnya Kasus Ini

    Kasus ini mendadak viral setelah ada akun Instagram @sovinovitav yang membuat unggahan berkaitan dengan kasus tersebut pada 2 Februari 2026 kemarin. Awalnya, Rizka memilih diam. Namun sikapnya berubah setelah mengetahui ada korban lain yang mengalami perlakuan serupa dan mulai membagikan pengalaman mereka di media sosial.

    Tindakan yang Dilakukan Korban

    Sejak kasus ini viral, Rizka mengaku menerima banyak pesan dari perempuan lain yang mengaku mengalami dugaan pelecehan serupa, baik oleh pihak utama maupun asistennya. Meski belum ada proses hukum yang berjalan karena keterbatasan bukti visual, ia dan korban lain berencana menempuh langkah pelaporan akun serta mendorong adanya sanksi sosial.

    “Kalau belum bisa diproses hukum, setidaknya masyarakat tahu. Jangan sampai korban berikutnya bertambah,” tandasnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Aksi Bersih-Bersih Halte Kumuh di Kota Malang Dipicu Kepedulian Masyarakat

    By adm_imr2 Mei 20261 Views

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    By redaksi2 Mei 202612,346 Views

    Pendaftar PMBM MIN 1 Kota Malang Meningkat Drastis, 723 Siswa Berebut 252 Kursi Tanpa Tes Calistung

    By adm_imr2 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Mengungkap Trik Jelek Pedagang Mobil Bekas

    2 Mei 2026

    Tips Memilih Tempat Penitipan Anak yang Aman, Berdasarkan Kasus Daycare Yogyakarta

    2 Mei 2026

    Pembaruan Harga BBM Pertamina 28 April 2026 di Gorontalo, Pertalite Tetap Rp10.000/L

    2 Mei 2026

    Dorong Energi Hijau, Uniska Kediri Hadirkan SPKLU

    2 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?